CARA EFEKTIF MENINGKATKAN PROFIT DISTRIBUTOR

Pada saat ini tantangan Distributor sangat berat, selain terkena oleh situasi Covid-19, pencarian sales juga sulit. Dan mereka mesti bertahan dengan meningkatkan profit agar biaya operasional bisa ditunjang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan profit distributor adalah seperti yang terpaparkan dibagian berikut ini.

Dengarkan/tonon juga : poscast Cara efektif meningkatkan profit Distributor
Pilih produk yang menguntungkan
Carilah produk yang Fast Moving sebagai produk Utama, meskipun produk fast moving seringkali profit di bawah 10%. Carilah produk yang memiliki margin diatas 10% untuk produk Tambahan. Usahakan Distributor bekerja sama dengan minimal 10 Supplier, 3 supplier sebagai produk utama dan 7 supplier sebagai produk tambahan.
Manfaatkan subsidi pembiayaan dari supplier
Bentuk Tim penjualan Mix produk dan eksluive produk. Tujuan dibentuk tim penjualan ekslusive adalah untuk menghandle penjualan produk 3 supplier utama dan Tim penjualan mix untuk menghandle 7 supplier produk tambahan.Apabila Supplier menghendaki sales ekslusive, minta bantuan subsidi pembiayaan sales exlusive. Subsidi pembiayaan bisa dalam bentuk Gaji atau Insentif. Jika memungkin negosiasi minta bantuan Supplier untuk subsidi insentif/ Gaji salesman untuk produk yang bermargin kecil. Jika memungkin juga mengajukan subsidi gaji atau insentif untuk produk baru yang dipasarkan oleh supplier.
Manfaatkan anggaran promosi supplier
Hindari untuk mengeluarkan anggaran sendiri untuk promosikan produk supplier. Karena ini bukan tanggung jawab Distributor. Jika dari supplier terdapat anggaran promosi, gunakan anggaran ini untuk meningkatkan penjualan. Misalnya penjualan produk berpromosi, beli satu produk bonus satu produk. Upayakan target penjualan yang diberikan supplier dicapai 100% agar Distributor mendapatkan bonus dari supplier.
Rapikan operasional Distribusi
Buatlah Mapping Wilayah Penjualan , tujuannya agar aktivitas penjualan salesman tertata rapi, sehingga pemberian bahan bakar, parkir dan uang makan kepada SALESMAN sudah standard. Tujuan lain mapping wilayah penjualan adalah agar Delivery service bisa mengikuti rute – sesuai order-order yang telah didapatkan oleh salesman.Tujuan lain merapikan OPERASIONAL DISTRIBUSI adalah agar biaya operasional bagian penjualan dan delivery servivce hemat.
Kelola Kas keluar dengan bijak
Buat anggaran biaya oprasional setiap departemen, sehingga uang keluar yang tidak perlu bisa diminimalkan. Serta Bandingkan antara anggaran dan realisasi. Seperti yang diketahui di Gudang dan logistik BIAYA YANG BANYAK KELUAR adalah maintenace kendaraan dan biaya bongkar muat. Di bagian Marketing jika melakukan promosi maka KECILKAN BIAYA PROMOSI YANG TIDAK PERLU, karena Distributor memiliki tugas distribusi produk dan yang berpromosi adalah supplier. Dibagian Finance dan accounting, minimalkan biaya-biaya terkait ATK, konsumsi dan maintenance peralatan kantor. Fokuskan untuk mengendalikan biaya departemen yang KAS KELUARNYA selalu melebihi dari anggaran.
Carilah pendapatan lain-lain :
Pendapatan lain-lain bisa dari Penjualan barang bekas atau limba di gudang yang bisa diuangkan, seperti : dus bekas, karung bekas, botol bekas, atau yang lain. Oleh sebab itu minta karyawan gudang untuk mengelola sampah yang ada digudang dan gunakan pendapatan lain-lain untuk pembiayaan “refreshing karyawan” agar karyawan tetap produktif. Misalnya out bound training di luar kota.
Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca. Silahkan hubungi kami jika ingin merapikan Distributor, mengimplementasikan software accounting maupun implementasi SFA dan aplikasi Omnichannel, silahkan hubungi kami di https://wa.me/6281252982900. Kami siap membantu anda.

