Tag Archives: marketing communications

11Feb/19

SEMAKIN MENJAMURNYA TREN-TREN MARKETING COMMUNICATIOAN BARU DITAHUN 2019 INI

Pada 2018 lalu sempat ada World Cup Russia dan Asia Games yang banyak digunakan sebagai kesempatan emas bagi brand sebagai sebuah momentum marketing, selain daripada momentum hari-hari besar keagamaan yang lebih banyak mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.

Namun untuk tahun ini sendiri tidak terlalu banyak momentum yang bisa digunakan. Selain dari hari raya Imlek dan menjelang Hiruk-pikuk kampanye politik jelang Pemilu serentak Presiden dan Legislatif pada April 2019 mendatang tampaknya tidak akan terlalu banyak mempengaruhi komunikasi dari pemasaran brand-brand di Indonesia.

Brand-brand untuk tahun ini akan lebih intens dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien. Mereka akan berupaya untuk bergerak lebih cepat, tepat dan tajam dalam menganalisis tentang bagaimana situasi untuk menghasilkan konten yang lebih relevan dan dalam kontekstual dengan yang sedang banyak dialami oleh para konsumen. Berikut adalah merupakan beberapa trend-trend Marketing Communications dari konsultan marketing di tahun 2019 ini.

1. Munculnya tuntutan yang semakin lebih tinggi terhadap sebuah kecepatan.

Konsumen akan semakin menuntut adanya kecepatan respon yang harus diberikan oleh brand, terutamanya adalah ketika mereka berhubungan secara online, baik dalam hal transaksi komersial maupun sosial. User Interface akan menjadi media komunikasi terbaik yang semakin krusial bahkan akan menentukan loyalitas tidaknya para konsumen.

2. Semakin menguatnya Mobile Content.

Jumlah pengakses internet melalui dundia digital akan semakin meningkat dengan signifikan, hampir untuk semua jenis fungsi komunikasi. Peningkatan semacam ini akan menjadikan para pemilik brand akan menempatkan mobile channel sebagai salah satu titik sentral utama untuk berkomunikasi dalam bidang pemasaran.

3. Semakin menguatnya penggunaan Machine Learning dan Artificial Intelligent.

Machine Learning dan Artificial Intelligent akan menunjukkan ketajamannya dalam hal personalization/customization. Platform yang berbasis Search dan Conversation akan menjadi semakin pintar dalam membaca bagaimana pola dari target pasar, bukan hanya pada teks, namun juga pada intensi-intensi perilaku pembelian untuk ke depannya.

4. Menguatnya Dynamic Content dan Contextual Content.

Akibat dari semakin kuatnya fungsi-fungsi artificial intelligent dan machine learning, maka akan semakin banyak brand-brand yang mampu dalam berkomunikasi secara lebih cepat, tepat dan tajam. Relevan dengan bagaimana konteks yang sedang dialami oleh para konsumen saat ini.

5. Dari Communication Design kepada Customer Experience Design.

Dari sudut pandang perancangan komunikasi pemasaran akan menjadi semakin bergeser secara signifikan dari sekadar hanya “berkomunikasi” menjadi “berinteraksi” dalam berbagai macam bentuk dari berbagai contact point. Masing-masing contact point akan menjadi semakin memiliki keunikannya tersendiri dan membutuhkan treatment yang khusus.

6. Customer Journey akan menjadi semakin dinamis.

Data-data yang menjadi semakin cepat, kuat dan lebih detail dari search engine, e-commerce dan platform social network, ditambah lagi dengan semakin beragamnya volume penawaran akan menjadikan para customer journey menjadi semakin lebih dinamis dan kompleks.

7. Semakin berlipatnya Content Visual, Video dan juga Simbol.

Semakin menguatnya berbagai infrastruktur internet dan semakin terjangkaunya harga data, semakin lebih memungkinkan bagi lalu lintas data-data visual dan video semakin mudah untuk dinikmati. Selain dari brand-brand akan menjadi semakin banyak untuk memproduksi content, crowd content juga akan menjadi semakin tumbuh dan berkembang.

8. Integrasi menggunakan data-data dan Automation yang menjadi semakin massif jika diterapkan.

Basic commercial brand data dan third party data akan lebih banyak digunakan secara lebih intensif dan meluas. Di waktu yang sama, personalisasi dalam bentuk dynamic content/contextual content akan menjadi semakin banyak diproduksi.

9. Privacy, Etika dan Brand Safety akan muncul Sebagai Concern terbaru.

Semakin meningkatnya praktek-praktek komunikasi yang sudah berbasis data, akan memunculkan masalah baru dalam hal perlindungan privasi konsumen yang selama ini belum diatur secara jelas. Sementara dari wilayah brand, penyebaran content dan pesan juga masih belum sepenuhnya aman, terutamanya adalah masalah tentang jaminan bahwa programmatic advertising akan mulai menyasar secara lebih tepat di channel-channel seperti yang sudah ditargetkan sesuai dengan brand valuenya.

10. Social Causes akan menjadi permasalahan baru yang lebih strategis.

Telah meleburnya wilayah komersial dengan wilayah sosial dan semakin meningkatnya kebutuhan interaksi dari brand pada social network akan semakin memaksa brand tersebut untuk menambah narasinya agar selalu bersentuhan dengan issue-issue sosial. Perebutan thema sosial dan perancangan narasi sosial akan menjadi semakin meramaikan dunia komunikasi pemasaran saat ini. Jika Anda merasa lebih tertarik untuk strategi-strategi marketing atau berupa pelatihan marketing lainnya, Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda semua. Selamat mencoba dan semoga sukses.

