Category Archives: Artikel

13Jun/17

FAKTA TENTANG TINGGINYA KONFLIK DALAM DIVISI MARKETING DENGAN DIVISI LAIN DALAM INTERNAL PERUSAHAAN

Dari divisi perusahaan manakah yang paling banyak memiliki variasi konflik? Kebanyakan adalah dari divisi marketing yang menjadi urutan pertama dalam hal ini. Divisi lain seperti: keuangan dan personalia biasanya juga memiliki banyak konflik, namun terbilang masih dapat dikendalikan. Akan tetapi dari divisi marketing, mulai dari level staff sampai level direksi atau CMO, memiliki tingkat konflik tertinggi dengan divisi lain seperti produksi, operasional, R & D, keuangan, sales, atau bahkan mungkin dengan tim IT.

Alasannya sudah sangat jelas kenapa divisi marketing memiliki banyak variasi konflik, yaitu karena divisi marketing adalah satu divisi dari internal perusahaan yang memiliki interaksi paling banyak diantara departemen lainnya. Bahkan bukan hanya dengan divisi-divisi internal, namun juga berhubungan dengan banyak mitra dari luar perusahaan. Karena itulah tidak mengherankan apabila divisi marketing biasanya memiliki konflik yang paling banyak dan cukup bervariasi.

Konflik yang dimaksudkan disini adalah dari hal yang biasa dan bisa berdampak sangat positif atau malah sebaliknya, bisa berdampak sangat negatif bagi perusahaan. Dalam tingkatan yang sangat kecil, konflik tidak hanya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Setelah tingkatan konflik sudah semakin meningkat, maka justru kinerja perusahaan akan bisa semakin lebih baik.

Segala bentuk gesekan-gesekan ide, perbedaan-perbedaan pendapat dan persepsi, akan menjadikan problem agar tampak lebih jelas. Hal inilah yang kemudian akan membuat para tim menjadi semakin memahami dan memiliki visi yang sama untuk kepentingan perusahaan. Konflik yang semakin ter-manage dengan baik ini sering kali akan terus mendorong proses perbaikan dan tiap-tiap divisi akan melakukan perombakan besar-besaran untuk menuju kea rah yang lebih baik.

Akan tetapi, konflik yang semakin menghebat dan tidak ada resolusinya, maka akan semakin memberikan dampak yang lebih negatif bagi perusahaan. Produktivitas perusahaan akan jadi semakin menurun. Motivasi karyawan yang terlibat konflik bisa juga sangat menurun. Akibatnya, kinerja pasar bisa terganggu dan akhirnya akan mempengaruhi kondisi keuangan dari perusahaan dalam jangka panjang.

Konflik yang terjadi secara dinamis adalah antara divisi marketing dengan keuangan. Salah satu hasil survei juga menunjukkan bahwa ternyata hanya sekitar 20% saja dari perusahaan yang benar-benar menyatakan kedua divisi ini dapat bekerja sama dengan sangat baik dan saling tersinergi. Dan sekitar 60% menyatakan terdapat kerja sama dalam skala yang begitu kecil. Sisanya menyatakan bahwa kedua divisi ini hamper-hampir tidak pernah melakukan kerja sama dan frekuensi konflik yang terjadi juga terbilang sangat tinggi.

Untuk divisi keuangan, yang dilakukan oleh marketing dianggap sebagai sebuah pengeluaran yang terlalu beresiko tinggi. Biaya promosi dan segala macam aktivitas yang telah dilakukan bisa menjadi pemborosan yang terlalu besar bagi peusahaan. Bagi seorang marketer, apa yang mereka lakukan adalah bentuk upaya untuk membuat penjualan agar dapat semakin meningkat dan membuat merek menjadi lebih terkenal.

Bagian keuangan akan menuntut setiap rupiah yang telah dikeluarkan oleh perusahaan merupakan investasi yang harus menghasilkan. Yang sering menjadi konflik adalah bahwa marketing menyatakan tingkat semua kreativitas akan memberikan hasil dalam jangka panjang, akan tetapi bagian keuangan malah menginginkan perhitungan yang lebih jelas. Mereka akan menuntut marketing agar mampu memberikan perhitungan seperti return on investment (ROI) dari semua bentuk aktivitas promosi mereka.

Ketika database marketing atau sampai digital marketing sudah mulai diimplementasikan, maka frekuensi konflik selanjutnya yang akan dihadapi oleh divisi marketing adalah dengan divisi tim IT. Marketing menginginkan bahwa setiap komunikasi haruslah semakin personal dan customized. Akibatnya, mereka menghendaki agar divisi IT dapat memberikan dukungannya kepada mereka.

Mereka menginginkan agar data-data yang dibuat oleh divisi IT dapat digunakan untuk kepentingan berpromosi. Data harus dianalisis, diperbarui, dan digunakan semaksimal mungkin. Sedangkan divisi IT juga tidak jarang akan merasa malah dan enggan untuk melakukan hal ini. Permintaan dari divisi marketing dianggap sebagai sesuatu yang sangat merepotkan dan membuat kompleksitas pekerjaan divisi tim IT menjadi semakin rumit dan terlalu menyusahkan.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

10Jun/17

STRATEGI AGAR PELANGGAN BERSEDIA MEMBAYAR TAGIHAN INVOICE DENGAN TEPAT WAKTU

Menerima pesanan dari para pelanggan bagi para pelaku bisnis-bisnis besar seperti distributor dan industry manufaktur tentunya merupakan suatu hal yang biasa dan itu artinya adalah perusahaan akan ada pemasukan. Sama seperti kepribadian seseorang yang bermacam-macam, perilaku konsumen dalam membeli dan membayar pun akan seperti itu. Semua pengusaha mungkin saja pernah mengalami sifat konsumen agak bandel yang senang dan memang disengaja untuk telat membayar tagihan atau invoice. Namun, perlu Anda ketahui bahwa perilaku seperti itu memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap arus kas atau cash flow dalam bisnis Anda.

