13Aug/19

KETIKA PEMASARAN PRODUK PERUSAHAAN MEROSOT…APA YANG KITA LAKUKAN?

Pada saat ini terbetik beberapa berita yang mengerikan, khususnya keluarga karyawan yang bekerja. Apa isi berita itu? Pada saat ini ternyata dengan daya beli yang melemah dan adanya perang dagang antara Amerika dan China memunculkan masalah-masalah perusahaan yang selama ini tidak rapi dan siap dalam perjalanan bisnis. Tidak siap karena tidak rapi secara manajemen, kedua tidak siap dengan pasar yang mulai berubah dan tidak siap dengan pengelolaan cash flow termasuk piutang penjualan (AR) apabila memberikan kredit kepada customer.

Marilah kita tinjau satu persatu keadaan ini dari urutan paling awal adalah sistem manajemen, sebaik apapun penjualan  perusahaan jika sistem manajemen dan pengelolaan AR tidak baik maka perusahaan tetap menuai resiko kerugian. Sebaik apapun pengelolaan manajemen dan AR tetapi bagian pemasaran tidak maksimal, maka perusahaan juga mengalami guncangan. Topik mengenai sistem manajemen yang rapi bisa anda teruskan di artikel ini yaitu sistem  manajemen outopilot dan pengelolaan piutang anda bisa membacanya di artikel pengelolaan piutang penjualan (AR).

Mari kita bahas bagian yang penting dan merupakan ujung pangkal keberhasilan perusahaan. Jika saat ini sudah ditengarai beberapa perusahaan akan jatuh, maka akan bertahan dengan pemasaran yang cukup baik. Bagaimana pemasaran yang cukup baik dan handal? Ikuti dengan rahasia sukses dalam memasarkan produk dengan kunci Sales dan distribusi dan promosi. Pada konsep dasar 4 P disebutkan sebuah produk akan memiliki peluang berhasil jika P (produk) didesain dan bermutu baik, dan P (Price) harga disetting dengan baik, P (Place) jika produk didistribusikan dengan baik dan merata. P ( Promotion) adalah jika produk yang sudah diedarkan dengan merata dan dipromosikan tentunya peluang produk dikenali dan dikonsumsi pelanggan akan cukup besar. Oleh sebab itu akan kita bahas lebih detail mengenai Place dan promotion.

Pemasaran off line atau darat dikenal dengan sales & distribution. Jadi produk diusahakan terpasarkan ke channel yang tepat. Siapa channel itu? Toko modern & tradisional yang antara lain supermarket, minimarket & Hypermarket. Horeka (hotel, restoran, cafe , koperasi dan kantin) dan institusi yaitu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta. Pemasaran off line selalu membutuh channel pemasaran ini. Sedangkan jika produk sudah tersebar di semua channel, agar produk dikenali dan dibeli konsumen maka produk akan terjamin dengan program promosinya. Bagaimana dengan keadaan sekarang? Masih efektifkah?

Sebelum ke sana, kita mulai chek penjualan yang dilakukan secara online. Penjualan on line memiliki channel market place, web site sendiri/e-commerce dan social media sebagai anjang untuk promosi. Ada perbedaan dan persamaan. Persamaan masing-masing memiliki channel. Serta membutuhkan transportasi dan logistik. Perbedaannya, penjualan dengan off line mengajak customer datang sehingga dibutuhkan cara menciptakan dan mendatangkan traffic, sedangnya on line menciptakan traffic dari media yang digunakan. Nah, sekarang ini supaya tidak ribet keduanya dapat disatukan dan diintegrasikan menjadi pemasaran berstrategy omni channel. Penggabungan seperti ini akan memunculkan kekuatan untuk mengatasi masalah disrupsi yang pada akhirnya jika tidak diikuti oleh perusahaan, maka perusahaan mengalami banyak kesulitan. Khususnya cash flow-nya.

Semoga artikel di atas menjadi inspirasi pembaca, apabila pembaca membutuhkan bantuan dalam bimbingan membentuk tim marketing dan sistem prosedur dalam marketing, penilaian kinerja marketing, pencarian distributor dan penyediaan data Distributor silahkan hubungi 081-252982900. Kami siap membantu anda.

