15Jul/15

E-LEARNING SEBAGAI SOLUSI KETERBATASAN AKSES PENDIDIKAN

Bicara pendidikan di negeri ini seolah tidak akan ada habisnya. Di luar segala prestasi yang sudah diraih, bahkan sampai ke manca negara, masih banyak persoalan-persoalan yang menggelayuti keberlangsungan hidup dunia pendidikan kita. Salah satunya adalah masalah akses menuju pendidikan itu sendiri.

Menurut Anies Baswedan, salah seorang pegiat pendidikan Indonesia, keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu masalah yang masih belum dijamah dengan baik. Ketika kebutuhan untuk mengakses pendidikan itu sangat besar, ternyata pada kenyataannya tidak berbanding lurus dengan kemudahan untuk mencapai akses tersebut, dan akhirnya memunculkan masalah baru. Salah satu contoh, misalnya, adalah keterbatasan akses pendidikan di daerah yang akhirnya menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi.

“Yang menjadi persoalan, di kota-kota besar jumlahnya sudah proporsional, tapi jangan kita hanya bicara urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah dan itu yang menyebabkan migrasi ke kota besar,” ujar Anies.

Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di daerah. Masih menurut Anies, akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut.

“Kita harus menyelesaikan permasalahan pendidikan ini, karena kepemilikan atas pengetahuan adalah kunci seseorang mencapai kesejahteraan,” menurut  figur pendidikan Indonesia, Anies Baswedan. Dalam perkembangan pendidikan Indonesia, pemerintah telah melaksanakan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna menghadapi persaingan bebas dunia yang akan segera berlaku dengan terwujudnya masyarakat Ekonomi ASEAN yang tengah berlangsung.

Perkembangan e-learning sejatinya bisa diarahkan menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah keterbatasan akses pendidikan di negeri kita ini. dengan berbagai kemudahan yang dibawa dalam e-learning, sudah selayaknya e-learning bisa menjadi primadona dalam pengembangan dunia pendidikan kita.

Sebagai sebuah fasilitas untuk mengakses pendidikan, jelas e-learning bisa diandalkan. Hal ini dikarenakan e-learning yang sifatnya bergerak dan berkembang berdasarkan jaringan. E-learning bisa diakses dimana saja dan kapan saja, selama ada jaringan internet yang bisa digunakan. Berarti, pekerjaan rumah bagi Pemerintah, adalah menyediakan sistem komunikasi dan informasi yang memadai, dalam hal ini, koneksi internet yang mumpuni, agar semua konten pendidikan dalam e-learning bisa disebarkan ke semua daerah, dan semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah.

Bisa jadi ini adalah jawaban kecil untuk mengatasi masalah keterbatasan akses pendidikan kita. Memang belum menjadi sebuah jawaban besar, dan memang akan muncul beberapa persoalan baru terkait merebaknya e-learning sebagai salah satu cara untuk mempermudah akses pendidikan. Tapi itu sudah seharusnya tidak menjadikan kita mundur, tapi justru berusaha memberikan solusi yang terbaik untuk pemecahan segala permasalahan. Dengan begitu, Bisa dipastikan bahwa Kita memang siap untuk menghadapi segala perubahan yang terjadi, khususnya di dunia pendidikan. (Dian Sukmawan)

15Jul/15

YUK KITA SIMAK! TRANSFORMASI E-LEARNING KE MOBILE-LEARNING

Pada saat ini teknologi terus berkembang seiring dengan berkembangnya pula kebutuhan manusia. Jika dulu segala sesuatu harus dipelajari secara nyata dan terbatas untuk mengaksesnya, maka saat ini adalah era di mana sesuatu bisa dipelajari tanpa akses yang terbatas.

Pembelajaran dan sistem pembelajaran mengalami perubahan dari masa ke masa. Kurikulum pun terus berubah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan para pembelajar. Jika dulu belajar itu harus dengan tatap muka secara langsung, maka saat ini, berkat perkembangan teknologi dan komunikasi, belajar bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka langsung antara Pembelajar dengan Pemateri.

Ketika e-learning mencuat di era tahun 90-an, awalnya masih banyak orang yang meragukan apakah sistem pembelajaran elektronik seperti ini bisa berhasil dan bisa menjadi sistem pembelajaran yang mumpuni utuk diberikan kepada para Pembelajar. Dan ternyata sekali lagi, perlahan-lahan para Pembelajar bisa menerima dan bahkan mungkin mulai menjadi “ketagihan” dengan e-learning ini. Apalagi setelah begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan dari kehadiran e-learning dalam dunia pembelajaran.

Babak pengembangan e-learning sendiri masih terus dilakukan hingga saat ini. Selama 20 tahun terakhir ini, para penggiat e-learning terus berupaya untuk mengembangkan sistem pembelajaran elektronik ini agar bisa lebih diterima, lebih dimengerti, dan lebih digunakan oleh para Pembelajar. Bahkan di bulan Mei tahun 2014, di Afrika tengah diadakan pertemuan penggiat e-learning seluruh dunia untuk membicarakan pengembangan e-learning di masa depan. Sebanyak 1500 peserta dan 300 Pemateri dari seluruh Afrika dan perwakilan beberapa negara berkumpul untuk mengikuti kongres e-learning ini. Silahkan klik di :   http://www.newvision.co.ug/news/656059-e-learning-africa-conference-opens-in-uganda.html.

Saat ini, e-learning bisa dikatakan menjadi sistem pembelajaran yang memiliki banyak keuntungan. Keuntungan yang paling nyata dirasakan adalah mudahnya cara mengakses e-learning tersebut. Jaringan internet yang terus mengalami peningkatan kualitas tentunya berdampak positif untuk kemudahan mengakses e-learning. Kapanpun dan dimanapun, selama ada akses internet, maka e-learning bisa dengan mudah didapatkan. Internet kini menjadi kebutuhan utama setiap orang.

Saat ini dunia gadget pun rasanya tidak akan lepas dari akses internet. Penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 orang di dunia tidak pernah bisa lepas dari gadgetnya. Hal yang sering mereka lakukan dengan gadgetnya tersebut adalah selalu berusaha terhubung dengan orang lain lewat jaringan internet. Memantau berita, memantau beberapa fitur sosial media, adalah hal yang paling sering dilakukan oleh manusia bersama gadgetnya. Dan sepertinya, bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti, orang akan lebih banyak mengakses pembelajaran e-learning melalui gadget mereka. Bahkan saat ini pun hal itu sudah berjalan sedikit demi sedikit.

Kemudahan mengakses internet, gadget yang terus berkembang semakin canggih, kesadaran akan pentingnya belajar, dan terus berkembangnya pola pembelajaran berbasis teknologi, adalah beberapa hal yang akan terus bisa mendorong kemajuan e-learning. Dan bukan tidak mungkin, e-learning akan bertransformasi menjadi “pembelajaran yang bergerak” atau kita mengenalnya dengan istilah “mobile learning”, yang bisa disingkat menjadi m-learning. Kapankah itu? Tunggu saja saatnya (Dian Sukmawan)