09Mar/17

KONSEP DASAR DALAM BERBISNIS RITEL DAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG BERKEMBANGNYA BISNIS RITEL MODERN

Kata ritel sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Ritel atau eceran (retailing) adalah kegiatan untuk memecah barang atau produk yang telah dihasilkan dan didistribusikan secara langsung kepada para konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan sebagai penggunaan bisnis. Biasanya masyarakat beranggapan bahwa ritel hanya menjualkan produk di toko. Akan tetapi ritel juga sudah mulai melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah pelanggan.

Bisnis ritel merupakan bisnis yang paling tua usianya, orang dulu menyebutnya dengan bisnis dagang dan pemiliknya disebut pedagang. Sekarang, nama bisnis dagang tersebut berubah nama menjadi bisnis ritel dengan pemiliknya adalah Peritel. Pada hakikatnya keduanya adalah sama, yaitu menjual barang secara langsung kepada konsumen (end user/pemakai akhir).

Zaman sekarang, bisnis ritel masih tetap eksis dan bahkan mengalami pertumbuhan yang begitu luar biasa. Teknologi informasi, globalisasi, dan futurisasi turut menjadi faktor yang semakin mendorong pertumbuhannya. Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis ritel adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada para konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi atau bersama. Produsen (distributor) menjual produk-produknya kepada para peritel maupun peritel besar (wholesaler). Peritel besar ini juga disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

Berbekal pemahaman terhadap konsep-konsep pengelolaan ritel modern sangat penting untuk dipahami, mengingat kegagalan dalam pengelolaan akan dapat menimbulkan resiko kerugian yang cukup besar dalam menjalankan bisnis ritel. Sedangkan apabila seorang pelaku bisnis ritel tetap bertahan dengan pengelolaan ritel secara tradisional maka tidak akan memungkinkan untuk memiliki keunggulan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan apabila dihadapkan dengan semakin banyaknya ritel-ritel modern yang telah dikelola dengan modal yang sangat besar dan yang lebih parahnya lagi adalah ritel tradisional masih tidak menyadari tentang terjadinya perubahan pola belanja dari para konsumen yang memiliki konsekuansi terhadap berubahnya kebutuhan mereka terhadap keberadaan sebuah toko ritel.

Pengelolaan ritel modern yang berskala besar atau kecil membutuhkan kesiapan dalam hal pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki :

1. Pengetahuan.
2. Ketrampilan (baik itu adalah soft skill maupun hard skill) dalam hal manajerial ritel modern.
3. Memiliki kepekaan yang tinggi dalam hal melihat peluang agar dapat memiliki kompetensi untuk mampu bertahan dalam gempuran persaingan bisnis ritel.

Industri ritel terus berevolusi bersama dengan adanya perubahan teknologi, perkembangan dunia bisnis serta perubahan kebutuhan konsumen. Bisnis ritel adalah keseluruhan aktivitas bisnis yang berhubungan dengan penjualan dan pemberian layanan terhadap para konsumen untuk pengunaan yang sifatnya individu baik itu pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam persaingan pasar ritel yang kompetitif, maka pelaku ritel harus dapat menawarkan produk yang lebih tepat, dengan harga, waktu, dan tempat yang juga tepat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku ritel terhadap berbagai karakteristik target pasar atau konsumen yang nantinya akan dilayani merupakan hal yang sangat penting.

Sehinga agar dapat sukses dalam bidang usaha bisnis ritel faktor utama yang harus benar-benar diperhatikan adalah :

1. Lokasi ritel yang strategis.

Lokasi merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan bisnis ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah ritel akan semakin lebih sukses apabila dibandingkan dengan bisnis ritel lainnya yang berlokasi masih kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk dengan harga yang sama.

2. Harga barang yang harus kompetitif.

Keputusan dalam hal penetapan harga sangat penting karena pelanggan saat ini lebih cenderung untuk mencari nilai barang (value) pada saat mereka membeli barang dagangan. Nilai merupakan salah satu hubungan antara apa yang diperoleh pelanggan (barang) dan apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan manfaat dari barang tersebut.

3. Pengelolaan barang dagangan ritel.

Pengelolaan barang dagangan merupakan proses penanganan kreatif dalam upayanya untuk menampilkan produk (barang dagangan) dengan tujuan untuk memaksimalkan daya tarik penjualan ritel. Pengelolaan barang dagangan memang membutuhkan pengetahuan terhadap kebiasaan belanja konsumen, pengetahuan atas karakteristik produk secara umum, dan rencana yang lebih jelas untuk sukses setiap kali aktivitas pengelolaan barang dagangan ditawarkan kepada konsumen.

4. Marketing/berpromosi.

Bisnis ritel berkaitan langsung dengan pemasaran barang yang banyak dibutuhkan oleh perorangan dan rumah tangga. Berbicara tentang konsumen berarti berbicara tentang pikiran dan emosi mereka. Dengan demikian image atau citra dari perusahaan ritel yang ingin diciptakan dapat berwujud dalam bentuk image secara umum dan luas.

5. Sumber Daya Manusia (SDM).

Manajemen Sumber Daya Manusia dapat menjadi dasar utama dalam mendapatkan keuntungan yang kompetitif dari bisnis ritel. Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang baik akan mampu mewujudkan kinerja operasional karyawan ritel yang juga baik dan dapat mewujudkan keuntungan potensial dari bisnis ritel. Keuntungan potensial tersebut sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dapat ditiru oleh para pesaing.