05Aug/19

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Supply Chain merupakan jaringan perusahaan yang bekerja sama menciptakan dan mengalirkan produk ke pengguna terakhir. Perusahaan yang tergabung didalamnya yakni perusahaan produsen, perusahaan supplier / distributor, Toko / Ritel serta perusahaan pengantar logistis dsb. Dengan kata lain jaringan ini bertujuan untuk mengalirkan produk / jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian ini membentang dari penggunaan bahan baku hingga produk sampai ke konsumen akhir.
Beberapa fungsi SCM yang perlu diketahui yakni SCM berfungsi merubah bahan baku agar dapat dikonfersi menjadi produk jadi yang bermanfaat bagi konsumen atau pemakai akhir. Selain itu SCM disini juga berfungsi untuk memediasi pasar atau memastikan bahwa apa yang sedang ditawarkan ke pasar merupakan produk / jasa yang dibutuhkan oleh pasar.
Dari tujuan tersebut diharapkan SCM mampu mengurangi ketidakpastian dan resiko aliran barang yang mampu memberikan energi positif dalam hal penyimpanan, waktu siklus, bisnis proses dan jasa yang disediakan oleh pengiriman logistik.

Secara operasional suply chain terbagi menjadi 3 bagian, Upstream Supply Chain, Internal Supply Chain dan Downstream Supply Chain.

Upstream Supply Chain. Merupakan aktifitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalur dan hubungan antara mereka terhadap penyalur lainnya. Dalam bagian ini aktifitas utama yakni pengadaan barang.
Internal Supply Chain. Merupakan aktifitas yang dilakukan dengan merubah input agar menjadi output dan dikirim ke konsumen, aktifitas ini mulai dari waktu masuk pada perusahaan sampai pada produk tersebut didistribusikan di luar perusahaan tersebut. Aktifitas proses seperti ini dilakukan oleh produksi, manufaktur dan pengendalian persediaan.
Down stream Supply Chain. Merupakan aktifitas manajemen yang meliputi kegiatan penyaluran barang sampai pada pengguna akhir. Biasanya proses ini dilakukan oleh pergudangan, transportasi dan service after sales.

Beberapa masalah dan tantangan pada suplay chain yakni Struktur suplay chain yang begitu sangat kompleks, misalnya banyak pihak-pihak yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda dan berseberangan sehingga tujuan utama dari pembentukan suplay chai ini terhambat dan tidak dapat berjalan lancar. Bahasa yang digunakan oleh masing-masing sub juga dapat berbeda beda, zona waktu, dan budaya antar perusahaan yang berbeda juga dapat memengaruhi kinerja suplay chain juga berbeda.
Permintaan pasar yang tidak dapat dipastikan dan tidak dapat diukur dan diprediksi juga dapat menjadi masalah bagi perusahaan itu sendiri. Pasokan-pasokan yang dilakukan oleh penyedia barang juga tidak dapat dipastikan kejelasannya sehingga membuat tantangan tersendiri. Misal waktu pengiriman, harga, dan kualitas barang dsb. Kegiatan operasional juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan Suplay chain, misalnya adanya kecenderungan dan potensi mesin untuk rusak, kinerja yang tidak sempurna, dan perusahaan secara tidak sengaja mendapatkan produk-produk yang berkualiltas rendah.

Bagi banyak pembaca sekalian jangan berkecil hati jika pembaca semua merupakan pelaku bisnis distributor sebab kami akan memberikan beberapa tips dan solusi dari ancaman dan tantangan suplay chain tersebut. Adapun manfaat utamnya bagi perusahaan yakni dapat mengurangi beban keterbatasan lahan untuk pengembangan di kawasan industri.
Pertama, yakni dalam hal penyediaan sumber daya manusia tentunya karyawan lakukanlah outshourching dengan menggunakan jasa perekrutan dari pihak luar. Manfaat yang akan didapatkan ketika perusahaan menggunakan jasa pihak ketiga yakni mereka lebih independen, lebih profesional, tidak akan membocorkan rahasia kandidat kepada kantor yang tidak berwenang.
Kedua, beli input secara langsung dari produsen manufaktur lain dibandingkan jika harus memproduksi bahan baku untuk dikonversi menjadi produk siap pakai. Ketika bahan yang digunakan telah diproduksi oleh produsen lain dengan tingkat teknologi yang lebih maju lebih baik perusahaan menggunakan dan membeli produk dari pada harus menciptakan produk tersebut sendiri.
Ketiga, ciptakan strategi partnership dengan supplier.
Keempat, gunakan pendekatan just in time, baik dalam aktifitas pembelian, pengiriman dan pelayanan pelanggan.
Kelima, pergunakan supplier dengan jumlah seminimal mungkin. Semakin sedikit jumlah supplier, semakin loyal supplier tersebut dengan perusahaan.
Keenam, perbaiki hubungan anda dengan supplier sekaligus pembeli. Setiap kendala dan masalah yang terjadi sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik. Supplier dan pelanggan merupakan mitra kerja kita. tanpa kita tidak bisa bekerja tanpa mereka.
Ketujuh, lakukan proses produksi setelah mendapatkan order. Hal ini berarti produksi berdasarkan pada pesanan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai supply chain management. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) marketing dan butuh Software penjualan pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.