Tag Archives: trainer marketing

12Jun/18
Selamat Idul Fitri 2018_Groedu

FUNGSI-FUNGSI PENTING KEGIATAN PROSES MARKETING BAGI INTERNAL ORGANISASI PERUSAHAAN

Selamat Idul Fitri 2018_GroeduApakah para pembaca sekalian sudah benar-benar mengetahui tentang apa saja fungsi sebenarnya dari departemen marketing dalam internal perusahaan? Nah, kali ini Trainer pemasaran akan menjelaskan dengan lebih mendetail tentang seperti apa fungsi sebenarnya dari departemen marketing pada organisasi internal perusahaan.

Karena begitu pentingnya kegiatan marketing ini bagi perusahaan yang mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup bagi perusahaan untuk kedepannya. Konsep marketing sendiri merupakan suatu proses kegiatan dalam upaya agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan para konsumen dengan berbagai cara seperti halnya membuat produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan dan diharapkan oleh para konsumen, menentukan harga, tempat penjualan dan melakukan promosi produk tersebut.

Atau marketing dapat pula dikatakan sebagai suatu kombinasi-kombinasi antara aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan agar bisa mengetahui seperti apa yang dibutuhkan oleh para konsumen, sehingga perusahaan akan dapat mengembangkan produk, harga, pelayanan dan melakukan promosi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari mereka.

Sehingga dari definisi marketing tersebut menurut Trainer pemasaran memang memiliki kaitan hubungan yang sangat erat dengan suatu aktivitas dari kehidupan sehari-hari.  Yang mana seperti kita ketahui bersama bahwa dari pihak yang sebagai konsumen juga lebih sering dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti memilih merk dari produk tertentu yang hendak dibeli yang sesuai dengan kebutuhannya, dimana dia akan membelinya dan menentukan waktu maupun kualitas pada saat akan melakukan pembelian. Jadi sebagai pihak konsumen bisa juga dijadikan sebagai bahan informasi yang banyak dibutuhkan bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan marketingnya.

Dengan adanya hal seperti itu, maka pihak konsumen jgua tidak perlu lagi harus memenuhi kebutuhannya sendiri, para konsumen hanya cukup melakukan pertukaran dengan para para pelaku bisnis atau juga para marketing agar bisa memenuhi berbagai kebutuhannya yang berupa beberapa produk maupun kebutuhan jasa. Sehingga secara tidak langsung dengan cara melakukan kegiatan marketing dengan lebih optimal maka akan dapat menghasilkan pemasukan bagi perusahaan yang juga lebih maksimal. Kemudian jika hal seperti itu sudah benar-benar terjadi, maka sangat tidak mengherankan jika perusahaan akan menjadi semakin berkembang dengan sangat pesat.

Dari berbagai penjelasan informasi di atas, maka kegiatan marketing memang harus tetap  selalu diperhatikan oleh perusahaan, yang mana perusahaan juga harus memaksimalkan kegiatan marketingnya. Sebagai upaya untuk mendukung dalam memaksimalkan kegiatan marketing, maka para pelaku bisnispun juga harus mengetahui seperti apa sebenarnya fungsi dari marketing tersebut.

maxresdefaultBerikut ini merupakan beberapa poin-poin penjelasan yang terkait dengan fungsi marketing yang sebenarnya bagi perusahaan:

1. Berfungsi sebagai media pertukaran.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa dalam hal melakukan kegiatan marketing, pihak konsumen hanya perlu untuk melakukan pertukaran dengan para pelaku marketing atau dari pihak produsen dalam upaya untuk memenuhi segala kebutuhannya. Yang mana konsumen dapat membeli produk yang berasal dari produsen dengan cara menukar uang dengan produk maupun melakukan pertukaran produk dengan produk untuk digunakan sendiri atau untuk dijual kembali.

2. Sebagai fungsi distribusi fisik.

Dari proses dstribusi fisik pada produk yang dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk tersebut. Yang mana produk dari produsen yang nantinya diharapkan akan dapat memenuhi apa saja kebutuhan dari para konsumen tersebut yang telah di distribusikan melalui berbagai macam cara. Kemudian akan dilakukan penyimanan produk dan untuk menjaga stok produk tersebut agar bisa tetap dapat memenuhi berbagai kebutuhan dari para konsumen, sehingga tidak sampai harus mengalami kekurangan pada saat-saat sangat dibutuhkan.

