Tag Archives: Pelatihan pemasaran Balik papan

15Jan/18

TIPS UNTUK PEMBUKUAN SEDERHANA DAN PRAKTIS BAGI JENIS USAHA FASHION

Tidak pernah ada habisnya rasa kebutuhan manusia akan sandang atau berupa pakaian ini menjadikan suatu ladang bisnis tersendiri yang tidak pernah surut dari para peminatnya. Terlebih lagi untuk jenis tren-tren dari mode fashion yang begitu dinamis, cepat berubah yang semakin mendorong untuk menjamurnya para pelaku usaha pada bidang fashion yang sedikit banyak akan dapat memberikan keuntungan yang sangat besar.

urlSeorang yang ingin menjalankan bisnis fashion seperti ini hendaknya tidak boleh hanya lebih berfokus dalam hal memilih mode yang sedang tren saja, namun juga harus lebih memperhatikan alur keuangan dari usaha dan persediaan. Pencatatan keuangan atau pembukuan dari jenis usaha fashion seperti ini juga memiliki peran yang vital dalam hal laju dari perputaran roda usaha. Pencatatan keuangan serta inventory yang terlalu buruk juga dapat mengakibatkan terjadinya kerugian usaha yang sangat besar.

Apabila jenis usaha yang sedang dijalankan masih dalam tahap pemula (starter), maka Anda dapat menggunakan pembukuan yang lebih sederhana dengan jalan menggunakan tiga macam jenis buku untuk proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian, seperti:

1. Buku pemesanan (Order book).

Buku ini berfungsi untuk mencatat berbagai pesanan yang telah masuk serta nominal kas yang nantinya akan dibayarkan oleh si pembeli. Dalam buku order yang dibagi menjadi beberapa macam kolom yang digunakan untuk mencatat hal-hal seperti:

• No.
• Nama pelanggan.
• Tanggal order.
• Tanggal bayar.
• Nominal yang akan dibayarkan.

Setiap bulan, total dari penjualan akan dihitung sebagai informasi tentang jumlah pendapatan yang akan diterima dalam buku tersebut. Jumlah pemasukan yang sudah tercantum bukanlah merupakan keuntungan usaha yang sebenarnya karena dalam pemasukan tersebut juga terdapat pemasukan hal-hal lainnya selain penjualan.

2. Buku pengeluaran.

Digunakan khusus untuk mencatat semua jenis pengeluaran dalam satu bulan. Seperti halnya pada buku order, setiap bulan Anda harus menghitung berapa besar total dari pengeluaran, misalnya pengeluaran untuk membayar biaya gaji, membeli benang, dan lain sebagainya.

3. Buku stok.

Apakah bisnis Anda hanya sebatas untuk menjual atau memproduksi pakaian, Anda tetap membutuhkan adanya buku stok untuk mencatat inventorynya. Misalnya jenis usaha Anda memproduksi baju, maka Anda juga memiliki stok berupa lembaran kain. Kain seperti inilah dalam istilah akuntansi yang dianggap sebagai salah satu asset yang setara dengan jumlah uang yang Anda miliki saat ini. Apabila terjadi selisih antara stok dengan buku catatan, maka selisih tersebut merupakan kerugian yang mungkin saja dapat sangat mempengaruhi keuntungan Anda. stok barang yang memiliki nilai rupiah yang kemudian akan dapat digunakan sebagai dasar utama dalam menentukan HPP perusahann.

Dari catatan yang sudah Anda buat pada ketiga buku tersebut, maka Anda dapat memprediksikan seberapa besar laba yang nantinya akan didapatkan pada bulan tersebut dengan cara menggunakan rumus berikut:

Laba = total pemasukan – total pengeluaran.

Laba yang nantinya akan Anda dapatkan tersebut merupakan laba kotor. Dari laba inilah akan dapat Anda gunakan sebagai modal untuk proses pengembangan usaha selanjutnya.

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

 

12Jan/18

TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MARKETING LIFE CYCLE (SIKLUS DAUR HIDUP PEMASARAN)

Seringkali kita temukan, bahwa seseorang memilki banyak sekali ide-ide untuk memulai sebuah usaha. Mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dan semakin meledak-ledak dalam mengeksekusi ide-idenya tersebut dan malah terlalu larut pada eforia dalam hal menjalankan usahanya. Namun dalam perjalanan usahanya, baru dirasakan atau telah ditemui banyak sekali hal yang terjadi diluar perencanaanya. Maka salah satu permasalahan yang banyak sekali dihadapi adalah untuk menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat. Pemasaran itu sendiri juga ternyata memiliki daur hidup (life cycle) yang harus diketahui oleh para pelaku usaha.

