Tag Archives: Workshop pemasaran Denpasar

05Jun/18

STRATEGI MARKETING EFEKTIF DENGAN CARA MEMAHAMI BEBERAPA MODEL DARI KEPUASAN PARA PELANGGAN

Sangat jelas dalam teori ekonomi telah dijelaskan tentang dasar-dasar yang akan digunakan oleh seorang konsumen dalam melakukan alokasi dari sumber daya langka adalah dimana perbandingan antara kegunaan marginal dan harga dari setiap masing-masing produk akan menjadi sama.

kepuasan pelangganSemua konsumen akan membayar dengan harga yang sama. Sedangkan konsumen yang berani membayar lebih tinggi atau mahal akan mendapatkan manfaat yang lebih subjektif yang disebut dengan surplus konsumen. Surplus konsumen yaitu perbedaan antara kepuasan yang sudah diperoleh oleh para konsumen pada saat mengkonsumsi atau yang telah menggunakan barang tersebut dengan harga atau pembayaran yang memang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa semakin besar surplus dari para konsumen, maka akan menjadi semakin besar pula kepuasan dari para konsumen begitu pula dengan sebaliknya. Namun tetap masih terdapat perbedaan diantara suprlus konsumen dengan yang namanya kepuasan pelanggan. Karena, surplus konsumen hanya lebih mempertimbangkan dari segi kuantitas dan harga saja tanpa sama sekali mempertimbangkan dari beberapa aspek penting seperti kualitas, pelayanan, kemasan dan lain sebagainya dari produk atau jasa yang telah dikonsumsi oleh para pelanggan. Sehingga surplus para konsumen dalam teori mikro juga masih belum bisa dikatakan sebagai konsep kepuasan para pelanggan.

Pahami Terlebih Dahulu Apa Saja Model Dari Kepuasan Pelanggan

Berikut ini merupakan dua jenis model perspektif psikologi dari kepuasan para pelanggan, yaitu:

• Model Kognitif.

Penilaian dengan model seperti ini, yaitu dengan cara menilai perbedaan antara suatu kumpulan dari kombinasi atribut yang lebih dipandang ideal untuk setiap individu dan persepsinya tentang kombinasi dari atribut yang sebenarnya. Sehingga, indeks dari kepuasan pelanggan akan diukur dengan perbedaan antara yang ingin diwujudkan oleh para pelanggan dalam membeli suatu produk yang berupa barang atau jasa dan seperti apa yang sesungguhnya telah ditawarkan oleh pelanggan. Pada model jenis ini, kepuasan pelanggan hanya dapat dicapai dengan dua macam cara utama, yaitu dengan mengubah penawaran perusahaan yang sesuai dengan idealnya. Dan yang kedua adalah dengan meyakinkan pelanggan atau konsumen bahwa yang ideal itu juga masih belum tentu sesuai dengan kenyataan yan sebenarnya.

Model kognitif yang paling sering dijumpai adalah:

1. The Expectancy Disconfirmation Model.

Pada model jenis ini, terdapat dua macam variabel kognitif yang bisa sangat mempengaruhi kepuasan para pelanggan, yaitu prepurchase (expectation) adalah berupa keyakinan dari kinerja yang telah diantisipasi dari suatu produk atau jasa dan yang kedua adalah berupa disconfirmation, yaitu perbedaan antara harapan sebelum membeli dan setelah membeli.

Sedangkan dalam penilaiannya terdapat tiga macam model. Yaitu: apakah kinerja dari produk sudah melebihi dari apa yang selama ini telah diharapkan, apakah kinerja dari produk sama persis seperti apa yang diharapkan atau apakah kinerja produk bahkan menjadi lebih rendah dari yang pernah diharapkan.

2. Equity Theory.

Teori ini mengukur kepuasan seseorang dengan rasio hasil yang dapat diperolehnya dibandingkan dengan input yang telah digunakan, apakah dirasakan lebih fair atau adil? Atau dapat dikatakan bahwa orang akan merasa lebih puas apabila manfaat terhadap produknya sama dengan manfaat yang telah diperoleh oleh orang lain?

