MENGELOLA SDM DALAM MENJALANKAN E-LEARNING

Berbicara SDM dalam dunia E-learning, hampir sama dengan membicarakan ikan dalam dunia perikanan, membicarakan pohon dalam dunia kehutanan, membicarakan siswa dalam dunia pendidikan, atau membicarakan kendaraan dalam dunia otomotif.

SDM yang dimaksud di sini bukanlah Share Decision Making, System Design and Management, atau Security Ditribution and Marketing. SDM yang dimaksud di sini adalah Sumber Daya Manusia, atau dikenal juga dengan nama Human Resources.

Semua SDM di manapun dituntut untuk selalu melakukan upgrading (peningkatan) guna memenuhi kebutuhan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Untuk itu, setiap pengelolaan SDM di manapun, membutuhkan manajemen yang baik agar semua SDM bisa terarahkan dengan baik pula, sehingga SDM yang ada bisa diberdayakan dengan optimal.

Pemberdayaan SDM dalam manajemen SDM merupakan proses, tindakan dan strategi manajemen yang mendorong setiap individu agar mengalami proses pertumbuhan dan pengembangan kemampuan secara lebih tangguh dan mandiri.

Manajemen SDM -dalam sebuah perusahaan/institusi- bertanggungjawab memfasilitasi pemberdayaan SDM itu melalui penciptaan lingkungan yang kondusif, agar dapat membantu setiap individu untuk dapat bertumbuh-kembang secara maksimal dalam hal profesionalisme dan kompetensi hidup (baca: life skill)nya. Manajemen SDM akan mengatur dan memposisikan setiap SDM sesuai dengan keahliannya, sekaligus mengatur pemberdayaan SDM yang ada.

Dalam dunia e-learning, SDM merupakan faktor yang sangat vital dalam implementasi e-learning. Mengapa demikian? Karena e-learning muncul justru untuk meningkatkan kualitas SDM, baik itu di perusahaan, instansi, institusi/dunia pendidikan, maupun di dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu SDM yang ada perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sebelum e-learning dijalankan.

SDM suatu perusahaan/institusi harus mempunyai pola pikir yang menyatakan bahwa e-learning menjadi kebutuhan perusahaan/institusi untuk mencapai visi dan misi perusahaan/institusi itu sendiri, sehingga e-learning harus dilakukan. Cara pandang ini tentunya membawa konsekuensi dan menuntut adanya perubahan, diantaranya adalah perubahan budaya kerja di perusahaan/institusi tersebut. Dalam hal ini manajemen SDM sebagai pengelola SDM yang ada tentunya akan membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan e-learning di perusahaan/institusi tersebut.

Sudah cukup jelas bahwa untuk menjalankan e-learning, kompetensi manajemen SDM dan juga para pengelola e-learning perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kompetensi itu meliputi kompetensi pengelolaan konten, kompetensi untuk pengelolaan pembelajaran, dan kompetensi untuk pengelolaan pelaksanaan e-learning itu sendiri. Dengan dikuasainya semua kompetensi di atas, maka dapat dipastikan e-learning yang dijalankan akan terlaksana dan tersampaikan dengan baik. (Dian Sukmawan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *