Tag Archives: jasa Konsultan marketing

17Oct/19

MEMAHAMI PENTINGNYA PERAN MANAJEMEN DISTRIBUSI DALAM BISNIS

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu Academy (Lembaga pendidikan bisnis yang sudah dipercaya oleh berbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Memahami Pentingnya Peran Manajemen Distribusi Dalam Bisnis”.
Manajemen distribusi mengacu pada proses mengawasi pergerakan barang dari pemasok atau pabrik ke tempat penjualan. Ini adalah istilah menyeluruh yang mengacu pada berbagai kegiatan dan proses seperti pengemasan, inventaris, pergudangan, rantai pasokan, dan logistik. Manajemen distribusi adalah bagian penting dari siklus bisnis untuk distributor dan grosir. Margin laba bisnis bergantung pada seberapa cepat mereka dapat menyerahkan barang-barang mereka. Semakin banyak yang mereka jual, semakin banyak yang mereka hasilkan, yang berarti masa depan bisnis yang lebih baik. Memiliki sistem manajemen distribusi yang sukses juga penting bagi bisnis untuk tetap kompetitif dan untuk menjaga pelanggan puas.
Manajemen distribusi sangat penting untuk kesuksesan finansial dan umur panjang perusahaan. Melaksanakannya dengan sukses membutuhkan manajemen yang efektif dari seluruh proses distribusi. Semakin besar suatu perusahaan, atau semakin besar jumlah titik pasokan yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula kebutuhannya akan otomatisasi untuk mengelola proses distribusi secara efektif.
Manajemen distribusi modern mencakup lebih dari sekedar memindahkan produk dari titik A ke titik B. Juga melibatkan pengumpulan dan berbagi informasi yang relevan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang utama untuk pertumbuhan dan daya saing di pasar. Sebagian besar perusahaan progresif sekarang menggunakan kekuatan distribusi mereka untuk memperoleh intelijen pasar yang sangat penting dalam menilai posisi kompetitif mereka.
Pada dasarnya ada dua jenis distribusi: distribusi komersial (umumnya dikenal sebagai distribusi penjualan) dan distribusi fisik (lebih dikenal sebagai logistik). Distribusi melibatkan beragam fungsi seperti layanan pelanggan, pengiriman, pergudangan, kontrol inventaris, operasi armada truk pribadi, pengemasan, penerimaan, penanganan bahan, bersama dengan pabrik, gudang, perencanaan lokasi toko, dan integrasi informasi. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi tertinggi dalam mengirimkan bahan baku dan suku cadang, baik produk setengah jadi maupun lengkap ke tempat dan waktu yang tepat dalam kondisi yang tepat. Perencanaan distribusi fisik harus selaras dengan strategi saluran secara keseluruhan.
Keuntungan dari Strategi Manajemen Distribusi selain menjaga keuntungan, ada banyak alasan perusahaan mungkin ingin menggunakan strategi manajemen distribusi. Pertama, itu membuat semuanya teratur. Jika tidak ada sistem manajemen yang tepat di tempat, pengecer akan dipaksa untuk menyimpan stok di lokasi mereka sendiri ide yang buruk, terutama jika penjual tidak memiliki ruang penyimpanan yang tepat. Sistem manajemen distribusi juga membuat segalanya lebih mudah bagi konsumen. Ini memungkinkan mereka untuk mengunjungi satu lokasi untuk berbagai produk yang berbeda. Jika sistem itu tidak ada, konsumen harus mengunjungi beberapa lokasi hanya untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Manajemen distribusi yang efektif melibatkan penjualan produk Anda sambil memastikan stok yang cukup di saluran sambil mengelola promosi di saluran tersebut dan berbagai persyaratannya. Ini juga melibatkan memastikan rantai pasokan cukup efisien sehingga biaya distribusi cukup rendah untuk memungkinkan suatu produk dijual dengan harga yang tepat, sehingga mendukung strategi pemasaran Anda dan memaksimalkan keuntungan.
Terimakasih atas kunjungan anda ke website kami. Semoga bermanfaat. Jika membutuhkan kejelasan lebih detil tentang strategi distribusi produk yang efektif dan tepat sasaran, atau melakukan set up Distributor termasuk kebutuhan sistem manajemen dan softwarenya silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Wa) / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