3. Berfungsi sebagai perantara.

Kegiatan marketing merupakan kegiatan sebagai media perantara untuk menyampaikan produk dari para produsen terhadap para konsumen yang menghubungkan antara aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik. Yang mana pada aktivitas dari fungsi perantara seperti ini, misalnya adalah berupa pembiayaan, pencarian informasi, pengelompokan produk-produk, dan lain sebagainya.

Selain berupa fungsi-fungsi seperti di atas, maka pross marketing juga memiliki fungsi-fungsi lain yang murni dari divisi marketing itu sendiri, seperti:

• Divisi marketing yang juga berperan sebagai sales.

Divisi marketing yang berperan sebagai sales memiliki maksud bahwa tugas utama dari marketing biasanya adalah untuk menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara melakukan penawaran dan penjualan terhadap berbagi produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan.

• Divisi marketing yang berperan sebagai media promosi.

Divisi marketing yang berperan sebagai media promosi ini bertujuan agar marketing dapat berfungsi untuk lebih memperkenalkan perusahaan dan produk yang telah dihasilkannya terhadap masyarakat luas, sehingga perusahaan dan produknya dapat menjadi lebih dikenal.

• Divisi marketing sebagai sebuah riset dan pengembangan agar bisa menguasai pasar.

Divisi marketing berperan sebagai sebuah riset dan pengembangan perusahaan yang memiliki maksud bahwa marketing dapat berfungsi sebagai penyerap berbagai macam jenis informasi dan harus langsung menyampaikannya kepada perusahaan yang berhubungan tentang segala sesuatu yang dapat bermanfaat untuk mendukung dalam upaya untuk peningkatan kualitas produk peningkatan penjualan produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan.

• Marketing yang berperan sebagai perwujudan dari konsep marketing communication.

Fungsi marketing yang berperan aktif sebagai perwujudan dari konsep marketing communication yang memiliki maksud bahwa marketing yang juga dapat berperan aktif dalam membuat atau dengan menjalin hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat atau perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.

Pada dasarnya kegiatan marketing bukanlah tentang bagaimana dalam menjual produk yang pernah ditawarkan, namun tentang lebih kepada bagaimana dalam mendapatkan konsumen baru dan lalu masih tetap mempertahankan konsumen lama.

Nah, demikianlah beberapa penjelasan yang terkait dengan permasalahan fungsi marketing pada perusahaan yang diharapkan akan dapat membantu Anda sebagai seorang pelaku bisnis, baik itu adalah seorang pebisnis produsen maupun dari para praktisi marketing agar dapat lebih meningkatkan kegiatan dari proses marketing dalam dunia bisnis. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian, terimakasih dan salam sukses dari Trainer pemasaran.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

23Sep/17

SEPUTAR GAYA KOMUNIKASI MENYESUAIKAN DENGAN LIFESTYLE PARA KONSUMEN

Menurut Anda bagaimana komunikasi yang dapat menyesuaikan dengan lifestyle konsumen? Kita ambil contoh sederhana seperti merek obat Combiphar yang memiliki cara jeli dalam mengemas komunikasi untuk produk andalannya, obat tetes mata Insto. Produk ini lebih banyak dikomunikasikan dengan cara yang unik, segar, serta begitu efektif guna menyasar segmen market potensialnya. Seperti apa strateginya?

Komunikasi-PemasaranBerbicara tentang pasar obat tetes mata (eye drop) di Tanah Air, potensinya sebenarnya sangatlah besar. Bayangkan saja, nilainya diluar dugaan bisa mencapai angka Rp.350 miliar per tahunnya. Namun sayangnya, pasar seperti ini lebih sering dianggap sebelah mata oleh para pemasar. Bukan hanya karena jumlah pemainnya yang lebih sedikit, akan tetapi juga karena penggunaan obat tetes mata masih belum terlalu populer di tengah-tengah masyarakat. Lalu siapa sebenarnya yang menjadi pionir utama dan begitu kreatif dalam mengedukasi pasar? Maka dialah pemenang sesungguhnya.

