Tag Archives: Konsultan marketing produk Balik papan

20Jun/19

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Supply Chain merupakan jaringan perusahaan yang bekerja sama menciptakan dan mengalirkan produk ke pengguna terakhir. Perusahaan yang tergabung didalamnya yakni perusahaan produsen, perusahaan supplier / distributor, Toko / Ritel serta perusahaan pengantar logistik dsb. Dengan kata lain jaringan ini bertujuan untuk mengalirkan produk / jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian ini membentang dari penggunaan bahan baku hingga produk sampai ke konsumen akhir.
Beberapa fungsi SCM yang perlu diketahui yakni SCM berfungsi merubah bahan baku agar dapat dikonfersi menjadi produk jadi yang bermanfaat bagi konsumen atau pemakai akhir. Selain itu SCM disini juga berfungsi untuk memediasi pasar atau memastikan bahwa apa yang sedang ditawarkan ke pasar merupakan produk / jasa yang dibutuhkan oleh pasar.
Dari tujuan tersebut diharapkan SCM mampu mengurangi ketidakpastian dan resiko aliran barang yang mampu memberikan energi positif dalam hal penyimpanan, waktu siklus, bisnis proses dan jasa yang disediakan oleh pengiriman logistik.

Secara operasional suply chain terbagi menjadi 3 bagian, Upstream Supply Chain, Internal Supply Chain dan Downstream Supply Chain.

Up stream Supply Chain. Merupakan aktifitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalur dan hubungan antara mereka terhadap penyalur lainnya. Dalam bagian ini aktifitas utama yakni pengadaan barang.
Internal Supply Chain. Merupakan aktifitas yang dilakukan dengan merubah input agar menjadi output dan dikirim ke konsumen, aktifitas ini mulai dari waktu masuk pada perusahaan sampai pada produk tersebut didistribusikan di luar perusahaan tersebut. Aktifitas proses seperti ini dilakukan oleh produksi, manufaktur dan pengendalian persediaan.
Downstream Supply Chain. Merupakan aktifitas manajemen yang meliputi kegiatan penyaluran barang sampai pada pengguna akhir. Biasanya proses ini dilakukan oleh pergudangan, transportasi dan service after sales.

Beberapa masalah dan tantangan pada suply chain yakni Struktur suplay chain yang begitu sangat kompleks, misalnya banyak pihak-pihak yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda dan berseberangan sehingga tujuan utama dari pembentukan suplay chai ini terhambat dan tidak dapat berjalan lancar. Bahasa yang digunakan oleh masing-masing sub juga dapat berbeda beda, zona waktu, dan budaya antar perusahaan yang berbeda juga dapat memengaruhi kinerja suplay chain juga berbeda.
Permintaan pasar yang tidak dapat dipastikan dan tidak dapat diukur dan diprediksi juga dapat menjadi masalah bagi perusahaan itu sendiri. Pasokan-pasokan yang dilakukan oleh penyedia barang juga tidak dapat dipastikan kejelasannya sehingga membuat tantangan tersendiri. Misal waktu pengiriman, harga, dan kualitas barang dsb. Kegiatan operasional juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan Suplay chain, misalnya adanya kecenderungan dan potensi mesin untuk rusak, kinerja yang tidak sempurna, dan perusahaan secara tidak sengaja mendapatkan produk-produk yang berkualiltas rendah.

Bagi banyak pembaca sekalian jangan berkecil hati jika pembaca semua merupakan pelaku bisnis distributor sebab kami akan memberikan beberapa tips dan solusi dari ancaman dan tantangan suplay chain tersebut. Adapun manfaat utamanya bagi perusahaan yakni dapat mengurangi beban keterbatasan lahan untuk pengembangan di kawasan industri.
Pertama, yakni dalam hal penyediaan sumber daya manusia tentunya karyawan lakukanlah outshourching dengan menggunakan jasa perekrutan dari pihak luar. Manfaat yang akan didapatkan ketika perusahaan menggunakan jasa pihak ketiga yakni mereka lebih independen, lebih profesional, tidak akan membocorkan rahasia kandidat kepada kantor yang tidak berwenang.
Kedua, beli input secara langsung dari produsen manufaktur lain dibandingkan jika harus memproduksi bahan baku untuk dikonversi menjadi produk siap pakai. Ketika bahan yang digunakan telah diproduksi oleh produsen lain dengan tingkat teknologi yang lebih maju lebih baik perusahaan menggunakan dan membeli produk dari pada harus menciptakan produk tersebut sendiri.
Ketiga, ciptakan strategi partnership dengan supplier.
Keempat, gunakan pendekatan just in time, baik dalam aktifitas pembelian, pengiriman dan pelayanan pelanggan.
Kelima, pergunakan supplier dengan jumlah seminimal mungkin. Semakin sedikit jumlah supplier, semakin loyal supplier tersebut dengan perusahaan.
Keenam, perbaiki hubungan anda dengan supplier sekaligus pembeli. Setiap kendala dan masalah yang terjadi sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik. Supplier dan pelanggan merupakan mitra kerja kita. tanpa kita tidak bisa bekerja tanpa mereka.
Ketuju, lakukan proses produksi setelah mendapatkan order. Hal ini berarti produksi berdasarkan pada pesanan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai supply chain management. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Software penjualan, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

17Jun/19

TREN PEMASARAN YANG AKAN BERPENGARUH DI TAHUN 2019

Bagaimana cara kita agar dapat menilai keputusan baru yang dibuat konsumen ketika tersedia berbagai informasi yang semakin kompleks?

