10Mar/17

KONSEP KEUNGGULAN BERSAING BISNIS RITEL DENGAN (SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE)

Dalam persaingan ketat dunia bisnis ritel, kita seringkali melihat banyak diantara pemain-pemain ritel yang banyak berjatuhan karena kalah dalam persaingan, dan munculnya peritel-peritel baru yang mampu lebih unggul dalam waktu yang sangat lama dan sudah teruji. Benar-benar menakjubkan saat mendengarkan kisah dari brand-brand Internasional yang mendunia seperti : McDonald’s, Walmart yang dapat mempertahankan keunggulan dan tetap terus berkembang, ataupun juga para peritel nasional seperti halnya : Matahari dept.store, Toserba Yogya, Ramayana,  yang dulu dimulai hanya dengan bermodalkan kekuatan tekad dan kerja keras founding father-nya dan selanjutnya bisa dilanjutkan oleh generasi keluarga berikutnya beserta para profesional-nya masing-masing.

Pasti ada yang bisa dipelajari dari para peritel yang telah mampu mempertahankan segala Keunggulan Bersaing Berkelanjutan (Sustainable Competitive Advantage). Menurut Levy & Weitz (2004) dalam bukunya “Retailing Management” , Ciri-ciri dari para peritel yang memiliki keunggulan dalam bersaing adalah harus memiliki :

1. Konsumen Loyal.

Para peritel yang telah sukses pasti banyak dikerumuni oleh para konsumen-konsumen yang fanatik untuk tetap terus berbelanja kepadanya, walaupun sebenarnya masih ada para kompetitor yang berada di dekat disekitarnya, ataupun juga para kompetitor yang menyediakan fasilitas lebih baik. Konsumen tetap loyal terbentuk bukan dalam waktu yang sebentar, akan tetapi membutuhkan waktu dimana konsumen tersebut dapat terpenuhi tingkat kepuasan yang tinggi dan akhirnya akan terbentuk sebuah brand image ritel dalam benaknya masing, sehingga tingkat loyalitas tersebut akan semakin fanatik yang sulit sekali pudar oleh para kompetitor lain.

2. Layanan Konsumen yang Baik.

Untuk dapat menciptakan loyalitas konsumen, dibutuhkan adanya strategi khusus. Dan peritel yang lebih unggul adalah mereka yang selalu peduli dengan program peningkatan layanan kepada konsumen secara konsisten. Layanan konsumen termasuk didalamnya adalah bagaimana prosedur layanan dan karyawan yang dibangun untuk memberikan layanan yang sempurna. Peritel harus menciptakan kemudahan-kemudahan berbelanja dan karyawan yang selalu siap membantu. Berikutnya dibutuhkan konsep layanan yang lebih luas yaitu Customer Relation Management (CRM), yang akan menjamin kepastian penanganan dari keluhan konsumen, memastikan program layanan-layanan khusus menggaet konsumen baru.

3. Lokasi Toko.

Banyak bukti juga bahwa lokasi toko yang strategis menjadi salah satu keunggulan yang berkelanjutan, apabila dibandingkan dengan toko-toko yang asal bangun saja dimana peritel sama sekali tidak memperhatikan konsep mencari lokasi toko strategis. Walaupun faktor lokasi toko ini sebenarnya tidak selalu menjadi acuan, seperti masih ada  faktor lain yang mempengaruhinya, misalnya adalah lokasi toko menurut teori memang tidak strategis akan tetapi brand equity  toko tersebut masih sangat kuat sehingga tetap saja laris pembeli.

4. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kebutuhan akan sumber daya manusia dalam dunia bisnis retail yang maju bukan terletak pada banyaknya sdm, akan tetapi pada kualitas orangnya, sehingga perusahaan ritel harus memastikan bahwa proses pembentukan sdm yang unggul mulai dari tingkat pramuniaga sampai dengan jajaran direksinya. Seringkali kita melihat kenyataannya di lapangan adalah para pramuniaga sebagai ujung tombak pelayanan menjadi tolak ukur kepuasan konsumen, atau seorang store manager yang terus dituntut untuk memastikan operational excellence sehingga memenuhi pencapaian misi dan visi perusahaan. Semua itu memang dibutuhkan Manajemen SDM yang unggul mulai dari proses perekrutan, pelatihan, konseling, rotasi,mutasi, promosi, penggajian, punish-reward serta  kaderisasi pemimpin yang tepat sesuai basis kompetensinya masing-masing.

