Category Archives: Karier

19May/17

PANDUAN DALAM MENYEIMBANGKAN PERBEDAAN ANTARA SALDO KAS DAN BANK (REKONSILIASI BANK)

Rekonsilasi bank adalah sebuah aktivitas rekonsiliasi atau untuk merinci tentang perbedaan dan penyesuaian tentang perbedaan terhadap berbagai catatan transaksi terhadap bank. Dan umumnya, prosedur seperti ini lebih banyak dilakukan oleh perusahaan dengan catatan dari pihak bank yang berupa rekening Koran atau bank statement. Dalam rekonsiliasi bank, terdapat beberapa rincian, yaitu :

1. Rincian pemasukan.
2. Pengeluaran.
3. Transaksi lainnya yang telah mempengaruhi saldo bank.

Jika terdapat adanya perbedaan antara catatan perusahaan dengan catatan yang adai di bank, maka seorang akuntan akan melakukan tindakan penyesuaian atau biasa disebut dengan jurnal penyesuaian berdasarkan bukti yang valid yang sudah tersedia. Lalu, kira-kira bagaimana caranya dalam menyeimbangkan saldo kas dan juga dari bank?

Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.

1. Faktor-Faktor Penyebab dari Rekonsiliasi Bank.

Agar dapat semakin mudah dalam memahami tentang rekonsiliasi bank, maka Anda perlu untuk menguasai terlebih dahulu tentang konsep-konsep terhadap faktor penyebabnya. Faktor tersebut bisa berupa hal-hal yang sebenarnya sudah dicatat oleh perusahaan namun masih belum tercatat oleh pihak bank atau malah sebaliknya, serta adanya kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan oleh perusahaan atau bisa juga kelalain dari pihak bank. Hal tersebut meliputi :

• Deposit in transit.
• Outstanding checks.
• Bank collection.
• Electronic fund transfer.
• Service charge.
• Interest new of checking account.
• Non sufficient fund (NSF) check.
• Maupun cek-cek yang telah ditagih atau dikembalikan terhdap si penerima.

2. Tujuan dari Dilakukan Rekonsiliasi Bank.

Tujuan utama dari aktivitas ini adalah untuk menyesuaikan atau mencocokkan antara catatan transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan catatan yang dilakukan oleh pihak bank di dalam rekening koran. Selain untuk mencocokkan saldo dari bank pada setiap akhir akhir bulan, rekonsiliasi bank sangat berguna untuk mendeteksi adanya kecurangan akuntansi sejak dini. Bentuk kecurangan tersebut bisa saja berupa transaksi-transaksi fiktif yang (sengaja) diloloskan dari pantauan, pencatatan yang tidak sesuai, dan berbagai kecurangan lainnya yang dilakukan bukan hanya untuk keperluan perusahaan.

3. Langkah-Langkah dalam Melakukan Rekonsiliasi Bank.

1. Rekonsiliasi bank bisa dimulai dari dua nilai, yaitu nilai sisa yang ada dalam rekening koran atau nilai sisa menurut bank dan nilai sisa yang berada dalam daftar hitung perusahaan atau menurut buku catatan.
2. Cara terbaik dalam menyeimbangkannya adalah dengan menambahkan atau mengurangi jumlah dari nilai sisa bank serta hal-hal lain yang muncul dalam buku, akan tetapi tidak tercatat pada laporan bank. Beginilah cara yang bisa Anda lakukan :

• Tambahkan setoran dalam perjalanan pada nilai sisa bank.
• Kurangkan cek-cek dalam perjalanan dari nilai sisa bank.

3. Tambahkan pada atau kurangkan dari nilai sisa buku hal-hal yang tampak pada laporan bank, namun belum muncul pada buku perusahaan. Beginilah cara yang bisa Anda lakukan:

• Tambahkan pada nilai sisa buku, seperti penagihan oleh bank dan setiap pendapatan bunga yang diterima dari uang yang ada di bank.
• Kurangkan dari nilai sisa buku, seperti beban pelayanan, beban pencetakan cek, dan beban bank lainnya.

4. Menghitung nilai sisa bank yang telah disesuaikan. Kedua nilai sisa yang telah disesuaikan harus memiliki jumlah yang sama besarnya.
5. Membuat jurnal dari setiap hal yang saling bersangkutan dengan poin nomor yang ke 3, yaitu setiap hal yang tampak sebagai bagian dari pencatatan pada buku dari rekonsiliasi bank tersebut. Hal semacam ini harus dicatat dalam buku perusahaan karena akan sangat mempengaruhi kas milik perusahaan.
6. Memperbaiki semua kesalahan buku dan memberitahukannya kepada bank tentang setiap kesalahan yang telah dibuatnya.