23Sep/17

SEPUTAR GAYA KOMUNIKASI MENYESUAIKAN DENGAN LIFESTYLE PARA KONSUMEN

Menurut Anda bagaimana komunikasi yang dapat menyesuaikan dengan lifestyle konsumen? Kita ambil contoh sederhana seperti merek obat Combiphar yang memiliki cara jeli dalam mengemas komunikasi untuk produk andalannya, obat tetes mata Insto. Produk ini lebih banyak dikomunikasikan dengan cara yang unik, segar, serta begitu efektif guna menyasar segmen market potensialnya. Seperti apa strateginya?

Komunikasi-PemasaranBerbicara tentang pasar obat tetes mata (eye drop) di Tanah Air, potensinya sebenarnya sangatlah besar. Bayangkan saja, nilainya diluar dugaan bisa mencapai angka Rp.350 miliar per tahunnya. Namun sayangnya, pasar seperti ini lebih sering dianggap sebelah mata oleh para pemasar. Bukan hanya karena jumlah pemainnya yang lebih sedikit, akan tetapi juga karena penggunaan obat tetes mata masih belum terlalu populer di tengah-tengah masyarakat. Lalu siapa sebenarnya yang menjadi pionir utama dan begitu kreatif dalam mengedukasi pasar? Maka dialah pemenang sesungguhnya.

Hal inilah yang sudah terjadi pada Insto. Brand obat tetes mata yang secara resmi diakuisisi oleh Combiphar sejak tahun 2014 silam ini semakin gencar dalam mengkampanyekan product knowledge-nya. Fakta bahwa 9 dari 10 orang di Indonesia suudah pasti pernah mengalami iritasi mata ringan atau mengalami mata merah. Sayangnya baru 1 dari 9 orang tersebut yang menggunakan obat tetes mata.

Daripada di luar negeri, penetrasi obat tetes mata di Indonesia terbilang masih sangat rendah. Banyak orang yang belum menggunakannya karena kesan takut dan belum terbiasa. Oleh karena itulah mereka semakin menggencarkan pada sisi komunikasi yang lebih kreatif.

Sebenarnya target market dari Insto adalah para konsumen yang mengalami iritasi mata ringan dan mata kering serta mata merah. Berdasarkan occasion-nya mereka terbagi menjadi tiga, yakni pengendara motor, mereka yang seringkali berlama-lama memandang layar gadget, serta para pelajar yang membaca dengan durasi telalu lama. Namun, tidak menutup kemungkinan obat tetes mata seperti ini digunakan oleh konsumen occasion yang lain, misalnya ibu rumah tangga saat terkena asap memasak, saat saat berenang, ataupun terkena asap rokok. Sementara dari rentang usia, konsumen Insto lebih banyak didominasi oleh segmen muda antara usia 18─28 tahun dengan karakteristik mobile dan pada usia produktif.

Tentang strategi komunikasi, Insto melakukan optimalisasi pada segala lini, termasuk channel digital. TVC dengan penekanan jingle yang menarik telah dipilih sebagai bahasa komunikasi terbaik. Sebenarnya, penggunaan jingle akan mampu memberikan kesan yang lebih santai dan ringan, sehingga menjauhkan Insto dari kesan obat farmasi yang begitu mengerikan bagi mata. Sementara untuk ranah digital, lebih banyak dilakukan dengan membuat video pada iklan Youtube.

Mengingat konsumen terbesarnya adalah pada segmen youth, maka Insto pun menyesuaikan tentang cara penyampaiannya dengan lifestyle target marketnya. Akun seperti media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram pun tak pernah luput dari engagement Insto. Interaksi yang paling sering dilakukan adalah membuat kontes foto dengan lebih dari 40 ribu follower-nya.

Segala bentuk komunikasi ATL tersebut juga diikuti dengan aktivitas BTL bertajuk “Buka Insto Let’s Go” yang memanfaatkan momentum Lebaran. Buka Insto Let’s Go yang lebih menyasar para pemudik yang mengalami iritasi mata ringan serta mata lelah karena terlalu lama berkendara. Selain komunikasi, salah satu kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar obat tetes mata adalah ketersediaan produk. Meskipun pasar seperti ini hanya lebih banyak didominasi oleh tiga brand besar, bukan berarti minim tantangan.

Konsumen untuk kategori obat tetes mata memiliki loyalitas yang begitu rendah daripada produk-produk farmasi lainnya. Jadi harus disiasati dengan inovasi produk, availability, dan distribusi yang lebih baik. Secara ingredient, isi dari semua obat tetes mata adalah sama. Namun, Insto memiliki keunggulan melaui dua varian produknya, yaitu: Insto untuk mata merah dan Insto untuk mata kering. Hal inilah yang dinilai sebagai diferensiasi tersendiri daripada milik para kompetitor. Dari sisi distribusi, Insto juga telah banyak menjangkau modern market dan traditional market secara Nasional.

Kolaborasi antara campaign yang begitu menyeluruh, distribusi, dan inovasi produk tersebut membawa titik cerah bagi brand Insto. Target sales misalnya, pada tahun 2015 yang lalu telah berhasil mencapai 105%, bertumbuh menjadi 59% dari tahun 2014. Sementara market share-nya pun semakin melonjak dari 44,1% pada awal tahun 2016 yang menjadi 48,6% (sampai sekarang).

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com