5. Sistem Distribusi dan Informasi.

Salah satu kepuasan konsumen adalah untuk mendapatkan barang murah dan kecepatan serta kepastian mendapatkan barang tersebut. Hal ini bisa terwujud apabila perusahaan ritel bisa memastikan biaya operasional yang lebih efisien, sourching vendor yang tepat serta pengiriman barang dari vendor atau warehouse ke toko-toko lebih cepat.

6. Menjaga Hubungan Baik dengan vendor (pemasok).

Menjaga hubungan yang harmonis antara peritel dengan vendor merupakan hal yang penting, karena adanya kepastian konsumen uuntuk mendapatkan barang dengan harga kompetitif tetap terjaga. Tidak jarang dari para peritel yang unggul bisa mendapatkan barang dan berkualitas dengan melakukan Businness Review tahunan, untuk menetapkan target-target penjualan serta evaluasi terhadap Term Of Payment (TOP), Stock Keeping Period (SKP), Service Level (prosentase pemenuhan barang oleh vendor).

7. Uniq Merchandise.

Bisnis ritel yang lebih unggul bukan saja harus menyediakan barang-barang yang banyak dibutuhkan oleh konsumen yang pada dasarnya disediakan juga oleh para kompetitor lain, akan tetapi juga butuh magnet yang kuat untuk menarik minat para konsumen membelanjakan uangnya di toko tersebut. Salah satunya adalah dengan menyediakan barang-barang yang unik. kategori unik bisa diartikan lebih komplit pada departemen tertentu, misalnya Hero dengan think fresh-nya, maka konsumen selalu mengingat produk-produk fresh Hero lebih komplit dan segar. Ataupun bisa dengan cara lain seperti penyediaan barang-barang impor untuk kategori food dan non food departement. Uniq Merchandise juga harus lebih bersifat trend pada waktunya, seperti contohnya adalah trend kuliner menjadi faktor magnet saat ini sehingga hampir semua peritel berlomba-lomba dalam menyajikan kuliner yang unik dan populer. Semua itu menjadi pembeda antara Anda dengan para kompetitor lainnya, sehingga konsumen akan terus diajak menginvestasikan waktu dan uangnya dengan berbelanja lebih banyak kepada bisnis ritel Anda.

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Telepon : 031-33311179
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)

Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

09Mar/17

KONSEP DASAR DALAM BERBISNIS RITEL DAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG BERKEMBANGNYA BISNIS RITEL MODERN

Kata ritel sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Ritel atau eceran (retailing) adalah kegiatan untuk memecah barang atau produk yang telah dihasilkan dan didistribusikan secara langsung kepada para konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan sebagai penggunaan bisnis. Biasanya masyarakat beranggapan bahwa ritel hanya menjualkan produk di toko. Akan tetapi ritel juga sudah mulai melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah pelanggan.

Bisnis ritel merupakan bisnis yang paling tua usianya, orang dulu menyebutnya dengan bisnis dagang dan pemiliknya disebut pedagang. Sekarang, nama bisnis dagang tersebut berubah nama menjadi bisnis ritel dengan pemiliknya adalah Peritel. Pada hakikatnya keduanya adalah sama, yaitu menjual barang secara langsung kepada konsumen (end user/pemakai akhir).

Zaman sekarang, bisnis ritel masih tetap eksis dan bahkan mengalami pertumbuhan yang begitu luar biasa. Teknologi informasi, globalisasi, dan futurisasi turut menjadi faktor yang semakin mendorong pertumbuhannya. Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis ritel adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada para konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi atau bersama. Produsen (distributor) menjual produk-produknya kepada para peritel maupun peritel besar (wholesaler). Peritel besar ini juga disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

Berbekal pemahaman terhadap konsep-konsep pengelolaan ritel modern sangat penting untuk dipahami, mengingat kegagalan dalam pengelolaan akan dapat menimbulkan resiko kerugian yang cukup besar dalam menjalankan bisnis ritel. Sedangkan apabila seorang pelaku bisnis ritel tetap bertahan dengan pengelolaan ritel secara tradisional maka tidak akan memungkinkan untuk memiliki keunggulan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan apabila dihadapkan dengan semakin banyaknya ritel-ritel modern yang telah dikelola dengan modal yang sangat besar dan yang lebih parahnya lagi adalah ritel tradisional masih tidak menyadari tentang terjadinya perubahan pola belanja dari para konsumen yang memiliki konsekuansi terhadap berubahnya kebutuhan mereka terhadap keberadaan sebuah toko ritel.