STRATEGI PENYUSUNAN STUDY KELAYAKAN BISNIS (BUSINESS FEASIBILITY STUDY) MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS TELOS

Study kelayakan bisnis (business feasibility study)yang merupakan suatu tahapan dalam hal pembuatan sebuah analisis kelayakan yang dilakukan sebelum akan mendirikan sebuah perusahaan. Dalam bidang bisnis, study kelayakan bisnis sudah menyangkut tentang seberapa tepat dan realistis sebuah bisnis akan dapat dijalankan.

Dan karena alasan itulah, maka menyusun suatu study kelayakan bisnis (business feasibility study) harus benar-benar sesuai dengan beberapa standar pendirian perusahaan yang tepat sasaran dan harus benar. Beberapa perusahaan besar Indonesia yang sebelumnya telah berhasil dalam mengembangkan perusahaannya dengan menggunakan strategi kelayakan bisnis yang tepat dan akurat.

Mengenalkan dengan salah satu strategi dalam penyusunan study kelayakan bisnis yang paling tepat sasaran, yaitu dengan pendekatan analisis TELOS. Lalu apakah yang dimaksud dengan analisis Telos ini? Dan bagaimana agar bisa menyusun sebuah analisis Telos?

Berikut ini merupakan beberapa penjelasan tentang apa itu yang dimaksud dengan penggunaan pendekatan startegi TELOS dalam penyusunan study kelayakan bisnis yang lebih tepat sasaran dan akurat.

  1. Pengertian Strategi Analisis TELOS.

Strategi analisis TELOS yang merupakan suatu tahapan strategi yang akan digunakan dalam menyusun study kelayakan bisnis. Analisis TELOS merupakan sebuah singkatan dari 5 macam tahapan yang menjadi ciri khas dalam strategi ini. Lalu apa sajakah tahapan-tahapan dalam strategi analisis TELOS? Kelima tahapan dari komponen tersebut adalah:

  1. Kelayakan Teknologi dan Sistem (Technology and System Feasibility).
  2. Kelayakan Ekonomi (Economic Feasibility).
  3. Kelayakan Hukum (Legal Feasibility).
  4. Kelayakan Operasional (Operational Feasibility).
  5. Jadwalkan Kelayakan (Schedule Feasibility).

• Tahapan yang pertama adalah merupakan suatu kajian yang didasarkan kepada proses sistem persyaratan (requirements system) pada bidang bisnis yang nantinya akan dijalankan. Pada tahapan ini merupakan tahapan analisis organisasi dalam melaksanakan bisnis, yaitu pada bagian teknis, operasional dan bagian adminitrasi.

• Tahapan kedua adalah economic feasibility atau kelayakan ekonomi yang merupakan suatu analisis terhadap keuntungan yang nantinya akan bisa didapatkan dan kebermanfaatanya bagi seluruh sistem bisnis dan lingkungan bisnis.

• Tahap yang ketiga adalah berupa analisis yang didasarkan pada kesesuaian peraturan hukum yang masih berlaku saat ini. Misalnya sebuah perusahaan tambang apakah secara peraturan perundang-undangan sudah benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Pihak perusahaan harus melakukan analisis secara berimbang, sehingga tidak sampai merugikan pada salah satu atau dari kedua belah pihak.

• Tahapan yang keempat adalah berupa tahapan kelayakan operasional yang akan menganalisis tentang prospek pengembangan perusahaan dan keberlanjutannya. Hal ini juga sudah mencakup system manajemen dan operasional yang harus dimiliki agar perusahaan masih tetap bisa berkembang. Tahapan yang terakhir ini adalah berupa kelayakan dalam hal pencapaian target atau penyelesaian suatu proyek bisnis

2.Keunggulan Menggunakan Strategi TELOS.

Menyusun suatu study kelayakan bisnis dengan menggunakan strategi analisis TELOS yang mencakup suatu analisis dan dilakukan secara menyeluruh, sehingga dapat menjangkau berbagai macam jenis komponen dalam dunia bisnis. Dengan cara melakukan analisis secara menyeluruh melalui tahapan-tahapan dalam analisis TELOS secara utuh, maka perusahaan akan bisa semakin bertumbuh untuk menjadi sebuah perusahaan yang lebih kuat, berkembang dan memiliki visi pertumbuhan perusahaan yang jauh lebih jelas.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana strategi dalam menyusun study kelayakan bisnis (business feasibility study) menggunakan pendekatan analisis TELOS. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, apabila membutuhkan Feasible Study business, silahkan hubungi wa : https://wa.me/6281252982900. Langsung klik saja. Terima kasih.