Rekonsiliasi bank merupakan cara yang paling tepat dan sebisa mungkin harus Anda lakukan untuk dapat menyesuaikan atau menyeimbangkan perbedaan saldo dari kas dan bank. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dengan pasti tentang kondisi keuangan dari bisnis Anda. Anda bisa menggunakan software Accounting untuk dapat memudahkan Anda dalam proses rekonsiliasi bank.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

15May/17

BERBISNIS ECERAN/RITEL DAN BEBERAPA KELEBIHAN SERTA KEKURANGANNYA

Kata Ritel sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, yaitu : “retailler”, yang arti dasarnya adalah memotong atau memecah sesuatu. Menurut KBBI, Eceran berarti secara satu persatu, sedikit demi sedikit (tentang penjualan/pembelian barang). Jadi yang dimaksud dengan usaha eceran/ritel adalah segala kegiatan yangterlibat dalam penjualan dan pembelian barang, jasa ataupun keduanya secara sedikit demi sedikit atau satu per satu langsung kepada para konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, ataupun rumah tangga dan bukan hanya untuk keperluan bisnis (dijual kembali).

Secara garis besar, usaha atau bisnis ritel yang lebih berfokus kepada penjualan barang (kebutuhan) sehari-hari terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Bisnis Ritel Tradisional.
2. Bisnis Ritel Modern.

Ciri-ciri dari bisnis ritel tradisional sederhana adalah sebagai berikut :

1. Tempatnya tidak terlalu luas.
2. Barang yang dijual tidak terlalu banyak macam dan jenisnya.
3. Sistem pengelolaan/manajemennya masih terbilang sangat sederhana sekali.
4. Tidak menawarkan kenyamanan berbelanja muluk-muluk dan berlebihan seperti ritel modern.
5. Masih terdapat proses tawar-menawar harga dengan para pedagang.
6. Produk yang dijual juga tidak dipajang terlalu terbuka sehingga para pelanggan tidak mengetahui apakah pengusaha ritel tersebut memiliki barang yang memang dicari atau tidak.

Sedangkan ciri-ciri khusus dari bisnis ritel modern adalah kebalian dari bisnis ritel tradisional sederhana, yaitu :

1. Menawarkan tempat yang lebih luas.
2. Barang yang dijual juga sangat banyak jenis dan macamnya.
3. Memiliki sistem manajemen yang terkelola dengan sangat baik dan hati-hati.
4. Menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dalam berbelanja.
5. Harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga sama sekali tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan/pelayanan secara mandiri.
6. Pemajangan dari produk pada rak-rak terbuka sehingga para pelanggan bisa dengan bebas melihat dan memilih barang-barang apa saja yang dibutuhkan, bahkan beberapa swalayan ada yang memberikan produk tester agar bisa dicoba oleh para pelanggan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan membelinya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BERBISNIS RITEL (TRADISIONAL)

Berbisnis ritel memang cukup menjanjikan keuntungan yang lumayan, dari jenis ritel tradisional. Namun Anda juga jangan pernah lupa bahwa bisnis ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga beberapa kekurangan dalam segala bentuk kegiatannya.

Kelebihan dan kekurangan dari berbisnis ritel, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Kelebihan berbisnis ritel.

Berikut ini merupakan beberapa Kelebihan-kelebihan dari berbisnis ritel, diantaranya adalah :

• Modal yang digunakan relatif cukup kecil (bisnis ritel tradisional), namun keuntungan yang diperoleh lumayan besar.
• Biasanya lokasi dari bisnis ritel ini terbilang strategis. Mereka akan mendekatkan tempat bisnisnya dengan tempat berkumpulnya para konsumen, seperti di dekat pemukiman penduduk, terminal bus, atau pusat perkantoran.
• Hubungan diantara para pengusaha ritel dengan para pelanggan biasanya terbilang cukup dekat, karena adanya keseringan untuk berkomunikasi dua arah antara para pelanggan dengan para pebisnis ritel.

2. Kekurangan dalam berbisnis ritel.

Berikut ini adalah beberapa kekurangan-kekurangan dalam berbisnis ritel yang harus Anda perhatikan dengan seksama, diantaranya adalah :

• Keahlian dalam mengelola bisnis/toko ritel bersekala kecil sangat kurang diperhitungkan oleh para pebisnis ritel (ritel tradisional).
• Berbisnis ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan saja atau hanya sebagai pengisi waktu luang, sehingga para pebisnis ritel masih kurang memperhatikan dari sisi pengelolan untuk pengembangan usahanya.
• Secara administrasi (pembukuan) masih sangat kurang atau bahkan tidak memperperhatikan atau atau diperhatikan oleh para pebisnis ritel, sehingga terkadang uang/modalnya seringkali habis tidak terlacak sama sekali.
• Usaha dalam berpromosi bisnis tidak dapat dilakukan secara maksimal, sehingga masih saja ada dari bisnis ritel yang tidak diketahui olah para calon pembei/pelanggannya.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com