3. Attributin Theory.

Teori atribusi berhubungan dengan tentang bagaimana individu yang menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dan tentang bagaimana hal ini berkaitan dengan pemikiran mereka dan perilaku. Teori dari atribusi mengasumsikan bahwa orang dapat mencoba untuk menentukan mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan, yaitu, atribut yang menyebabkan terjadinya perilaku. Seseorang yang telah berusaha untuk memahami mengapa orang lain dapat melakukan sesuatu yang mungkin satu atau lebih dari atribut yang menyebabkan perilaku tersebut.

Terdapat tiga penyebab utama dari kegagalan atau keberhasilan suatu hasil, sehingga dapat diketahui produk tersebut memang cukup memuaskan atau tidak bagi para pelanggan, yaitu, Stabilitas, Locus of casuality dan controllability.

• Model Afektif.

Dari model jenis ini akan dapat diketahui bahwa penilaian para pelanggan atau konsumen terhadap barang atau jasa tidak semata-mata hanya didasarkan pada perhitungan secara rasional saja, namun juga harus berdasarkan dengan kebutuhan subjektif, aspirasi dan pengalaman. Model afektif jenis ini lebih menitik beratkan kepada tingkat aspirasi, perilaku belajar, emosi, perasaan spesifik, suasana hati. Terdapatnya fokus seperti ini yang bertujuan untuk dapat menjelaskan dan mengukur tingkat kepuasan dalam suatu kurun waktu.

Demikianlah jenis dari model-model kepuasan pelanggan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

01Jun/18

KONSEP-KONSEP INTI YANG TERDAPAT DALAM KEGIATAN MARKETING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH PARA MARKETER

Konsep-konsep tentang marketing pada sangat penting untuk dipahami oleh seluruh marketer yang ingin kegiatan marketingnya agar dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Marketing sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah kombinasi antara berbagai aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan satu dengan yang lain agar dapat mengetahui apa saja yang banyak dibutuhkan oleh konsumen, sehingga perusahaan akan dapat mengembangkan produk, harga, pelayanan dan mampu melakukan promosi dalam rangka untuk memenuhi apapun kebutuhan para konsumen dan bisa mendapatkan keuntungan.

Konsep-marketing-KONSUMEN-Setiap-produk-memiliki-kemampuan-yangMarketing sendiri akan sangat membantu konsumen untuk menentukan produk apa saja yang mereka butuhkan berdasarkan faktor-faktor tertentu seperti halnya kualitas, waktu membeli, dan tempat membeli. Selain itu juga konsumen dapat dijadikan sebagai sarana informasi untuk menunjang kegiatan marketing yang lebih tepat oleh para para pelaku bisnis.  Sehingga dengan strategi marketing yang lebih tepat, maka akan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih maksimal bagi perusahaan.

Agar dapat melakukan konsep marketing yang lebih tepat, maka Anda sebagai calon maupun sudah menjadi pelaku bisnis sangat perlu kiranya untuk mengetahui bagaimana konsep marketing yang sebenarnya.

1. Nilai, biaya dan kepuasan konsumen.

Konsep pemasaran yang terkait dengan nilai, biaya dan kepuasan seperti ini pada dasarnya juga masih tergantung dari sisi individu masing-masing yang terkait dengan konsumen terhadap produk yang sedang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Yang mana kebutuhan dari masing-masing konsumen tidak dapat disama ratakan semuanya. Selain itu juga pada setiap masing-masing produkpun juga memiliki tingkat pemenuhan kebutuhan yang juga berbeda-beda. Sehingga hal-hal seperti ini juga masih tergantung dari pihak konsumen itu sendiri dalam menilai, dan menjadikan pertimbangan bagi pihak produsen atau para pelaku bisnis dalam menciptakan produk yang akan mereka ditawarkan.