Pengelolaan ritel modern yang berskala besar atau kecil membutuhkan kesiapan dalam hal pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki :

1. Pengetahuan.
2. Ketrampilan (baik itu adalah soft skill maupun hard skill) dalam hal manajerial ritel modern.
3. Memiliki kepekaan yang tinggi dalam hal melihat peluang agar dapat memiliki kompetensi untuk mampu bertahan dalam gempuran persaingan bisnis ritel.

Industri ritel terus berevolusi bersama dengan adanya perubahan teknologi, perkembangan dunia bisnis serta perubahan kebutuhan konsumen. Bisnis ritel adalah keseluruhan aktivitas bisnis yang berhubungan dengan penjualan dan pemberian layanan terhadap para konsumen untuk pengunaan yang sifatnya individu baik itu pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam persaingan pasar ritel yang kompetitif, maka pelaku ritel harus dapat menawarkan produk yang lebih tepat, dengan harga, waktu, dan tempat yang juga tepat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku ritel terhadap berbagai karakteristik target pasar atau konsumen yang nantinya akan dilayani merupakan hal yang sangat penting.

Sehinga agar dapat sukses dalam bidang usaha bisnis ritel faktor utama yang harus benar-benar diperhatikan adalah :

1. Lokasi ritel yang strategis.

Lokasi merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan bisnis ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah ritel akan semakin lebih sukses apabila dibandingkan dengan bisnis ritel lainnya yang berlokasi masih kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk dengan harga yang sama.

2. Harga barang yang harus kompetitif.

Keputusan dalam hal penetapan harga sangat penting karena pelanggan saat ini lebih cenderung untuk mencari nilai barang (value) pada saat mereka membeli barang dagangan. Nilai merupakan salah satu hubungan antara apa yang diperoleh pelanggan (barang) dan apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan manfaat dari barang tersebut.

3. Pengelolaan barang dagangan ritel.

Pengelolaan barang dagangan merupakan proses penanganan kreatif dalam upayanya untuk menampilkan produk (barang dagangan) dengan tujuan untuk memaksimalkan daya tarik penjualan ritel. Pengelolaan barang dagangan memang membutuhkan pengetahuan terhadap kebiasaan belanja konsumen, pengetahuan atas karakteristik produk secara umum, dan rencana yang lebih jelas untuk sukses setiap kali aktivitas pengelolaan barang dagangan ditawarkan kepada konsumen.

4. Marketing/berpromosi.

Bisnis ritel berkaitan langsung dengan pemasaran barang yang banyak dibutuhkan oleh perorangan dan rumah tangga. Berbicara tentang konsumen berarti berbicara tentang pikiran dan emosi mereka. Dengan demikian image atau citra dari perusahaan ritel yang ingin diciptakan dapat berwujud dalam bentuk image secara umum dan luas.

5. Sumber Daya Manusia (SDM).

Manajemen Sumber Daya Manusia dapat menjadi dasar utama dalam mendapatkan keuntungan yang kompetitif dari bisnis ritel. Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang baik akan mampu mewujudkan kinerja operasional karyawan ritel yang juga baik dan dapat mewujudkan keuntungan potensial dari bisnis ritel. Keuntungan potensial tersebut sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dapat ditiru oleh para pesaing.

Agar dapat memenuhi persyaratan diatas secara menyeluruh dan lebih efektif, maka solusi yang paling mudah adalah dengan menggunakan sistem franchise (waralaba). Dari sini dapat didefinisikan bahwa waralaba adalah sebuah hubungan berkelanjutan yang mana pemilik waralaba akan memberika kepada para penyewa waralaba suatu hak bisnis untuk mengoperasikan dan menjual suatu produk. Sehingga dengan sistem waralaba seperti ini akan semakin memudahkan para investor untuk menjalankan usaha ini karena tidak perlu lagi memikirkan sistem menejemen dari distribusi barang, menentukan harga barang dan berpromosi. Investor akan mendapatkan keuntungan berdasarkan dari omset penjualan dengan prosentase margin yang telah ditentukan dan dikurangi dengan biaya royalti.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Telepon : 031-33311179
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)

Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com