09Apr/16

CARA EFEKTIF MELATIH TIM SALES FORCE AGAR PRODUKTIF

Setiap tahun untuk perusahaan yang sangat perduli dengan tim penjualannya selalu memberikan pelatihan, baik pelatihan internal maupun eksternal minimal setahun 2 kali. Namun ada pula yang memberikan pelatihan setiap bulan agar tim penjualan semakin produktif dalam membantu memasarkan produk perusahaan. Untuk yang bagian kedua ini memang jarang sekali, selain itu yang PALING BANYAK adalah perusahaan tidak pernah perduli untuk melatih anak buahnya. Mereka dianggap tidak perlu dilatih sebab produk yang dipasarkan sudah laku. Umumnya para distributor produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) jarang melakukan pelatihan, sebab mereka merasa tidak perlu karena pihak produsen sudah sangat membantu dalam mempromosikan produk sehingga salesman  distributor tugasnya adalah mendistribusikan barang saja. Oleh sebab itu para distributor rata-rata kurang memperhatikan tim penjualan ini dari sisi pendidikan dan pelatihan penjualan. Berbeda dengan produk asuransi, dimana tim penjualan selalu dilatih sedemikian rupa agar bisa mentransasksikan produk yang tidak bisa dilihat wujudnya itu. Memang ada perbedaannya antara produk asuransi dengan produk consumer good.

Namun tanpa menganaktirikan keduanya, dan mengacu pada pentingnya ilmu penjualan, maka idealnya tim penjualan memang perlu mendapatkan pelatihan yang intensif. Banyak cara dalam melakukan pelatihan penjualan pada tim penjualan itu. Bisa dilakukan dengan cara ini :

  1. Membuat renungan selama 30 hari, khususnya mengenai renungan penjualan, baik kesuksesan dan kegagalan dalam penjualan. Dari sini setiap tim penjualan digilir untuk membaca renungan dan didiskusikan bersama-sama, durasi cukup 30 menit dan dilakukan selama 30 hari, begitu pula dengan bulan berikutnya 30 hari. Atau 25 hari kerja dimana semua orang akan merenungkan keberhasilan dan kegagalannya. Dengan bermodalkan kata mutiara/folosofi dari tokoh penjualan dan bacaan ringan yang diintisarikan, tim penjualan bisa mengasah terus menerus mental sebagai seorang penjual yang tangguh.
  2. Kalau tidak menyukai cara diatas, bisa dilakukan mentorship kepada setiap bagian penjualan yang mengalami kegagalan, atau kurang dalam penjualan. Pihak atasan boleh mendampingi, memberikan contoh dan melakukan on the job training, yaitu learning by doing di lapangan ketika melakukan kunjungan bersama ke pelanggan. Cara ini cukup powerful dan dibutuhkan seorang mentor yang memiliki kesabaran. Sebagai catatan, memarahi seorang sales force yang rendah penjualannya atau mengejeknya bukanlah pembelajaran yang efektif, justru hal ini akan mematikan sales force bersangkutan untuk bersemangat. Leader penjualan yang galak kayak anjing harder sudah bukan jamannya lagi.

Apabila training tidak bisa dilakukan sendiri, maka undanglah seorang trainer profesional dalam penjualan, yang memiliki banyak materi penjualan yang bisa diberikan kepada para tim penjualan. Memang biaya tidak murah, tetapi dengan tim pelatih yang didatangkan setahun sekali atau dua kali. Perusahaan akan mendapatkan banyak masukan serta pencerahan dan pembagian pengalaman sang trainer pada industri yang sangat beragam. Pemanggilan trainer profesional adalah bentuk pengayaan dalam melakukan pelatihan yang efektif terhadap tim penjualan kita.