2. Pertukaran dan transaksi.

Pada kegiatan marketing, biasanya terdapat adanya suatu kesepakatan yang telah disetujui bersama dalam melakukan pertukaran, baik itu dalam bentuk uang maupun dengan produk atau produk dengan produk lain. Sehingga ketika pertukaran tersebut telah sama-sama disetujui, maka akan melakukan transaksi seperti misalnya pada transaksi pembelian.

3. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Dalam kehidupan sehari-hari sangat penting artinya untuk mampu membedakan mana itu kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia merupakan suatu ketidakadaan dari beberapa rasa yang sudah merasa tercukupi dan yang paling mendasar yang jika tidak bisa terpenuhi, maka dapat berakibat sangat fatal, seperti manusia yang sangat membutuhkan sandang, pangan dan papan serta ada juga kebutuhan lainnya seperti kemanan, kenyamann dan lain sebagainya. Yang mana berbagai kebutuhan tersebut tidak dapat diciptakan oleh masyarakat maupun dari pasar itu sendiri, akan tetapi ia merupakan suatu rangkaian hakikat secara biologis dan kondisi atau keadaan dari seseorang itu sendiri. Selain itu manusia juga akan selalu menginginkan berbagai macam hal agar dapat merasa tercukupi walaupun jika tidak terpenuhi juga tidak menimbulkan permasalahan yang lebih fatal seperti keinginan untuk berrekreasi atau berwisata, pendidikan dan berbagai macam jenis jasa untuk menunjang kehidupannya.

4. Hubungan dan jaringan.

Dalam konsep marketing yang sebenarnya terdapat adanya istilah hubungan yang merupakan transaksi untuk memenuhi kebutuhan dari pihak-pihak yang terkait seperti para konsumen, pemasok dan juga penyalur. Yang mana tujuan dari hal itu adalah untuk mempertahankan bisnisnya dalam waktu jangka panjang. Sedangkan hasil dari marketing hubungan tersebut untuk mengembangkan berbagai macam jenis aset yang dimiliki oleh perusahaan yang biasa disebut dengan jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran biasanya terdiri dari perusahaan dan pihak-pihak yang memiliki hubungan seperti yang telah disingung sebelumnya, yaitu para konsumen, para karyawan, pemasok, penyalur, dan lain sebagainya.

5. Pasar (Market).

Dalam konsep marketing terdapat pasar yang terdiri dari para pembeli atau konsumen yang memiliki kebutuhan, dan kebutuhan tersebut masih tersedia serta mampu dalam melaksanakan pertukaran nilai, sehingga dapat juga terjadi transaksi untuk memenuhi kebutuhannya. Ukuran pasar juga masih tergantung dari jumlah konsumen yang ingin memenuhi kebutuhannya dan memiliki sumber daya untuk ditukarkan dengan apa yang para konsumen butuhkan.

6. Pemasar dan para calon pembelinya.

Dalam konsep marketing terdapat pemasar atau marketer dan para calon pembeli. Yang mana marketer inilah yang akan mencari para calon-calon pembeli potensial yang sekiranya ingin memenuhi kebutuhannya, sehingga akan dapat melakukan pertukaran nilai maupun transaksi. Para calon pembeli sendiri merupakan seseorang yang akan diidentifikasi oleh si marketer dan cukup memungkinkan untuk melakukan transaksi dalam memenuhi apapun kebutuhannya.

7. Produk.

Dalam konsep marketing, produk merupakan penawaran yang dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori produk, yaitu: barang, jasa, dan gagasan atau ide. Semua produk yang telah dihasilkan oleh produsen akan menjadi sesuatu yang bisa untuk ditawarkan kepada para konsumen agar dapat memenuhi apapun kebutuhan mereka.

Demikianlah penjelasan tentang konsep-konsep penting tentang marketing yang perlu Anda ketahui, sebagai seorang marketer agar dapat lebih memaksimalkan kegiatan marketing nya. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com