01Aug/18

BERBAGAI POTENSI-POTENSI PELUANG DALAM STRATEGI MARKETING VIDEO ONLINE SEBAGAI SALAH SATU MEDIA DALAM BERPROMOSI BAGI PARA PEBISNIS

Perkembangan dari media sosial sebagai salah satu dari media marketing tidak pernah diragukan lagi potensi besarnya. Untuk saat ini masyarakat sudah mulai banyak yang tergabung dalam group-group watsapp, line, bbm, telegram dan lain sebagainya. Selain itu juga konsultan dan trainer marketing sudah  banyak menyaksikan diantara para pebisnis yang memiliki akun-akun facebook, youtube, path, instagram, twitter, blog, dan masih banyak lagi media-media online lainnya dimana tempat berkumpul dan berbagi macam komunitas-komunitas dan segala informasi dalam dunia maya.

30b819fbfe8ebb57c2ea792ded28f32c_online-video-marketing-863-430-cBerpromosi dengan memanfaatkan media sosial biasanya adalah berupa pesan text yang agak panjang, gambar, dan juga berupa video online. Dan hal seperti ini merupakan sebuah potensi terbesar dalam dunia marketing yang sebenarnya bisa digunakan sebagai salah satu alat promosi terbaik bukan? Tinggal bagaimana cara untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan lebih tepat sasaran dalam pemasarannya.

Semakin meluasnya berbagai macam jenis informasi pada media sosial menjadikan para pebisnis harus bisa lebih kreatif lagi dalam membuat para calon konsumen agar semakin merasa tertarik, jika bukan sebuah pesan promosi yang tepat akan menjadi semakin tenggelam oleh desakan berbagai informasi informasi lainnya.

Saat ini penyebaran video-video online sudah mulai banyak yang digunakan sebagai salah satu cara terbaik dalam berpromosi yang lebih banyak membuatnya untuk dapat dilirik oleh banyak orang, daripada hanya sekedar berupa text-text yang terlalu panjang atau berupa design gambar biasa saja. Potensi dari penyebaran video-video online sebagai media dalam berpromosi semakin didukung oleh beberapa hal dibawah ini, yaitu:

1. Kuota internet yang semakin lama semakin murah yang menjadikan semakin banyaknya orang lebih konsumsif lagi dalam hal penggunaan internet. Selain itu juga didukung oleh berbagai fasilitas-fasilitas wifi gratis yang sudah mulai banyak yang disediakan dimana-mana. Mendownload video-vide online yang dapat dengan mudah dilakukan hanya dalam hitungan detik saja.

2. Video-video online yang memiliki multi efek terbaik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pesan-pesan yang terdapat dalam video online menjadi jauh lebih baik untuk dicerna apabila dibandingkan dengan audio, tulisan, maupun dari sebuah gambar.

3. Video online menjadi lebih kreatif dalam hal menuangkan ide-ide yang menjadikan orang-orang akan menjadi lebih tertarik karena adanya ide kreatif tersebut. Produk yang dianggap seperti biasa-biasa saja dipasaran akan semakin bertambah added valuenya ketika sudah dikemas oleh sebuah ide-ide kreatif.

4. Fasilitas-fasilitas yang menjadikan sebuah video online menjadi semakin mudah untuk dilihat banyak orang. Hanya dengan cara menggunakan smartphone saja Anda sudah mampu merekam dan mengedit berbagai video online sederhana.

5. Anda bisa menghemat biaya iklan yang terlalu besar dengan cara mengunggah video-video online seperti ini. Dan orang-orang akan dengan sukarela men-share video online tersebut yang dianggapnya sangat menarik kepada seluruh group-groupnya. Suatu hal yang paling menarik memang cepat sekali untuk beredar di dunia maya. Dalam sehari saja sudah tidak terhitung lagi berapa banyak orang yang melihat dan menyebarkannya. Bahkan sudah banyak yang tersimpan di memory gagdetnya yang dapat mereka putar sampai berkali-kali. Begitu amazing bukan?

