Tag Archives: Workshop pemasaran Palangkaraya

17Jul/18

STRATEGI MARKETING DENGAN MEMILAH-MILAH SEGMENTASI PASAR PELANGGAN BERDASARKAN HARGA PRODUK DAN KUALITASNYA

Sebagai seorang pengusaha, Anda akan semakin dihadapkan pada berbagai macam preferensi dan keinginan dari para konsumen yang terkait dengan permasalahan kualitas dan harga yang menurut pendapat konsultan marketing adalah sebagai salah satu hal yang paling sensitif bagi mereka. Perbedaan antara preferensi konsumen yang secara general dikarenakan adanya satu perbedaan antara segmen atau status ekonomi, yaitu:

preview0021. Golongan ekonomi pelanggan kelas atas.
2. Golongan perekonomian pelanggan kelas menengah.
3. Golongan perekonomian pelanggan paling bawah.

Memastikan ketika Anda membuat sebuah produk, maka Anda telah dengan jelas sudah mentargetkan bahwa produk Anda untuk jenis segmentasi pasar yang mana dan apakah sudah benar-benar sesuai dengan segmen tersebut? Hal seperti ini akan semakin menentukan apakah produk Anda dapat diterima atau tidak oleh pasar saat ini.

1. Golongan Segmentasi Pasar A.

Ketika Anda sudah membeli sebuah produk, maka segmen ini akan sangat memperhatikan kualitas terlebih dahulu yang mana sudah terlihat sangat jelas dari brand terkenal yang sudah sangat terjamin kualitasnya. Pada jenis produk seperti ini, harga tinggipun masih tetap akan disukai oleh jenis golongan ini. Harga akan menjadi nomer paling terakhir. Terlebih lagi jika diproduksi dengan sangat terbatas, harga akan semakin menjulang tinggi. Muncul berbagai macam persaingan gengsi untuk bisa saling berebut agar mendapatkan produk limited edition tersebut.

Namun jika Anda sebagai seorang pengusaha awal (startup), memang tidak mudah untuk pertamakali harus menembus pasaran jenis segmen seperti ini. Anda membutuhkan adanya permodalan yang lebih besar, waktu yang lebih lama untuk membangun kepercayaan, dan juga persaingan yang sangat ketat dengan brand-brand lain pemain lama yang sudah sangat terkenal terlebih dahulu sebelum brand Anda. Segmen A seperti ini biasanya adalah berupa golongan ekonomi kelas atas.

2. Golongan Segmentasi Pasar B.

Segmentasi ini bisa disebut sebagai konsumen pembanding (senang membanding-bandingkan). Mereka akan mencari produk-produk yang berkualitas baik namun tetap akan kembali menyesuaikan mana diantara kedua produk tersebut yang paling sesuai dengan harga yang bisa dia bayar. Mereka tidak terlalu dibutakan oleh gengsi, sebagian dari mereka mengetahui bahwa terdapat produk sejenis yang harganya lebih terjangkau  dan kualitasnya juga tidak kalah dengan yang memiliki brand terkenal. Mereka aka membandingkan diantara produk yang sejenis. Segmentasi B ini biasanya adalah konsumen dengan golongan perekonomian kelas menengah dan juga kelas atas.

3. Golongan Segmentasi Pasar C.

Konsumen jenis ini memang tidak terlalu memperhatikan kualitas. Mereka lebih senang untuk mencari produk-produk yang harganya bisa semurah mungkin disesuaikan kebutuhannya sendiri. Anda tidak membutuhkan biaya produksi yang terlalu tinggi untuk menyasar segmentasi pasar jenis ini. Segmentasi pasar C ini biasanya adalah dari golongan perekonomian kelas menengah ke bawah.

Pada dasarnya harga memang jarang berbohong. Yang konsultan marketing maksudnya adalah semakin tinggi harga juga menandakan bahwa produk tersebut mampu menawarkan kualitas yang jauh lebih baik daripada yang harganya biasa-biasa saja. Begitu pula sebaliknya. Namun bagi Anda yang seorang pengusaha, penentuan kualitas dan harga juga tetap membutuhkan adanya banyak pertimbangan, seperti halnya biaya produksi, link market, jenis produk, dan lain sebagainya.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

12Jul/18

STRATEGI MARKETING DALAM BERPROMOSI DENGAN MEMANFAATKAN GIFT (HADIAH) BERUPA MERCHANDISE KHSUSUS

Merchandise merupakan salah satu sarana terbaik dari salah satu strategi dalam berpromosi dan banyak digunakan pada berbagai aktivitas marketing. Menurut pengalaman konsultan marketing, strategi merchandising sendiri adalah berupa produk khusus yang memang dengan sengaja diberikan sebagai sebuah gift (hadiah) pada saat berpromosi. Produk merchandise dapat berupa pena, kaos, mug, atau benda-benda lainnya yang terkait dengan produk yang sudah dihasilkan oleh perusahaan Anda.

giftsSampai saat ini, memberikan merchandise masih tetap dianggap sebagai salah satu strategi yang paling efektif. Tidak sedikit diantara para konsumen yang lebih memilih produk tertentu hanya karena produk tersebut telah memberikan satu tambahan hadiah saja. Sebagai contohnya dalam memanfaatkan merchandise seperti ini adalah selain sebagai salah satu sarana untuk berpromosi juga dapat memberikan kepuasan tersendiri atau rasa bangga dari para konsumen yang sudah mendapatkannya, terlebih lagi jika merchandise tersebut adalah didapatkan dari perusahaan besar atau dari produk yang limited edition.

