26Dec/17

TIPS SUKSES BAGAIMANA DALAM MENYUSUN TEKNIK PEMASARAN YANG TEPAT BAGI BISNIS

Teknik pemasaran yang terbaik dan tepat merupakan salah satu keberhasilan bagi sebuah bisnis dalam memasarkan produknya. Hal itu dikarenakan ujung tombak utama dari suatu keberhasilan bisnis dalam mencapai tujuan salah satunya adalah dengan memasarkan produknya. Teknik pemasaran merupakan langkah dalam memasarkan suatu produk yang dilakukan oleh seorang pelaku bisnis agar dapat mencapai target penjualannya.

Berdasarkan pendapat lain, teknik pemasaran juga bisa diartikan sebagai suatu cara yang harus dilakukan oleh seorang penjual dalam hal mempengaruhi para calon pembelinya. Pada dasarnya kedua pengertian tersebut bermakna yang sama, berdasarkan pendapat itu juga dapat disimpulkan bahwa teknik pemasaran merupakan langkah bagi perusahaan dalam menjual dagangannya, baik berupa produk maupun jasa.

Hal-hal yang dapat dilakukan agar dapat berhasil dalam melakukan teknik pemasaran diantaranya adalah:

1. Membangun Jaringan Bisnis.

Dalam membangun jaringan bisnis yang baik, diperlukan adanya kerjasama dengan badan atau lembaga terkait, baik itu dalam bentuk perorangan maupun badan usaha besar lainnya. Hal itu sengaja dilakukan agar pemasaran dari hasil produksi barang maupun jasa dapat langsung sampai ketangan para distributor dari principal yang memproduksinya. Dalam melakukan proses pemasaran tersebut, perusahaan juga dapat memanfaatkan saluran distribusi yang telah dikelola oleh bagian pemasaran perusahaannya maupun dari departemen yang telah sebelumnya ditunjuk.

2. Penjualan Secara Langsung.

Proses penjualan secara langsung biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan jasa, misalnya perusahaan asuransi. Pada penjualan langsung, proses atau teknik pemasaran dapat dilakukan secara langsung melalui bagian-bagian yang secara khusus menangani proses pemasaran agar hasil dari produksi perusahaan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pengguna jasa produk tersebut.

3. Proses Menyuplai Barang.

Kegiatan uuntuk menyuplai barang biasanya akan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknik pemasaran produk secara langsung, contohnya adalah dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kerjasama langsung dengan para agen yang telah ditunjuk atau terpilih sebagai pemasar produk dari perusahaan yang telah memproduksi barang (principal).

4. Menyusun Teknik Pemasaran untuk Jenis Usaha Kecil.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting. Baik itu bagi perusahaan baru maupun yang sudah lama berjalan, baik itu adalah berupa usaha kecil maupun ntuk jenis usaha yang telah berkembang pesat. Dalam proses untuk mengembangkan usahanya, pasti membutuhkan adanya suatu konsep marketing atau teknik pemasaran. Merencanakan suatu teknik pemasaran yang tepat dalam usaha tentang bagaimana dalam menarik minat para pembeli pada jenis usaha kecil terbilang masih sangat sulit. Maka dari itu, untuk mengembangkan suatu usaha kecil, tentunya harus dapat lebih fokus kepada teknik pemasaran.

Dengan berbagai keterbatasan anggaran marketing yang dimiliki oleh jenis usaha kecil, bukanlah suatu alasan bahwa usaha kecil akan kalah dengan jenis usaha berskala besar. Maka dari itu, pelaku bisnis juga harus bisa lebih kreatif dalam hal anggaran biaya yang serba terbatas agar dapat menghasilkan teknik pemasaran yang lebih tepat.

Berikut ini merupakan beberapa strategi dalam hal mengoptimalkan teknik pemasaran dengan tingkat anggaran yang serba terbatas:

• Melakukan kerjasama dengan rekan kerja Anda atau pengusaha lain untuk melakukan pemasangan iklan.
• Cobalah untuk mengirimkan iklan penawaran produk terhadap para konsumen dengan menyertakan potongan harga atau diskon apabila mereka bersedia untuk membeli paket tertentu.
• Memperkenalkan produk dan bidang usaha Anda melalui media gratis. Hal itu akan sangat membantu dalam hal menjaring konsumen bagi produk yang ingin ditawarkan. Misalnya dapat dilakukan dengan jalan memanfaatkan media sosial.
• Biarlah lingkungan yang berada di sekitar bisnis Anda untuk mengambil alih dalam salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jenis usaha Anda. Hal itu dapat Anda manfaatkan sebagai salah satu cara untuk proses publikasi gratis terhadap masyarakat sekitar.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan diatas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teknik pemasaran pada usaha kecil, yaitu:

5. Tingkat Konsistensi yang Tinggi.

Konsistensi yang dilakukan di seluruh area marketing akan sangat membantu bisnis Anda dalam hal mengurangi biaya marketing dan untuk semakin meningkatkan efektivitas penciptaan suatu brand atau merk tertentu.

6. Perencanaan yang Matang.

Banyak diantara pelanggan yang diperoleh dipengaruhi oleh perencanaan konsep marketing yang nantinya akan dijalankan. Maka dari itu cobalah untuk meluangkan sedikit waktu untuk melakukan perencanaan strategi marketing, anggaran marketing, serta konsep penting lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.

7. Strategi atau Teknik Marketing.

Hal ini merupakan kunci dasar bagaimana dalam melanjutkan kegiatan marketing yang telah di rencanakan sebelumnya. Misalnya saja, siapa yang nantinya akan menjadi target pasar dari bisnis Anda, bagaimana cara dari bisnis kecil Anda dalam membidik para pelanggannya dan untuk menjaga pelanggannya agar tetap setia terhadap produk milik Anda.

8. Anggaran Marketing.

Dalam menghitung anggaran untuk marketing merupakan suatu hal yang tergolong sangat berat karena membutuhkan adanya tingkat akurasi hasil perhitungan yang sangat tinggi. Berdasarkan anggaran yang sebelumnya telah dibuat, cobalah untuk persiapkan dana yang nantinya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Pada jenis usaha kecil biasanya pembuatan anggaran tidak terlalu akurat, sehingga hal itu sering menyebabkan terjadinya pemborosan.

9. Strategi Marketing Mix.

Biasanya marketing mix bisa juga diartikan sebagai produk, harga, tempat dan promosi. Pada jenis usaha kecil, diperlukan adanya suatu keputusan yang lebih spesifik tentang produk yang ditawarkan, harga yang sesuai, bagaimana dan dimana Anda akan melakukan distribusi produk, serta bagaimana orang lain akan dapat mengetahui tentang produk yang Anda tawarkan.

10. Website.

Saat ini, website sudah menjadi salah satu kebutuhan terpenting bagi bisnis, baik untuk jenis usaha yang berskala kecil maupun yang sudah berskala besar, hal ini disebabkan oleh para konsumen yang datang melalui informasi dari internet hampir sekitar 60%. Maka dari itu segala jenis informasi tentang produk yang ditawarkan melalui website sangat berpengaruh besar dalam hal peningkatan jumlah pelanggan yang berhubungan dengan produk Anda.

11. Strategi Branding.

Branding merupakan hasil dari tanggapan para konsumen dalam hal menerima perusahaan yang membuat produk tersebut. Terkadang jenis usaha-usaha yang berskala kecil seringkali melupakan kebutuhan akan brand seperti tentang pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang telah dihasilkan.

12. Promosi dan Iklan.

Promosi serta iklan merupakan salah satu konsep marketing yang sangat penting untuk dipertimbangkan pada berbagai jenis usaha bisnis, termasuk juga pada jenis bisnis yang berskala kecil. Pengakuan terhadap brand yang efektif akan dihasilkan dari berbagai promosi dan iklan yang baik, sehingga akan dapat semakin meningkatkan penjualan.

13. Customer Relationship Management.

Dalam pengelolaan hubungan yang baik dengan para pelanggan menjadi salah satu hal terpenting dalam hal menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten terhadap produk. Contohnya adalah dengan membuat kartu anggota atau membership agar dapat memberikan potongan harga pada saat pembelian paket tertentu.

Yang harus diingat adalah bahwa suatu usaha yang berskala besar juga bisa saja hancur apabila tidak ingin menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, cobalah untuk mereview kembali tentang konsep dari pemasaran dan perencanaan strategi atau teknik pemasaran usaha Anda yang telah Anda buat agar bisnis Anda dapat berkembang pesat dan tepat.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

 

 

21Dec/17

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PIUTANG USAHA YANG DIPREDIKSIKAN TAK BISA TERTAGIH

Sebelum membahas yang lebih jauh tentang piutang usaha yang tak tertagih, terlebih dahulu kita akan membahas tentang apa itu piutang usaha. Piutang usaha merupakan suatu aktiva yang timbul karena perusahaan telah menjual atau memberikan jasanya (jika persahaan jasa) terhadap para pelanggan dan akan menerima janji dari pelanggan yang akan memberikan uang (membayar) kepada pihak perusahaan (pemberi piutang) pada waktu yang akan datang.

Dengan kata lain, piutang usaha timbul karena adanya penjualan yang dilakukan secara kredit (hutang) oleh pihak pelanggan. Secara akuntansi pencatatan untuk piutang atau penjurnalan akan ditandingkan/dilawankan dengan pendapatan. Misal pada tanggal 14 Februari 2017 PT XXX telah menjual barang “A” secara kredit terhadap CV ZZZ senilai Rp.5,000,000 maka akan terbentuk jurnal sebagai berikut:

Piutang usaha        5,000,000
Penjualan                    5,000,000

Nantinya nilai dari piutang usaha tersebut akan dicatat pada neraca sebesar jumlah piutang yang dapat direalisasikan, yaitu berupa nilai piutang yang sekiranya masih dapat ditagih. Besarnya piutang yang dapat ditagih akan dihitung dengan cara mengurangi piutang dengan perkiraan piutang yang dipredikis tidak dapat ditagih.

Lalu bagaimana dengan piutang usaha yang tak tertagih? Piutang usaha tak tertagih akan diakui sebagai sebuah kerugian piutang. Dalam menentukan kerugian piutang usaha dapat dilakukan dengan 2 macam metode, yaitu:

1. Metode penghapusan langsung.
2. Metode cadangan.

1. Metode penghapusan langsung.

Untuk metode seperti ini tidak ada jurnal yang dibuat sampai suatu akun khusus telah ditetapkan secara pasti yang tidak tertagih. Kemudian kerugian tersebut akan dicatat dengan cara mengkredit Piutang Usaha dan mendebet Kerugian Piutang sebesar nilai perkiraan piutang yang tak tertagih tersebut.

2. Metode cadangan.

Menggunakan estimasi atau perkiraan piutang yang tak tertagih dari semua penjualan kredit atau dari total piutang usaha yang sudah beredar. Perusahaan setiap akhir tahun harus menentukan berapa besaran estimasi piutang tak tertagih yang akan diakui dan dilaporkan sebagai sebuah kerugian piutang pada periode berjalan. Penghitungan estimasi seperti ini biasanya dibuat atas dasar presentase dari penjualan atau presentase piutang yang sudah beredar.

Pendekatan presentase penjualan akan menandingkan biaya dengan pendapatan karena hal ini sudah mengaitkan beban pada periode dimana penjualan telah dicatat. Contoh: PT XXX telah mengestimasikan dari pengalaman dimasa lalu bahwa dari 2% penjualan kreditnya tidak akan tertagih. Jika PT XXX memiliki penjualan kredit sebesar Rp 50,000,000 maka pada tahun 2016, maka jurnalnya adalah sebagai berikut:

Biaya Piutang Tak Tertagih        1,000,000
Cadangan Piutang Tak Tertagih                1,000,000

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang perlakuan akuntansi terhadap piutang usaha yang diprediksikan tidak tertagih. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com