Jika pertanyaan tersebut  selaras dengan perencanaan akhir tahun Anda, Anda tidak sendirian. Ini adalah salah satu tantangan terbesar yang tengah dihadapi marketer saat mereka bersiap untuk mengahadapi tahun baru.

Namun keutusan pelanggan bukan satu-satunya perubahan yang berdampak pada marketer. Ketika preferensi pelanggan, alat pemasaran seperti Facebook, dan teknologi baru berubah, bagaimana para marketer dapat mengikuti?

Tidak ada jawaban yang mutlak, berdasarakan pada referensi yang kami dapatkan. Kami akan membagikan kepada pembaca sekalian. Kami akan membahas beberapa tren yang sedang disiapkan oleh beberapa kelomp[ok pemasar, dan menguraikan beberapa strategi yang dapat membantu tim pemasaran Anda untuk menghadapi tahun baru 2019.

Berikut adalah pratinjau tren dan strategi pemasaran tersebut.

Keinginan Pelanggan yang terus berkembang

Kami telah mencari preferensi bagaimana pelanggan dan persepsi terhadap beberapa merek berkembang. Namun pda tahun 2018 juga melihat perubahan cara pelanggan untuk membeli, dan harapan yang dimiliki pelanggan di sepanjang proses untuk memustuskan pembelian.

Pencarian dan pembelian dari alat-alat seperti Alexa memberikan alasan penting yang masih diabaikan banyak merek. Sementara itu, perusahaan seperti Facebook mengevaluasi kembali data yang mereka berikan kepada vendor dan sponsor mereka, yang akhirnya mampu mengubah pemasaran media sosial dan strategi periklanan di seluruh dunia.

Pelanggan menginginkan kenyamanan, tetapi ada batas antara memberikan apa yang mereka inginkan dan kebutuhan personalisasi. Pemasar harus menjadi ahli dalam menangani pelanggan mereka.

Melenyapkan pencitraan tradisional

Karena preferensi pelanggan dan perilaku pembelian mereka terus menerus berubah, maka merek apa pun yang dianggap “Berbasis pelanggan” mereka pun juga akan ikut berubah. Ini artinya profil dari merek tersebut harus fleksibel, mengikuti kebutuhan pelanggan secara alami.

Cara pencitraan strategi yang digunakan oleh perusahaan perlu diubah, terutama bagi pemasar. Sudah saatnya untuk menempatkan pencitraan yang secara inheren dapat berubah-ubah.

CSR yang proaktif dan nilai-nilai merek

Kini, Pembeli yang digerakkan oleh keyakinan mayoritas konsumen. Hal ini berarti bahwa, jika mereka belum melakukan pembelian, sebuah merek perlu menyediakan nilai-nilai perusahaan dan memutuskan nilai tambah yang seperti  apa yang ingin mereka ambil pendirian.

Sementara risiko mengasingkan beberapa pelanggan akan selalu ada, perusahaan yang berhasil menggaungkan dengan nilai-nilai konsumen memiliki peluang untuk memperdalam hubungan merek pelanggan pada tingkat emosional.

Manajemen krisis mempengaruhi semua orang

Saat media online dan informasi yang mudah diakses meledak dalam beberapa tahun terakhir, merek dan konsumen lebih mudah terhubung daripada sebelumnya.

Merek dari sebuah perusahaan memiliki peluang untuk beriklan di hampir setiap situs web dan platform yang digunakan konsumen secara online. Namun di sisi lain, siklus berita 24 jam ditambah dengan pelanggan yang lebih berpendidikan telah memberikan pandangan unik tentang merek kepada publik.

Khususnya di zaman ini dimana merek – sengaja atau tidak sengaja – terjebak dalam kontroversi politik atau masalah sosial terpolarisasi, tidak ada perusahaan yang aman dari reputasi atau krisis merek.

Lebih banyak janji teknologi

Kepercayaan, khususnya kepercayaan pada alat pemasaran, adalah tema dalam banyak perbincangan yang kami dapatkan. Lanskap teknologi pemasaran (martech) sangat besar, gerakannya cepat dan dinamis.

Pertumbuhan alat yang dinamis ini telah menyebabkan masuknya peluang teknis baru bagi marketer, serta beberapa kata kunci baru yang belum benar-benar terbukti.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai tren pemasaran yang akan berpengaruh di tahun 2019. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) marketing dan butuh Software penjualan pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.