MENJADIKAN RETURN PRODUK (PRODUK RETUR) SEBAGAI SEBUAH PELUANG MARKET PLACE

Semakin meningkatnya penjualan barang-barang konsumtif yang bisa terlihat dari adanya indikasi dengan semakin meningkatnya penjualan pada masing-masing gerai retail maupun semakin masifnya pembukaan gerai-gerai baru, begitu juga dengan berbagai dorongan seputar peningkatan ini dipercaya sebagai salah satu indikator tentang semaking meningkatnya angka penjualan melalui e-commerce.

Namun, seperti lazimnya di semua barang produksi, seringkali terdapat ketidakpuasan terhadap barang-barang yang telah dibeli oleh konsumen. di Amerika sendiri, sangat lazim bagi sebuah toko online yang memberikan fasilitas untuk mengembalikan barang-barang mereka dikarenakan adanya ketidakcocokan barang karena warna, atau kenyamanan maupun juga pengembalian barang karena terjadinya kerusakan. Namun di Indonesia lazimnya adalah karena terjadinya kerusakan dari sebuah produk.

Pada beberapa produk, khususnya untuk produk telekomunikasi maupun elektronik, biasanya memiliki suatu sistem informasi yang sudah mengelola barang-barang khusus barang kembalian atau biasa disebut juga dengan istilah return product.

Proses Return Product (Barang Kembalian/Produk Retur)

Barang-barang yang sering dikembalikan adalah biasanya karena cacat/defect/rusak akan segera dilakukan proses sebagai berikut:

1. Proses perbaikan barang.
2. Menjual kembali barang tersebut.
3. Mengembalikan barang kembali ke stok atau dikembalikan lagi kepada principal (produsen).
4. Memusnahkan barang tersebut apabila barang sudah tidak bisa diperbaiki/dijual kembali.

Proses seperti ini tentunya membutuhkan adanya proses logistik untuk mengembalikan barang tersebut kepada departemen return, baik yang berada di pabrik maupun pada distribution center.
namun sayangnya, proses return product seperti ini biasanya dianggap akan membutuhkan biaya yang terlalu tinggi, sehingga hampir sangat jarang, dan yang banyak terjadi di Indonesia. Khususnya untuk memproses barang-barang return seperti ini. Kebanyakan dari barang-barang tersebut akan segera dilelang dengan harga yang lebih murah tanpa melalui proses perbaikan atau pengecekan kembali terlebih dahulu.

Peluang Dalam Usaha Untuk Semakin Meningkatkan Nilai Dari Barang Return

Lalu bagaimana caranya untuk merubah nilai barang return tersebut agar bisa menjadi peluang baru. Maka salah satunya adalah dengan memberikan peluang kerjasama terhadap pihak-pihak lainnya, bisa berupa perusahaan lain yang ingin menampung barang-barang return tersebut, bisa juga berupa perusahaan logistik yang sangat tertarik untuk mengelola barang-barang return.
Jika banyak pilihan yang telah disediakan untuk mengembalikan barang tersebut, maka konsumen hanya tinggal memilih akan mengembalikan kepada siapa?

Begitu simple prosesnya, karena konsumen hanya tinggal mengambil foto dari produk barang yang akan dikembalikan, selanjutnya konsumen hanya akan memilih perusahaan yang akan menerima barang retur, kemudian perusahaan tersebut akan mengambil barang tersebut atau dengan ongkos tarif yang relatif lebih murah, konsumen bisa mengirim barang kepada titik pengumpul barang terdekat.

Dan selanjutnya perusahaan tersebut akan melakukan proses pengelolaan barang return, misalnya dengan memberikan perbaikan barang, pengecekan kembali barang dan memberikan kesempatan terhadap perusahaan untuk menjual kembali barang-barang tersebut. Penjualan barang bisa juga dilakukan secara online melalui website milik perusahaan tersebut atau melalui marketplace seperti Bukalapak atau tokopedia dan banyak lagi yang lainnya.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *