Category Archives: Artikel

29Apr/17

TIPS BAGAIMANA SEHARUSNYA MELAKUKAN STRATEGI TELEMARKETING DALAM DUNIA BISNIS

Untuk dunia bisnis melakukan berbagai inovasi merupakan suatu hal yang wajib bahkan sebuah keharusan dan sebagai sebuah strategi yang setiap waktu harus dilakukan. Hal ini karena terdorong oleh adanya tingkat persaingan yang semakin lama semakin ketat dengan berbagai macam kompetitor-kompetitor lainnya dalam bidang yang sejenis.

Perkembangan dunia teknologi yang semakin lama semakin bertambah maju tentunya akan banyak memberikan dampak tersendiri bagi dunia bisnis. Untuk pemasaran produk misalnya tidak hanya memasang iklan pada media cetak namun juga bisa melalui telepon. Salah satunya adalah untuk berkomunikasi untuk strategi dalam berpromosi dengan telepon contohnya adalah melalu telemarketing. Telemarketing yang biasanya paling banyak menggunakan media telepon ini bisa sedikit menekan biaya pemasaran Anda.

Tips Dalam Strategi Telemarketing

Selain hal itu cara ini terbilang lebih tepat sasaran dalam menargetkan konsumen produk Anda. Bagi Anda yang juga pelaku bisnis agar bisa menerapkan strategi ini dalam memperkenalkan produk Anda kepada masyarakat luas. Adapun beberapa tips yang mungkin bisa digunakan adalah sebagai berikut :

1. Percaya diri dalam memperkenalkan produk Anda.

Memasarkan produk dengan cara seperti ini tentunya memiliki resiko tersendiri seperti halnya dalam merespon atas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali diberikan oleh para calon pelanggan. Menghindari hal-hal tersebut tentunya Anda harus merekrut para pegawai yang benar-benar sangat mengenal terhadap produk Anda. Tawarkan kepada mereka tentang produk Anda dengan sangat percaya diri akan semakin menjadikan para pelanggan merasa yakin dengan produk yang Anda tawarkan. Pembeli juga akan merasa semakin yakin dengan kualitas dari produk yang telah Anda jual.

2. Database itu sangat penting.

Perlu Anda ketahui bahwa membuat database itu sangatlah penting agar semakin memudahkan Anda dalam menemukan berbagai informasi dari para pelanggan. Catatlah kontak dari para pelanggan serta alamat lengkap dan hasil penawaran Anda. Database seperti ini juga bisa digunakan oleh pihak manajemen dalam menemukan strategi baru yang lebih baik untuk kedepannya.

3. Jangan mudah untuk merasa putus asa.

Tentunya tidak semua konsumen yang Anda tawarkan produknya bersedia untuk membeli dari Anda atau bahkan mungkin akan lebih cenderung untuk menolak produk Anda. Jangan sampai Anda merasa terlalu mudah untuk menyerah hanya karena beberapa penolakan dan tetaplah untuk terus bersemangat dalam memasarkan produk Anda. Hal seperti ini juga akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Anda dalam menyakinkan para pelanggan yang semula sudah menolak Anda untuk menjadi tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Ingatlah sebuah penolakan seperti ini tidak hanya Anda seorang yang sering mengalaminya bahkan diantara perusahaan-perusahaan besar juga pernah bahkan terlalu sering untuk mengalaminya. Dengan penolakan tersebut akan semakin menjadikan Anda merasa semakin paham tentang bagaimana caranya dalam menghandle para calon pelanggan dan dalam menemukan peluang-peluang baru pada setiap penolakan tersebut.

4. Pengetahuan secara mendalam tentang produk.

Penguasaan terhadap produk juga sangat diperlukan karna para konsumen yang merasa tertarik dengan produk Anda tidak jarang juga akan semakin banyak bertanya tentang produk yang Anda tawarkan. Kurangnya informasi juga akan dapat menjadikan para calon pembeli merasa tidak tertarik lagi untuk membeli dari Anda. Berikanlah informasi selengkap-lengkapnya sehingga transaksi jual beli pun juga akan dapat terlaksana dengan mudah dan semakin cepat.

5. Siapkan fasilitas yang siap pakai.

Pada saat akan memilih untuk memasarkan produk melalui telemarketing tentunya media telepon merupakan poin terpenting. Pastikan sinyal Anda cukup kuat dan telepon Anda dalam keadaan yang sudah siap pakai dan dalam kondisi yang baik. Tentunya bukan hanya sekedar untuk memperlancar komunikasi saja namun juga semakin mampu dalam memberikan informasi sejelas mungkin terhadap para konsumen Anda.

6. Tingkat respon yang lebih cepat.

Selain itu Anda juga dituntut untuk memiliki respon yang lebih cepat terhadap adanya permintaan dari para pelanggan. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa pelanggan adalah raja memang itu ada benarnya juga. Jangan sampai pelanggan Anda menunggu terlalu lama dan membuat mereka ingin segera beralih kepada produk yang lainnya. Berikanlah pelayanan yang seramah mungkin dan jangan sampai Anda mudah untuk tersulut emosinya.