Begitu besarnya potensi dari video online untuk media berpromosi memang sangatlah besar. Anda sebagai seorang pebisnis harus bisa mencoba untuk membuat video-video online untuk produk atau jasa Anda. Buatlah ide dengan sekreatif mungkin. Tambahkanlah nilai-nilai yang lebih edukatifm sehingga orang yang melihatnyapun akan bisa mendapatkan tambahan ilmu dan bukan hanya sekedar berupa informasi produk dari Anda. Bagaimana? Apakah Anda merasa tertarik untuk mencobanya? Semoga sukses dan selamat mencoba.

 

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

27Jul/18

LANGKAH-LANGKAH BAGAIMANA DALAM MENGUKUR ROI (RETURN ON INVESTMENT) PADA INTERNET MARKETING DARI PERUSAHAAN ANDA

Peter Ducker, sebagai pakar manajemen pernah menyatakan bahwa “apapun yang masih bisa diukur, juga masih bisa untuk dikendalikan”, benar-benar sebuah kata-kata yang jika dipikir-pikir juga masih ada benarnya. Di tengah semakin banyaknya praktek dari strategi internet marketing ini, para marketer saat ini jauh lebih sering merasa kebingungan dalam menentukan bagaimana cara terbaik dalam mengukur ROI (Return on Investment) internet marketingnya. Bisa dibilang menurut konsultan marketing adalah penggunaan media internet marketing untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke website. Maka kita juga bisa melihat bagaimana internet marketing tersebut berwujud kepada matriks engagement.

3d-roi-return-investment-28874808Dan diluar itu semua, kita juga masih belum bisa menghubungkan antara antusiasme kita pada sesuatu yang benar-benar nyata. Kita masih belum bisa benar-benar merasa yakin tentang bagaimana segala kegiatan dari content marketing tersebut yang bisa kita lakukan akan membantu dari proses marketing itu sendiri secara keseluruhanpun masih bisa mendukung terjadinya proses penjualan dan ujung-ujungnya akan menyediakan pendapatan bagi perusahaan.

Mengukur ROI dari content marketing juga harus dimulai dengan adanya sebuah langkah- langkah yang harus dilakukan oleh para pemasar internet  marketing yang sukses, yaitu dengan memulai dari satu fase dalam journey para pelanggan. Pengukuran yang lebih komprehensif tentunya adalah sebuah perjalanan yang masih terlampau jauh untuk bisa langsung dilakukan, namun sebagai suatu kategori dari pengukuran yang rasanya sudah sangat cukup sebagai satu permulaannya.
 
1. Memulai dari permukaan (Permulaan awal).

Melalui berbagai proses pembelajaran dan perencanaan yang lebih matang, maka isi dari konten internet marketing bisa lebih diarahkan untuk menggiring banyak sekali potensi yang mungkin tidak bisa dihasilkan oleh para tim penjualan. Google analytics lebih cenderung mengukur adanya potensi dari berbagai jenis konten. Jangan sampai Anda malah terjerumus dalam perangkap mengukur dari jumlah pengunjung saja, karena data yang satu itu saja tidak akan mampu dalam memberikan gambaran secara keseluruhan tentang ROI dari konten Anda.

Yang terpenting adalah ukurlah bagaimana performa dari konten melalui hal-hal lain seperti rata-rata lamanya kunjungan, bounce rate dan konversi yang terkait dengan goalnya. Tujuan dari pengukuran yang semestinya harus dikaitkan dengan adanya keuntungan. Dalam konteks yang harus lebih dipahami oleh perusahaan Anda tentang apa itu yang disebut dengan keuntungan atas investasi ROI. Misalnya, sebuah perusahaan yang menganggap bahwa keuntungan adalah tentang berapa jumlah dari potensi pelanggan yang sudah dihasilkan dari setiap masing masing konten yang sudah dibuat.

