7 METRIK PERSEDIAAN YANG PERLU DIKETAHUI SETIAP PENGECER

Untuk membuat keputusan terbaik yang memengaruhi laba bisnis ritel Anda, Anda memerlukan kemampuan untuk memperoleh wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data bisnis Anda. Langkah pertama untuk memanfaatkan data ini adalah memahami metrik utama yang menginformasikannya. Berikut adalah beberapa indikator kinerja utama (KPI) persediaan/inventaris yang paling umum untuk perusahaan ritel:

  1. Persediaan di Tangan. Jumlah stok yang ada secara fisik di gudang/lokasi penyimpanan Anda. Penting untuk diingat dengan metrik ini bahwa meskipun suatu produk dijual, produk tersebut tidak dikurangi dari inventaris yang ada sampai produk tersebut secara fisik meninggalkan gudang, jadi jumlah ini biasanya akan lebih tinggi dari inventaris Anda yang tersedia.
  2. Perputaran Persediaan. Melacak seberapa cepat pengecer mengganti inventaris (total penjualan / nilai rata-rata inventaris yang ada). Semakin tinggi omset, semakin sedikit waktu yang dihabiskan inventaris Anda untuk mengumpulkan debu di rak Anda (dan semakin sedikit biaya yang Anda keluarkan untuk melakukannya).
  3. Kecepatan Penjualan. Seberapa baik produk Anda terjual saat tersedia untuk konsumen di rak (penjualan/distribusi). Metrik ini penting untuk perencanaan permintaan dan mencegah situasi kehabisan stok.
  4. Hari Pasokan. Jumlah hari yang diperlukan untuk kehabisan persediaan jika tidak diisi ulang (persediaan di tangan / penggunaan harian rata-rata). Pengukuran ini memungkinkan pengecer untuk melihat berapa banyak persediaan yang tersedia yang mereka butuhkan untuk mempertahankan operasi normal selama beberapa waktu setelah gangguan rantai pasokan terjadi.
  5. Waktu Siklus. Total waktu yang dibutuhkan dari saat pesanan pertama kali dikeluarkan sampai selesai. Waktu siklus adalah metrik penting untuk menetapkan harapan yang realistis dengan pelanggan.
  6. Laba Kotor. Pendapatan total perusahaan dikurangi harga pokok penjualan. Banyak bisnis ritel kecil dan menengah beroperasi dengan margin kotor di kisaran 25 hingga 35 persen.
  7. Margin Kotor. Persentase dari total pendapatan penjualan yang dipertahankan perusahaan setelah membayar biaya langsung yang terkait dengan produksi produk ((total pendapatan penjualan – harga pokok penjualan)/total pendapatan penjualan).

Baca juga artikel tentang : Tips untuk Mengoptimalkan Operasi Inventory Management

Metrik ini akan berfungsi sebagai blok bangunan yang Anda perlukan untuk mengumpulkan data guna memberdayakan Anda dalam membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Silahkan hubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *