Tag Archives: Workshop pemasaran Palangkaraya

07Jun/18

STRATEGI MARKETING UNTUK MENGENAL DAN MEMPENGARUHI JENIS CUSTOMER SPONTANEOUS PERSONA (KONSUMEN MUDAH DIPENGARUHI)

Spontaneous Persona merupakan salah satu tipe dari jenis persona yang sangat mudah untuk dipengaruhi dan mampu untuk mempengaruhi orang lain. Persona jenis ini lebih cepat dalam mengambil keputusan dan juga sangat dipengaruhi oleh emosinya sendiri ketika akan memutuskan untuk membeli atau menggunakan suatu produk.

celebrity-personasTipe persona jenis ini lebih menginginkan untuk segala sesuatunya dapat berjalan dengan instan. Mereka juga tidak terlalu banyak menimbang-nimbang untuk menentukan keputusannya. Bahkan, untuk tipe persona jenis ini akan langsung membeli atau menggunakan sesuatu tanpa berpikir panjang ketika sudah dipengaruhi oleh orang lain. Orang-orang yang dapat mempengaruhi tipe persona ini adalah dari kalangan teman terdekat, public figure dan juga selebritas.

Karena spontaneous persona yang sangat mudah untuk bisa dipengaruhi oleh teman dan kerabatnya sendiri, maka yang Anda butuhkan untuk dapat mengkonversi dan menaklukkan konsumen jenis ini adalah dengan cara menggunakan media sosial yang lebih tepat dan maksimal.

Gunakanlah media sosial untuk lebih sering dalam berbagi cerita, pengalaman dari para pengguna produk-produk Anda. Buat dan bagikan juga tentang video testimonial yang lebih mengikat emosi persona jenis ini. Video merupakan media yang sangat efektif untuk mengkonversi persona jenis ini. Spontaneous persona juga tidak terlalu suka untuk diberi banyak pilihan, karena mereka hanya menginginkan untuk mendapatkan segala sesuatunya dengan cepat.

Metode lain yang masih dapat digunakan dalam mengkonversikan tipe persona ini adalah dengan cara menggunakan storytelling(mendongeng) pada konten marketing Anda. Storytelling merupakan salah satu metode marketing yang akan memuat penjelasan yang terperinci tentangproduk Anda dengan dibuat sedemikian rupa, sehingga menjadi seperti sebuah jalan cerita yang cukup menarik untuk diperhatikan. Storytelling dapat menarik jenis persona seperti ini jika narasi dari alur cerita yang Anda buat dapat semakin menggugah emosi mereka.

Memperhatikan Kehati-hatian yang Lebih Tinggi Ketika Akan Memasarkan Produk Kepada Spontaneous Persona Ini

Ketika Anda ingin menjual produk Anda kepada tipe persona ini, maka Anda mungkin harus lebih berhati-hati karena mereka juga mudah untuk berubah pikiran. Meskipun persona jenis ini tidak terlalu mempermasalahkan harga yang telah mereka bayarkan, namun Anda juga harus lebih berhati-hati karena persona jenis ini tidak terlalu suka untuk diprospek lebih jauh.

Spontaneous persona ingin sebuah produk Anda agar dapat menyelesaikan permasalahannya saja. Mereka tidak menginginkan untuk adanya tambahan-tambahan lain berupa tambahan ini dan itu yang menurut mereka tidak terlalu penting dan tidak mampu menyelesaikan permasalahan mereka. Meskipun Anda masih mampu untuk melakukan bundling terhadap produk Anda, namun jika bundling tersebut tidak benar-benar relevan dengan permasalahan mereka, maka mereka tidak akan bersedia untuk membelinya. Namun jika Anda masih memprospek mereka untuk produk yang lain, maka mereka akan langsung beralih dari Anda.

Landing Page Khusus Bagi Para Spontaneous Persona

Tidak seperti karakter konsumen competitive persona, spontaneous persona sama sekali tidak membutuhkan pemberitahuan spesifikasi dengan lebih detail dari produk Anda. Jadi buatlah landing page Anda dengan lebih sederhana dan tidak membuat orang lain untuk banyak berpikir agar membelinya.

Gunakanlah kata-kata sakti pada produk Anda seperti “Edisi Terbatas”, “Limited Offer”, “Beli Sekarang sebelum kehabisan” dan lain sebagainya. Berikan kata-kata yang dapat lebih memacu bagi mereka untuk membeli dengan segera. Gunakan juga gambar-gambar yang dapat mempengaruhi emosi persona jenis ini.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

05Jun/18

STRATEGI MARKETING EFEKTIF DENGAN CARA MEMAHAMI BEBERAPA MODEL DARI KEPUASAN PARA PELANGGAN

Sangat jelas dalam teori ekonomi telah dijelaskan tentang dasar-dasar yang akan digunakan oleh seorang konsumen dalam melakukan alokasi dari sumber daya langka adalah dimana perbandingan antara kegunaan marginal dan harga dari setiap masing-masing produk akan menjadi sama.

kepuasan pelangganSemua konsumen akan membayar dengan harga yang sama. Sedangkan konsumen yang berani membayar lebih tinggi atau mahal akan mendapatkan manfaat yang lebih subjektif yang disebut dengan surplus konsumen. Surplus konsumen yaitu perbedaan antara kepuasan yang sudah diperoleh oleh para konsumen pada saat mengkonsumsi atau yang telah menggunakan barang tersebut dengan harga atau pembayaran yang memang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa semakin besar surplus dari para konsumen, maka akan menjadi semakin besar pula kepuasan dari para konsumen begitu pula dengan sebaliknya. Namun tetap masih terdapat perbedaan diantara suprlus konsumen dengan yang namanya kepuasan pelanggan. Karena, surplus konsumen hanya lebih mempertimbangkan dari segi kuantitas dan harga saja tanpa sama sekali mempertimbangkan dari beberapa aspek penting seperti kualitas, pelayanan, kemasan dan lain sebagainya dari produk atau jasa yang telah dikonsumsi oleh para pelanggan. Sehingga surplus para konsumen dalam teori mikro juga masih belum bisa dikatakan sebagai konsep kepuasan para pelanggan.

Pahami Terlebih Dahulu Apa Saja Model Dari Kepuasan Pelanggan

Berikut ini merupakan dua jenis model perspektif psikologi dari kepuasan para pelanggan, yaitu:

• Model Kognitif.

Penilaian dengan model seperti ini, yaitu dengan cara menilai perbedaan antara suatu kumpulan dari kombinasi atribut yang lebih dipandang ideal untuk setiap individu dan persepsinya tentang kombinasi dari atribut yang sebenarnya. Sehingga, indeks dari kepuasan pelanggan akan diukur dengan perbedaan antara yang ingin diwujudkan oleh para pelanggan dalam membeli suatu produk yang berupa barang atau jasa dan seperti apa yang sesungguhnya telah ditawarkan oleh pelanggan. Pada model jenis ini, kepuasan pelanggan hanya dapat dicapai dengan dua macam cara utama, yaitu dengan mengubah penawaran perusahaan yang sesuai dengan idealnya. Dan yang kedua adalah dengan meyakinkan pelanggan atau konsumen bahwa yang ideal itu juga masih belum tentu sesuai dengan kenyataan yan sebenarnya.

Model kognitif yang paling sering dijumpai adalah:

1. The Expectancy Disconfirmation Model.

Pada model jenis ini, terdapat dua macam variabel kognitif yang bisa sangat mempengaruhi kepuasan para pelanggan, yaitu prepurchase (expectation) adalah berupa keyakinan dari kinerja yang telah diantisipasi dari suatu produk atau jasa dan yang kedua adalah berupa disconfirmation, yaitu perbedaan antara harapan sebelum membeli dan setelah membeli.

Sedangkan dalam penilaiannya terdapat tiga macam model. Yaitu: apakah kinerja dari produk sudah melebihi dari apa yang selama ini telah diharapkan, apakah kinerja dari produk sama persis seperti apa yang diharapkan atau apakah kinerja produk bahkan menjadi lebih rendah dari yang pernah diharapkan.

2. Equity Theory.

Teori ini mengukur kepuasan seseorang dengan rasio hasil yang dapat diperolehnya dibandingkan dengan input yang telah digunakan, apakah dirasakan lebih fair atau adil? Atau dapat dikatakan bahwa orang akan merasa lebih puas apabila manfaat terhadap produknya sama dengan manfaat yang telah diperoleh oleh orang lain?

3. Attributin Theory.

Teori atribusi berhubungan dengan tentang bagaimana individu yang menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dan tentang bagaimana hal ini berkaitan dengan pemikiran mereka dan perilaku. Teori dari atribusi mengasumsikan bahwa orang dapat mencoba untuk menentukan mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan, yaitu, atribut yang menyebabkan terjadinya perilaku. Seseorang yang telah berusaha untuk memahami mengapa orang lain dapat melakukan sesuatu yang mungkin satu atau lebih dari atribut yang menyebabkan perilaku tersebut.

Terdapat tiga penyebab utama dari kegagalan atau keberhasilan suatu hasil, sehingga dapat diketahui produk tersebut memang cukup memuaskan atau tidak bagi para pelanggan, yaitu, Stabilitas, Locus of casuality dan controllability.

• Model Afektif.

Dari model jenis ini akan dapat diketahui bahwa penilaian para pelanggan atau konsumen terhadap barang atau jasa tidak semata-mata hanya didasarkan pada perhitungan secara rasional saja, namun juga harus berdasarkan dengan kebutuhan subjektif, aspirasi dan pengalaman. Model afektif jenis ini lebih menitik beratkan kepada tingkat aspirasi, perilaku belajar, emosi, perasaan spesifik, suasana hati. Terdapatnya fokus seperti ini yang bertujuan untuk dapat menjelaskan dan mengukur tingkat kepuasan dalam suatu kurun waktu.

Demikianlah jenis dari model-model kepuasan pelanggan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com