Bagaimana memanfaatkan program merchandise sebagai sarana dalam strategi marketing?

Sebenarnya menurut Anda bagimana para pelaku usaha dapat memanfaatkan merchandise sebagai salah satu bentuk penerapan dari strategi marketingnya dengan lebih maksimal? Berikut ini adalah penjelasannya:

1.Merchandise yang benar-benar sesuai dengan target marketnya.

Menentukan target pasar yang ingin dituju merupakan salah satu langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menyusun kegiatan berpromosi dan untuk memutuskan merchandise seperti apa yang ingin Anda berikan. Dengan cara mengetahui siapa dari target market Anda dan seperti apa yang mereka butuhkan, maka tentu saja Anda bisa memberikan merchandise yang lebih tepat dimana para konsumen dapat merasakan fungsinya  dengan lebih maksimal. Seperti contoh, jika yang menjadi target market Anda adalah anak-anak sekolah, maka dengan memberikan merchandise berupa buku-buku tulis, notes, atau alat-alat tulis adalah salah satu pilihan yang paling tepat.

2. Merchandise yang bermanfaat

Dalam menentukan produk merchandise yang nantinya akan diberikan, pertimbangkan kembali apakah produk tersebut memang membawa manfaat atau tidak sama sekali bagi konsumen. Sebaiknya Anda juga memberikan produk yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka. Seperti contoh pada poin pertama, yaitu berupa hadiah alat-alat tulis atau buku dapat langsung digunakan oleh anak sekolah dan menanamkan brand awareness terhadap bisnis Anda kepada mereka.

Contoh lainnya adalah yang paling sering kita temukan, yaitu menggunakan kaos sebagai sebuah merchandise. Mengapa harus kaos? Karena kaos juga dapat berfungsi sebagai sarana promosi berjalan yang dapat digunakan untuk jangka panjang. Karena itu berikan saja kaos dengan kualitas yang baik, desain menarik, dan juga tidak hanya menunjukkan merek atau produk Anda namun juga bisa digunakan dalam berbagai kesempatan dan banyak hal.

3.Merchandise untuk saat event khusus.

Menyesuaikan merchandise yang benar-benar sesuai dengan tren atau event yang sedang hits saat itu. Dengan mengikuti trend maka akan menjadi lebih mudah dalam menarik para konsumen, karena hal itu memang sedang booming. Misalnya, pada saat terdapat event-event seperti piala dunia, maka Anda bisa menyediakan merchandise seperti mug atau gantungan kunci dengan logo dari klub sepakbola. Dengan cara memberikan produk tersebut, maka peluang bagi para konsumen untuk menggunakan merchandise juga menjadi semakin besar.

4.Anggaran untuk berpromosi.

Memilih merchandise sebagai salah satu sarana pemasaran apabila dibandingkan dengan menggunakan media pamflet atau flyer tentunya membutuhkan budget yang tidak sedikit. Karenanya pertimbangkan hal tersebut dengan menyesuaikan dengan anggaran yang masih ada. Jangan sampai anggaran untuk berpromosi menjadi semakin tidak terkendali, sehingga malah semakin merugikan bisnis Anda.

Yang harus Anda ingat baik-baik adalah, jangan melakukan promosi yang setengah-setengah saja. Hanya karena ingin menghemat anggaran Anda, kualitas merchandise yang akan digunakan malah sangat rendah. Hal seperti ini akan membawa image yang lebih buruk terhadap usaha Anda. Ketika konsumen merasa benar-benar kecewa dengan barang yang berkualitas rendah, maka mereka tidak lagi akan percaya terhadap bisnis Anda.

Memberikan produk merchandise sebagai salah satu sarana untuk berpromosi dinilai lebih efektif dalam hal mendapatkan perhatian untuk para konsumen. Konsumen tidak hanya akan bisa menggunakan barang tersebut, namun juga akan selalu ingat dengan produk Anda. Brand awareness seperti inilah yang paling sering ditanamkan melalui produk-produk merchandise. Namun Anda juga harus tetap lebih bijak dalam mengalokasikan dana untuk pembuatan merchandise ini agar roda usaha Anda tidak menjadi semakin terhambat.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com