All posts by admin

09Feb/18

STRATEGI MARKETING DAN TINGKAT RELEVANSINYA TERHADAP KEPUASAN PARA PELANGGAN

Semakin berkembangnya zaman yang diikuti juga dengan perkembangan berbagai macam jenis teknologi dan tentang cara berpikir dari para pelanggan yang sudah menjadi semakin lebih kritis. Dan terjadinya fenomena seperti ini juga sangat berdampak pada semakin kerasnya persaingan di dunia usaha yang bahkan semakin diperparah dengan bangkrutnya usaha-usaha yang tidak mampu bertahan dengan terlambat, bahkan tidak mampu lagi dalam mengikuti perkembangan zaman.

Kepuasan-siswa-pendidikanPersaingan seperti ini semakin memaksa perusahaan-perusahaan uuntuk menjadi lebih cerdas dalam menggunakan strategi marketingnya yang lebih tepat untuk mempengaruhi pelanggan agar merasa tertarik terhadap barang dan jasa yang telah ditawarkan dan juga untuk memberikan efek keterikatan (saling membutuhkan) antara penjual dengan pelanggan.

Sebenarnya, strategi marketing bisa dianggap sebagai suatu pendekatan inti dalam mencapai sasaran pasar. Adapun strategi yang dimaksudkan menurut Prof. Claes Fornell yang terdiri dari dua jenis strategi marketing, yaitu:

1. Strategi Marketing Ofensif.

Merupakan strategi dalam mencari pelanggan baru dalam upaya untuk semakin memperbanyak pelanggan dan memperluas pangsa pasar.

2. Strategi Marketing Defensif.

Adalah berupa strategi pengurangan untuk kemungkinan dari beralihnya pelanggan kepada pihak-pihak lain dengan berupaya untuk memperbaiki produk dan untuk melindungi pangsa pasar dari para pesaingnya. Strategi marketing seperti ini terbagi lagi menjadi dua macam strategi, yaitu: strategi marketing pembentukan rintangan pengalihan dan strategi marketing kepuasan pelanggan.

Seperti yang sdah kita ketahui bersama bahwa kepuasan pelanggan merupakan cerminan dari kinerja perusahaan yang menjalankan strategi marketingnya masing-masing. Strategi yang digunakan dalam mempengaruhi pelanggan sampai menjadi puas merupakan salah satu strategi untuk jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan itu sendiri. Berikut ini merupakan tujuan dari perpaduan dari strategi marketing defensif dengan strategi marketing kepuasan pelanggan sebagai dasar pengukurannya, yaitu sebagai berikut:

1. Strategi marketing harus menyebabkan adanya sebuah ikatan pertemanan diantara marketer dengan para calon pelanggan.
2. Penyampaian dalam menawarkan produk atau jasa tidak harus dengan cara muluk-muluk, setidaknya apa yang telah ditawarkan masih dapat dipertanggungjawabkan dengan kenyataan yang ada saat ini.
3. Konsisten dengan berbagai panduan dari standar operasional prosedur perusahaan (SOP).
4. Mengadakan pelatihan secara internal perusahaan untuk semua tenaga marketing dan pelayanan pelanggan, terutamanya adalah dalam hal menciptakan pelayanan yang superior termasuk juga tentang penanganan dari keluhan-keluhan pelanggan yang lebih tepat.
5. Menawarkan jaminan untuk layanan purna jual bagi kenyamanan pelanggan, misalnya dengan menyediakan call center, paket-paket pelatihan pelanggan, paket pemantauan dan pemeliharaan, dan juga VIP.

Demikian penjelasan tentang strategi marketing dan tingkat relevansinya terhadap kepuasan pelanggan. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

05Feb/18

LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN DALAM UPAYA UNTUK MENGAMANKAN ASSET MILIK PERUSAHAAN

Asset-asset yang masih dimiliki oleh perusahaan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kelangsungan hidup dari operasional perusahaan. Melalui asset tersebut pula, perusahaan akan dapat menggaji para karyawannya, membeli barang-barang dari supplier, dan melakukan penjualan-penjualan yang dapat menambah asset lainnya untuk bisa menjadi milik perusahaan.