Agar dapat memenuhi persyaratan diatas secara menyeluruh dan lebih efektif, maka solusi yang paling mudah adalah dengan menggunakan sistem franchise (waralaba). Dari sini dapat didefinisikan bahwa waralaba adalah sebuah hubungan berkelanjutan yang mana pemilik waralaba akan memberika kepada para penyewa waralaba suatu hak bisnis untuk mengoperasikan dan menjual suatu produk. Sehingga dengan sistem waralaba seperti ini akan semakin memudahkan para investor untuk menjalankan usaha ini karena tidak perlu lagi memikirkan sistem menejemen dari distribusi barang, menentukan harga barang dan berpromosi. Investor akan mendapatkan keuntungan berdasarkan dari omset penjualan dengan prosentase margin yang telah ditentukan dan dikurangi dengan biaya royalti.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Telepon : 031-33311179
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)

Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

07Mar/17

PENGERTIAN AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK DAN PERAN PENTINGNYA DALAM PENGENDALIAN ORGANISASI PERUSAHAAN

Akuntansi Manajemen Sektor Publik, sebenarnya terdapat banyak sekali bermacam-macam akuntansi, seperti : akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi biaya dan lain sebagainya. Namun pada tulisan ini kita akan mencoba membahas tentang akuntansi manajemen sektor publik.

Salah satu peranan penting dari akuntansi manajemen sektor publik adalah untuk memberikan informasi akuntansi yang nantinya akan digunakan oleh manajer sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan serta pengendalian organsisasi perusahaan.

Akuntansi manajemen sendiri merupakan salah satu dari sistem pengendalian manajemen yang bersifat integral, Menurut Institute of Managemen Accountants tahun 1981 yang memiliki definisi akuntansi manajemen sebagai suatu proses untuk pengidentifikasian, pengukuran, penganlisaan, pengakumulasian, penyiapan, pengkounikasian informasi keuangan/finansial, serta pengintepretasian keuangan yang tentunya akan digunakan ooleh bagian manajemen perencanaan, evaluasi seta pengendalian organisasi dan untk menjamin supaya sumber daya yang digunakan secara akuntabel dan tepat.

Sedangkan definisi akuntansi manajemen menurut Statements on Management Accounting 1A adalah :

“The Process of identification, measurement, accumulation, analysis, preparation, interpretation, and communication of financial information used by management to plan, evaluate, and control within an organization and to assure appropriate use of and accountability for its resources.”

(“Proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi, dan pengendalian dalam suatu organisasi dan untuk menjamin penggunaan yang tepat dan akuntabilitas untuk sumber daya”)

Intinya adalah akuntansi manajemen sektor publik tidak memiliki perbedaan yang begitu mencolok dengan prinsip-prinsip manajemen pada sektor swasta. Akan tetapi yang harus digaris bawahi adalah sektor publik memiliki perbedaan terhadap karakteristik serta sifat apabila dibandingkan dengan sektor swasta, sehingga penerapannya juga tidak dapat secara langsung tanpa adanya modifikasi terlebih dahulu.

Peran akuntansi manajemen publik memang sangat penting karena akan banyak memberikan informasi seputar akuntansi yang lebih kredibel, relevan serta handal dan dapat dipercaya terhadap pihak direksi sehingga direksi akan dapat melaksanakan fungsi pengendalian dan perencanaan organisasi dengan  lebih baik. Dalam organisasi sektor publik, perencanaan sudah harus dilakukan sejak dilakukannya perencanaan strategis, sedangkan pengendaliannya akan dilakukan terhadap pengendalian tugas (task control). Secara umum terdapat 6 peran akuntansi manajemen dalam sektor publik, yaitu :

1. Perencanaan strategis.

Dalam tahap ini tim manajemen organisasi akan menyusun alternatif-alternatif progam yang mampu mendukung strategi efektif organisasi. Peran akuntansi manajemen disini adalah untuk memberikan data/informasi yang akurat seputar akuntansi seperti cost of program serta cost of activity.

2. Pemberian informasi biaya.

Dengan memberikan rincian dari biaya sedetail mungkin yang meliputi biaya input, output, serta biaya proses.

3. Penilaian investasi.

Fungsi ini memang terbilang lebih rumit apabila dibanding dengan sektor swasta. Karena teknik-tekik yang digunakan dalam penilaian investasi jauh berbeda dengan swasta. Organisasi swasta lebih berfokus kepada keuntungan sedangkan organisasi sektor publik tidak. Karena itulah pada tahap ini biasanya lebih banyak menggunakan analisis efektifitas biaya (cost-effectiveness analysis).

4. Penganggaran.

Akuntansi manajemen sektor publik diharapkan akan mampu berperan aktif dalam memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang lebih efektif yang berhubungan dengan dengan 3 fungsi anggaran antara lain adalah :

•  Alat alokasi sumber daya publik.
•  Distribusi.
•  Stabilitas.

Karena itulah akuntansi manajemen menjadi alat paling vital dalam pengalokasian serta pendistribusian sumber dana publik terhadap masyarakat secara tepat, efisien, adil, serta merata.

5. Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif pelayanan (charging for services).

Akuntansi manajemen publik lebih banyak digunakan untuk menghitung berapa banyak pengeluaran yang digunakan untuk membuat layanan publik, termasuk dengan menghitung seberapa banyak subsidi yang diberikan untuk publik.

6. Penilaian kinerja.

Akuntansi manajemen publik banyak dibutuhkan untuk pengendalian sistem. Akuntansi manajemen publik digunakan untuk melakukan penilaian kinerja dalam mengukur seberapa besar tingkat efektivitas serta efisiensi dari organisasi agar mampu dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Nah, itulah definisi dan peran-peran dari akuntansi manajemen sektor publik. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih. Salam sukses!

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Telepon : 031-33311179
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)

Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com