Contoh lainnya adalah jika tujuan perusahaan Anda adalah untuk lebih meningkatkan interaksi dengan para pelanggannya, maka yang mungkin saja bisa dianggap sebagai ukuran keuntungan adalah dari rata rata lamanya seseorang dalam mengkonsumsi konten atau bisa juga presentase dari durasi seseorang dalam menonton sebuah video.
 
2. Memulai dari dasarnya terlebih dahulu.

Untuk beberapa jenis perusahaan, pembuktian ROI yang lebih disederhanakan dengan lebih memfokuskan terhadap  pengukuran hanya pada satuan yang lebih mendekati transaksi saja. Namun hal ini sebenarnya juga hanya bisa dijalankan jika jenis jenis dari konten yang sudah diproduksi memang untuk memaksa para calon pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian. Jenis konten tersebut antara lain adalah berupa unduhan ebook, undangan webinar atau dari interaksi melalui media sosial.
 
Evaluasilah bagaimana sebagian dari audiens tersebut yang sudah ditawari oleh konten-konten yang lebih memaksa tadi dengan sebagian dari para audiens lain yang tidak menerima adanya tawaran dari konten yang serupa. Jika ternyata grup yang pertama lebih cenderung menghasilkan pelanggan, maka perusahaan baru saja menemukan indikator dari ROI konten yang sudah jelas.
 
3. Beri tujuan dalam setiap kontennya.

Berbagai aktivitas dari content marketing secara keseluruhan semestinya harus tetap diukur dalam skala yang makro. Misalnya ukuran untuk peningkatan konversi konten dari periode ke periode selanjutnya. Tapi setiap konten juga sebaiknya harus memiliki tolak ukurnya sendiri. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita malah lebih terbiasa dalam mengawinkan satuan konten yang sudah kita produksi dengan sebuah tujuan yang sebenarnya lebih dari sekedar page view. Bahkan untuk tujuan yang sederhana seperti halnya menggiring banyak orang dari satu konten ke konten yang lainnya, kita seharusnya sejak dari awal sudah menetapkannya terlebih dahulu agar kita bisa mengetahui tentang apa saja yang masih bisa kita ukur.

Cobalah untuk mempertimbangkan kembali tentang apa saja yang sebuah konten ingin capai, baik itu untuk lebih meningkatkan brand awareness atau untuk membangun basic subscriber, atau untuk mendorong terjadinya transaksi. pastikan jika Anda sudah bisa mengukur setiap langkah untuk menuju seperti apa yang ingin dicapai oleh pengukuran  tersebut. Bisa kita ukur jika konten kita adalah berupa blog dan goal dari perusahaan adalah untuk meningkatkan subscriber serta meningkatkan keikutsertaan dari para webinar kita agar bisa membuat ukuran kesuksesannya dari conversion rate pendaftaran via email dan keikutsertaan dari subscriber pada webinar.

4. Memulai untuk mengukur ROI.

Jika kita sudah benar-benar siap untuk mengambil langkah pertama dalam perjalanan seperti ini, maka tanyakan terlebih dahulu tentang beberapa pertanyaan seperti ini pada diri sendiri:

• Fase seperti apa yang pernah audiens kita lalui sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya?
• Di mana letak tersendatnya jalur pengambilan keputusan?
• Jika kita membuat konten agar dapat meringankan beban permasalahan seperti di atas, maka metriks seperti apa yang paling banyak digunakan untuk menunjukkan tingkat keberhasilannya?
• Apakah kita memiliki alat ukur yang cukup dan lebih cocok untuk mengukur beberapa metriks tersebut?
• Apakah kita sudah sangat jelas dalam mengidentifikasikan goal makro dan mikro dari konten kita?
• Apakah proses dari pengukuran progres konten untuk menuju tercapainya goal sudah benar-benar cukup eksplisit dan jelas?

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengukur ROI (Return On Investment) pada internet marketing dari perusahaan Anda. semoga dapat bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses (AEP).

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com