LCM_Infographic-Final-21Life cycle pemasaran atau bisa dibilang sebagai siklus hidup pemasaran merupakan suatu kampanye pemasaran dan penjualan dalam upaya yang dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Pada prinsipnya untuk siklus hidup pemasaran ini terdiri dari tiga macam tahapan, yaitu:

1. Attract (Menarik).

Menentukan target pasar dan harus lebih berfokus kepada pasar yang sedang dituju adalah hal yang sangat krusial. Karena dengan jalan mengetahui segmen yang ingin dituju, maka Anda akan dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat, sehingga tingkat efisien dalam hal penggunaan anggaran promosi akan menjadi lebih baik dan tepat sasaran. Target market yang lebih spesifik akan sangat membantu Anda dalam mengevaluasi alasan mengapa mereka ingin membeli sebuah produk dan akan mengelompokkannya berdasarkan minat yang sama.

Setelah mampu menentukan siapas saja yang nantinya akan menjadi target konsumen, maka langkah selanjutnya Anda harus mencari tahu dimana mereka seringkali datang untuk mendapatkan produk dari Anda. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan tentang berbagai kemudahan dari akses tersebut adalah berupa lokasi, cara pembelian (online/offline, melalui aplikasi), event promo, dan lain sebagainya. Setelah mengetahui tentang bagaimana mereka dapat mengakses produk-produk Anda, maka Anda akan dapat menentukan seputar upaya pemasaran dari lokasi yang sesuai dengat target pasar Anda.

Pada saat Anda telah sukses menarik minat dari para customer, maka tentunya Anda juga ingin memastikan bahwa konsumen akan semakin terus mengingat Anda. hal ini masih dapat Anda lakukan dengan cara memberikan nilai tambah pada produk atau jasa Anda sepeti halnya full support, memberikan gift atau complementary. Konsumen tidak hanya akan semakin mengingat produk dari Anda, namun mereka juga akan mengingatnya sebagai bentuk untuk membangun kepercayaan antara Anda dengan para konsumen.

2. Sell (Menjual).

Pada fase ini konsumen memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail tentang produk Anda. Mereka akan melakukan survey terlebih dahulu sebelum akhirnya akan memutuskan untuk membeli produk dari Anda, yang mana permasalahan harga dan nilai yang menjadi perhatian khusus bagi mereka. Strategi dalam berpromosi yang dinilai paling efektif adalah dengan jalan menempatkan produk Anda sebagai pilihan yang diinginkan pada saat konsumen sudah merasa siap untuk melakukan pembelian. Anda bisa melakukan hal itu dengan cara memahami tentang apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka dan kemudian akan melakukan edukasi terhadap para konsumen. Melalui proses edukasi itulah maka para konsumen akan lebih memperhatikan brand Anda dan merasa lebih termotivasi untuk membelinya.

Setelah para konsumen sudah mulai jatuh hati dengan brand produk Anda, maka langkah selajutnya adalah Anda akan dapat mengestimasi saat terbaik untuk memberikan penawaran khusus. Penawaran khusus yang dimaksudkan disini adalah untuk semakin mempermudah proses penjualan Anda dengan proses pembelian para konsumen. Pada saat konsumen sudah melakukan closing penjualan, maka proses tersebut tidak hanya sebatas kepada penerimaan uang atau barang saja. Namun tidak akan menutup kemungkinan akan adanya beberapa kesepakatan atau hal yang harus segera dinegosiasikan untuk selanjutnya.

3. Produk dan layanan yang lebih istimewa.

Persaingan dunia usaha yang semakin ketat saat ini, semakin menuntut para pelaku usaha untuk berusaha lebih keras lagi dalam mempertahankan bisnisnya dengan cara membuat berbagai inovasi yang menjadikan produknya semakin unik dan berbeda dari para kompetitornya. Menyajikan produk yang lebih unik dan menarik, layanan yang lebih istimewa, dan memberikan nilai tambah yang bisa melampaui harapan mereka, akan menjadikan para konsumen merasa enggan untuk berpindah ke brand dari produk lain dan mereka tidak akan segan-segan untuk mereferensikan produk Anda kepada rekan-rekannya.

Dengan cara mengetahui life cycle dari marketing, maka Anda dapat mempersiapkan perencanaan pemasaran dengan cara yang lebih mendetail, lebih fokus, dan efektif dan efisien. Tentunya Anda juga harus melakukan evaluasi secara berkala untuk selalu mereview  seputar efektivitas dari strategi yang sedang Anda jalankan.

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com