Lalu sekarang, bagaimana caranya agar para pelanggan tidak sampai telat membayar invoice sehingga tidak sampai membahayakan arus kas perusahaan Anda?

1. Buatlah jadwal pembayaran sendiri.

Saat Anda mendapatkan pesanan dengan nilai yang sangat tinggi, sebaiknya pelanggan tidak membayar sekaligus pesanannya tersebut pada akhir waktu saat pesanan telah dipenuhi atau sudah selesai dibuat. Anda bisa mengakalinya dengan membuat sebuah jadwal pembayaran yang sudah disepakati bersama dengan pelanggan tersebut, sehingga akan tertera dengan jelas kapan pelanggan harus membayarkan biaya dari pesanan tersebut. Anda juga bisa menjelaskan terhadap mereka bahwa Anda mungkin tidak akan melanjutkan untuk mengerjakan pesanannya tersebut apabila pembayaran yang telah disepakati belum terbayarkan.

2. Tawarkan diskon untuk pembayaran yang lebih Awal.

Diskon merupakan salah satu cara agar dapat menarik sebagian besar minat dari pembeli. Nah, hal ini juga pasti dapat Anda lakukan untuk membuat para pelanggan tidak sampai telat untuk membayar invoice-nya. Anda juga bisa memberikan penawaran diskon yang menarik bagi setiap pelanggan yang telah melakukan pembayaran lebih awal dari jadwal jatuh temponya.

Ketika Anda ingin menerapkan tentang cara yang satu ini, maka usahakan untuk menyediakan ruang yang tersisa untuk menawarkan diskon. Besaran diskon yang bisa Anda lakukan bervariasi, namun harus tetap berhati-hati agar tidak sampai mengalami kerugian. Besaran diskon biasanya sekitar 2 hingga 3% saja. Memang tidak untuk semua pelanggan yang tertarik dengan memanfaatkan diskon. Namun, setidaknya akan ada satu atau dua orang yang tertarik untuk memanfaatkan diskon tersebut dan akan melakukan pembayaran lebih awal.

3. Memilih cara pembayaran yang mudah dan cukup menguntungkan.

Dalam memilih metode pembayaran, cobalah ntuk membuat cara pembayaran tersebut menjadi mudah bagi Anda terima. Semakin mudah cara pembayarannya, maka akan semakin cepat juga uang yang masuk ke dalam rekening bisnis Anda. Sebagai contoh, pembayaran melalui bank tentunya akan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi kedua belah pihak. Selain karena pembayaran tersebut langsung masuk ke dalam rekening, maka tidak aka nada biaya dalam melakukan transfer antar bank yang sama ataupun biaya tambahan lainnya. Berbeda dengan pembayaran yang dilakukan melalui suatu layanan sehingga akan menyebabkan adanya biaya transaksi dan juga biaya penarikan uang ke dalam rekening milik Anda.

4. Pastikan pengiriman invoice tidak sampai terlalu mepet.

Mendapatkan kiriman tagihan atau invoice bukanlah hal yang menyenangkan bagi sebagian besar orang, apalagi tagihan tersebut datang pada saat berdekatan dengan tanggal jatuh temponya. Oleh karena itu, apabila ingin mempercepat pertambahan arus kas, maka pastikan Anda mengirimkan invoice tersebut sejak jauh hari.

Tujuannya agar pelanggan memiliki waktu untuk memproses invoice serta menyediakan dananya terlebih dahulu. Setelah mengirimkan, pastikan pula untuk rajin mengingatkan para pelanggan sebelum masa jatuh tempo dari pembayaran. Apabila terjadi keterlambatan, maka usahakan untuk tetap membicarakan hal tersebut secara baik-baik dan tetap mengirimkan tagihan dengan sopan.

5. Tunjukkan bagaimana rasa terima kasih Anda dan tetap bersahabatlah.

Ucapan terima kasih memang terdengar biasa saja, namun hal tersebut dapat membuat para pelanggan Anda akan merasa bahagia dan semakin dihargai. Sempatkanlah untuk menuliskan ucapan terima kasih Anda terhadap para pelanggan secara personal dan apabila memungkinkan, berikan pula bingkisan kecil untuk mereka. Sifat bersahabat seperti itulah yang dapat membuat pelanggan Anda tidak akan merasa kapok dan kemungkinan akan menjadi pelanggan setia dari bisnis Anda.

Kira-kira seperti itulah tentang cara agar para pelanggan Anda tidak sampai telat dalam membayar tagihan atau invoice untuk bisnis Anda. Meskipun sering disepelekan, perilaku seperti telat membayar dapat merugikan bisnis Anda karena memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perputaran kas Anda. Jangan pernah ragu untuk bersikap tegas setelah menentukan kesepakatan dan jatuh tempo pembayaran kepada para pelanggan Anda sejak dari awal. Penulisan invoice juga akan berpengaruh terhadap ketepatan waktu dari pembayaran pelanggan.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com