Hal inilah yang sudah terjadi pada Insto. Brand obat tetes mata yang secara resmi diakuisisi oleh Combiphar sejak tahun 2014 silam ini semakin gencar dalam mengkampanyekan product knowledge-nya. Fakta bahwa 9 dari 10 orang di Indonesia suudah pasti pernah mengalami iritasi mata ringan atau mengalami mata merah. Sayangnya baru 1 dari 9 orang tersebut yang menggunakan obat tetes mata.

Daripada di luar negeri, penetrasi obat tetes mata di Indonesia terbilang masih sangat rendah. Banyak orang yang belum menggunakannya karena kesan takut dan belum terbiasa. Oleh karena itulah mereka semakin menggencarkan pada sisi komunikasi yang lebih kreatif.

Sebenarnya target market dari Insto adalah para konsumen yang mengalami iritasi mata ringan dan mata kering serta mata merah. Berdasarkan occasion-nya mereka terbagi menjadi tiga, yakni pengendara motor, mereka yang seringkali berlama-lama memandang layar gadget, serta para pelajar yang membaca dengan durasi telalu lama. Namun, tidak menutup kemungkinan obat tetes mata seperti ini digunakan oleh konsumen occasion yang lain, misalnya ibu rumah tangga saat terkena asap memasak, saat saat berenang, ataupun terkena asap rokok. Sementara dari rentang usia, konsumen Insto lebih banyak didominasi oleh segmen muda antara usia 18─28 tahun dengan karakteristik mobile dan pada usia produktif.

Tentang strategi komunikasi, Insto melakukan optimalisasi pada segala lini, termasuk channel digital. TVC dengan penekanan jingle yang menarik telah dipilih sebagai bahasa komunikasi terbaik. Sebenarnya, penggunaan jingle akan mampu memberikan kesan yang lebih santai dan ringan, sehingga menjauhkan Insto dari kesan obat farmasi yang begitu mengerikan bagi mata. Sementara untuk ranah digital, lebih banyak dilakukan dengan membuat video pada iklan Youtube.

Mengingat konsumen terbesarnya adalah pada segmen youth, maka Insto pun menyesuaikan tentang cara penyampaiannya dengan lifestyle target marketnya. Akun seperti media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram pun tak pernah luput dari engagement Insto. Interaksi yang paling sering dilakukan adalah membuat kontes foto dengan lebih dari 40 ribu follower-nya.

Segala bentuk komunikasi ATL tersebut juga diikuti dengan aktivitas BTL bertajuk “Buka Insto Let’s Go” yang memanfaatkan momentum Lebaran. Buka Insto Let’s Go yang lebih menyasar para pemudik yang mengalami iritasi mata ringan serta mata lelah karena terlalu lama berkendara. Selain komunikasi, salah satu kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar obat tetes mata adalah ketersediaan produk. Meskipun pasar seperti ini hanya lebih banyak didominasi oleh tiga brand besar, bukan berarti minim tantangan.

Konsumen untuk kategori obat tetes mata memiliki loyalitas yang begitu rendah daripada produk-produk farmasi lainnya. Jadi harus disiasati dengan inovasi produk, availability, dan distribusi yang lebih baik. Secara ingredient, isi dari semua obat tetes mata adalah sama. Namun, Insto memiliki keunggulan melaui dua varian produknya, yaitu: Insto untuk mata merah dan Insto untuk mata kering. Hal inilah yang dinilai sebagai diferensiasi tersendiri daripada milik para kompetitor. Dari sisi distribusi, Insto juga telah banyak menjangkau modern market dan traditional market secara Nasional.

Kolaborasi antara campaign yang begitu menyeluruh, distribusi, dan inovasi produk tersebut membawa titik cerah bagi brand Insto. Target sales misalnya, pada tahun 2015 yang lalu telah berhasil mencapai 105%, bertumbuh menjadi 59% dari tahun 2014. Sementara market share-nya pun semakin melonjak dari 44,1% pada awal tahun 2016 yang menjadi 48,6% (sampai sekarang).

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com