Tidak jarang juga para pelanggan yang Anda temui memiliki yang buruk dan kurang ramah. Anda harus tetap tenang dan harus tetap membalas konsumen tersebut dengan ramah. Apabila konsumen tersebut komplain maka dengarkanlah keluhan mereka dan berilah jawaban yang tetap memuaskan dan sejelas-jelasnya. Tidak lupa ucapkan kata maaf atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan serta berterima kasihlah karena telah memberikan kontribusi atas produk yang telah mereka beli.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

27Apr/17

PEMAHAMAN DASAR DAN TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MELAKSANAKAN MARKETING COMMUNICATION

Dalam  berkomunikasi terdapat dua macam elemen yang merupakan bagian terpenting dalam berkomunikasi yaitu :

1. Pengiriman (Sender).
2. Penerimaan (Receiver).

Marketing-Communications-WT

Sedangkan dua elemen lainnya yang merupakan alat untuk berkomunikasi adalah :

1. Pesan (Message).
2. Media.

 Lalu ke empat elemen lainya yang merupakan bagian dari fungsi untuk berkomunikasi adalah :

1. Encoding (Memberikan kode).
2. Decoding (Mengartikan Kode).
3. Response/Feedback.
4. Noise.

Pengirim dalam memberikan kode-kode melalui message dengan cara yang sama seperti bagaimana si penerima dalam mengartikan kode-kode yang terdapat dalam message tersebut.

Penjelesan sederhananya adalah : pengirim pesan harus menyampaikan melalui media yang efektif dan harus dapat menjangkau si penerima, selain itu pesan juga harus dalam bentuk yang mudah untuk dikenali oleh si penerima. Pengirim juga harus membuat yang disebut dengan umpan balik sehingga akan dapat dengan mudah dikenali dan direspon dari penerima. Pesan yang nanti akan dikirim tidak selalu akan dapat dengan mudah diterima sesuai dengan keinginan oleh si pengirim pesan, karena terdapat perhatian yang selektif,  pengubahan  selektif  dan  pengingatan  kembali yang selektif oleh si pemberi pesan.

Sedangkan proses untuk komunikasi pemasaran sendiri terdapat beberapa tahapan agar dapat membentuk komunikasi yang lebih efektif, yaitu sebagai berikut :
 
• Terlebih dahulu harus mengidentifikasikan si target pendengar.

Komunikasi pemasaran harus memiliki target pendengar yang jelas. Pendengar (audience) bisa terdiri dari para calon pembeli potensial dari produk-produk perusahaan, pemakai produk, pengambil keputusan atau pemberi  pengaruh terhadap produk. Para audience juga bisa saja terdiri dari para individu,  kelompok,  atau  masyarakat  umum  maupun  khusus. Target audience ini akan sangat berpengaruh besar terhadap keputusan yang nanti akan diambil oleh si komunikator tentang apa/bagaimana/kapan/dimana dan terhadap siapa harus berbicara.
 
2. Menentukan tujuan dari komunikasi.

Respon akhir yang diinginkan dari target audience adalah untuk “membeli” dan “puas”. Namun  tindakan   membeli merupakan hasil akhir dari berbagai proses panjang dalam pengambilan keputusan oleh para konsumen. Komunikator pemasaran harus mengetahui bagaimana target audience akan bergerak dalam tahap-tahap menuju kesiapan untuk membeli. Pemasar mungkin ingin menempatkan sesuatu dalam pikiran konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau mendorong konsumen untuk bertindak (behavioral).

Terdapat 4 macam model berbeda tentang tahap model respon konsumen yaitu: AIDA model, Hierarchy of effects model, Innovation  adoption model, dan Communication model. Yang paling sering digunakan yaitu: Hierarchy of effects model (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan tujuan untuk bertahan dari komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut :

• Awareness.

Jika sebagian besar dari target audience masih belum sadar akan objek, maka tugas komunikator adalah untuk membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk, mungkin dapat dengan pengenalan nama terlebih dahulu.

• Knowledge.

Setelah audience sudah mulai sadar akan produk, mungkin mereka tidak memiliki pengetahuan yang lebih tentang produk, sehingga si komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk terhadap konsumen.

• Liking.

Pada saat konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut. Maka tugas dari komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen terlihat semakin menyukai produk tersebut.

• Preference.

Konsumen mungkin akan menyukai produk itu dan tidak lebih dari produk yang lain, sehingga pemasar harus membangkitkan gairah konsumen akan produk yang ditawarkan.

• Conviction.

Konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan akan tetapi belum yakin untuk membelinya. Karena itu tugas seorang pemasar adalah untuk membangun keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian tersebut.

• Purchase.

Sebagian dari konsumen mungkin akan memiliki keyakinan tetapi belum juga mampu untuk membeli produk itu. Mungkin mereka masih menunggu informasi tambahan atau memang masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah terakhir dengan cara menawarkan produk dengan harga diskon, atau untuk menawarkan hadiah.
 
3. Merancang pesan yang disampaikan agar dapat mudah diterima.

Dalam merancang bentuk pesan, terdapat 4 hal yang harus diperhatikan yaitu apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakanya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakanya melalui simbol-simbol (bentuk pesan) dan siapa saja yang nanti akan mengatakanya (sumber pesan).

Komunikator pemasaran harus memilih saluran yang efektif dalam menyampaikan pesan. Saluran komunikasi tersebut terdiri dari 2 jenis, yaitu :

• Secara Personal.

Yaitu melibatkan 2 orang atau lebih yang saling berkomunikasi secara langsung. Komunikasi seperti ini dapat dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung, berbicara di hadapan audience, melalui telepon atau surat.

• Secara Non personal.

Pesan akan disampaikan tanpa adanya kontak secara personal atau adanya interaksi perorangan, namun melalui media, suasana dan peristiwa. Media, terdiri dari media cetak (koran, majalah), media penyiaran (radio, TV), media elektronik (audiotape, video) dan juga media display (billboards, sign  dan  poster). Suasana adalah lingkungan, keadaan sekitar yang semakin membentuk kecenderungan dari konsumen untuk membeli produk Anda. Peristiwa adalah kejadian tertentu yang sengaja dirancang untuk dapat menyampaikan pesan tertentu terhadap para target audience.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com