OWASP-with-KEMPKarena begitu pentingnya peran dari asset bagi operasional perusahaan, maka sangat perlu untuk adanya suatu pengendalian agar dapat untuk menjaganya. Pengendalian yang memang lebih menitikberatkan kepada pihak internal, karena pihak internal perusahaanlah yang memiliki akses yang jauh lebih luas kepada asset milik perusahaan.

Prinsip-prinsip yang seringkali dilakukan pada upaya untuk pengendalian secara internal adalah dengan jalan melakukan pemisahan tugas-tugas, dimana karyawan yang akan menjalankan operasional dari asset yang berbeda dengan karyawan yang akan mencatat asset tersebut. Misalnya dalam hal-hal berikut:

1. Tagihan piutang para pelanggan.

karyawan yang akan melakukan tugas-tugas penagihan harus berbeda dengan karyawan yang akan menerima kas dan yang akan meng-update piutang pelanggan yang telah masuk pada persahaan.

2. Pembayaran hutang dagang terhadap para supplier.

Karyawan yang akan membuat rencana pembayaran dan yang bertugas untuk menangani tagihan dari para supplier harus berbeda dengan karyawan yang akan memeriksa dokumen pembayaran, serta pada bagian kasir yang nantinya akan membayarkan sesuai tagihan yang telah diterbitikan oleh supplier.

3.Pembelian stok (Persediaan).

Pada bagian karyawan yang akan membuat PO akan menjadi berbeda dengan yang nanti akan menerima barang-barang sesuai PO, harus ada petugas tersendiri yang yang secara khusus untuk memverifikasi kesesuaian antara order pembelian dengan barang penerimaan dan setelah semua dokumen sudah selesai diperiksa, maka kasirlah yang akan melakukan pembayaran kepada supplier.

Pelaksanaan berbagai pengendalian diatas masih sangat memungkinkan akan adanya sedikit celah, yaitu dengan kemungkinan bahwa sebenarnya masih terdapat adanya kerjasama diantara beberapa karyawan lain untuk melakukan kecurangan. Dan untuk mencegah agar hal tersebut tidak akan sampai terjadi, perusahaan masih dapat membuat sebuah regulasi dengan jalan membuat rolling atau sebuah pertukaran tugas diantara para karyawan yang satu dengan yang lainnya secara periodik. Dengan demikian maka akan semakin memperkecil kemungkinan terjadinya suatu kecurangan. Selain itu juga karyawan akan memiliki pengetahuan yang lebih luas yang terkait dengan permasalahan operasional perusahaan.

Sama sekali tidak diperbolehkannya suami-istri atau seseorang yang masih terdapat hubungan kekeluargaan untuk bekerja dalam satu perusahaan juga akan semakin meminimalkan resiko terjadinya berbagai tindakan kecurangan.

Melindungi asset secara fisik, seperti dengan cara mengunci gudang persediaan, bagian kas dan brankas yang tetap terkunci dengan sangat, serta menunjuk personel yang tetap bertanggungjawab dalam memegang sebuah kunci ruangan penting tersebut.

Menggunakan CCTV juga sangat penting untuk dilakukan dalam upaya untuk selalu memonitor bagaimana kinerja karyawan. Selain itu kamera CCTV juga akan sangat membantu apabila suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rekaman CCTV juga hendaknya harus disimpan dalam ruangan yang tetap aman.

Dengan jalan melakukan pengamanan terhadap  asset milik perusahaan, maka selain untuk kepentingan dari laju perusahaan juga untuk menciptakan stabilitas keamanan dan kenyaman terhadap lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan semakin meningkatkan produktifitas dari para karyawan.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com