Category Archives: Artikel

03Jul/17

MESKIPUN BISNIS MAKANAN TIDAK PERNAH ADA MATINYA, NAMUN JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN PEMASARAN

Dalam menjalankan bisnis makanan, bukan cuma modal kemampuan tentang masakan saja yang dibutuhkan seorang pelaku bisnis. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa berbisnis makanan tak pernah sepi dari konsumen, namun nyatanya strategi pemasaran dari bisnis makanan masih sangat dibutuhkan agar dapat menghasilkan omset sesuai dengan target. Apalagi jika berada di tengah ketatnya persaingan pasar-pasar bisnis makanan seperti sekarang ini, pemasaran dari bisnis makanan menjadi faktor penentu utama bagi perkembangan bisnis untuk kedepannya.

Inilah-yang-Harus-Diperhatikan-Sebelum-Melakukan-Pemasaran-Restoran-di-Baidu-343x320Berbisnis makanan merupakan salah satu dari jenis bisnis yang memiliki potensi pasar yang sangat besar, sudah banyak dari para pelaku bisnis yang mampu memperoleh keuntungan yang sangat banyak dari bisnis seperti ini. Namun juga tidak sedikit pula dari para pelaku bisnis makanan yang dengan mudahnya bangkrut, karena strategi pemasaran yang digunakan masih kurang tepat.

Untuk menghindari resiko terjadinya bangkrut, karena sepinya para pelanggan. Maka berikut ini adalah beberapa strategi dari pemasaran bisnis makanan yang mungkin saja bisa Anda coba jalankan.

1. Membuat brand dari bisnis makanan yang semenarik mungkin.

Sebelum Anda akan memulai bisnis makanan, sebaiknya Anda sudah harus menyiapkan brand terbaik untuk bisnis Anda nantinya. Pilihlah nama (brand) yang menarik, unik, dan mudah untuk diingat oleh para konsumen. Karena nama usaha menjadi image yang nantinya akan terus tertanam kepada para konsumen, selain itu juga hal yang harus diperhatikan saat mencari nama bisnis adalah harus menyesuaikan nama dengan jenis bisnis  yang sedang Anda jalankan. Misalnya : “Rumah Steak” untuk jenis usaha makanan steak,  ” Ramen” Japanese Noodle untuk bisnis makanan khas Jepang.

Nama usaha harus Anda tempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun X–Baner di depan lokasi usaha. Agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir dan membeli produk makanan yang Anda disajikan.

2. Publikasikan kepada masyarakat sekitar Anda.

Mulailah sebuah pemasaran dengan cara mengenalkan bisnis Anda kepada masyarakat sekitar. Dengan adanya pengenalan produk, maka masyarakat mengetahui apa kelebihan dari produk bisnis makanan Anda, harga makanan yang akan ditawarkan, serta pelayanan yang ditawarkan dari bisnis makanan tersebut kepada para konsumen.

Untuk mengenalkan bisnis makanan Anda kepada masyarakat sekitar, dapat dilakukan dengan cara membuat event dan mengundang masyarakat luas untuk berkunjung ke bisnis makanan yang sedang Anda jalankan. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil beberapa karyawan lokal yang ada di sekitar lokasi usaha Anda, dengan begitu secara tidak langsung karyawan Anda akan mempromosikan tempat kerja mereka terhadap para kerabat serta rekan-rekannya.

3. Memberikan potongan harga dalam event – event tertentu.

Dengan cara memberikan potongan harga saat menjelang event – event tertentu seperti pada saat grand opening bisnis, atau pada saat ulang tahun dari bisnis Anda, bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk mempromosikan bisnis Anda. Selain itu Anda juga akan dapat memberikan paket harga khusus pada saat hari – hari tertentu, misalnya memberikan harga paket keluarga pada hari – hari liburan, maupun hari raya seperti lebaran, atau tahun baru.

4. Membangun jaringan yang mampu mendukung bisnis Anda.

Untuk membangun jaringan bisnis memang tidak mudah, namun jaringan merupakan pemasaran terbaik yang sangat efektif. Mulailah dengan cara membuat jaringan usaha dengan rekan-rekan maupun kerabat dekat Anda yang memang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.

Cara untuk membangun jaringan bisa dilakukan dengan lan memberikan test product kepada rekan-rekan atau kerabat dekat Anda. Misalnya bagi yang memiliki bisnis warung bakso, Anda akan dapat mengajak rekan dan kerabat untuk berkunjung mencicipi bakso buatan Anda. Jika rekan dan kerabat Anda sudah tertarik dengan produk bakso tersebut, maka mereka akan senang apabila diajak untuk bekerjasama dengan bisnis bakso tersebut.

5. Membuat inovasi pada menu yang akan ditawarkan.

Agar dapat menghindari terjadinya kejenuhan kepada para konsumen, maka buatlah inovasi pada menu-menu yang akan ditawarkan oleh bisnis restoran Anda. Minimal adalah 6 bulan sekali ciptakanlah menu baru pada bisnis makanan Anda. Banyaknya variasi menu yang akan ditawarkan, akan semakin menjadikan daya tarik tersendiri bagi setiap konsumen.

6. Meningkatkan kualitas pelayanan produk.

Dalam usaha untuk memberikan pelayanan bagi para konsumen, maka sebaiknya perhatikanlah waktu penyajian dari makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan dari tempat bisnis Anda. Konsumen akan merasa tidak nyaman apabila menunggu penyajian makanan yang terlalu lama, maka untuk itulah usahakan agar selalu on time dalam memberikan pelayanan Anda. Dan selanjutnya jagalah kebersihan serta keamanan dari tempat makan tersebut, sehingga konsumen yang makan di restoran Anda akan merasa nyaman dan merasa senang untuk berkunjung kembali di lain waktu.

Pada dasarnya pemasaran bisnis makanan sangatlah penting, untuk itu lakukanlah promosi bisnis secara total agar bisnis Anda tidak sampai kalah bersaing dengan pemain bisnis lainnya. Baik itu di mulai dari grand opening sampai bisnis makanan Anda sudah dapat berjalan dengan baik, lakukanlah promosi dan pemasaran secara terus menerus. Jika memang perlu sisihkan 5 – 10 % dari omset usaha Anda untuk biaya berpromosi dan pemasaran dari usaha Anda. Salam sukses dan terimakasih.

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

21Jun/17

JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGN DAN FUNGSINYA BAGI PERUSAHAAN YANG BERGERAK DALAM BIDANG PERDAGANGAN

Dengan cara memulai bisnis sendiri seringkali dijadikan sebagai jalan keluar terbaik agar dapat memperoleh penghasilan, baik itu adalah sebagai penghasilan utama maupun hanya sekedar tambahan. Bisnispun tidak hanya terbatas pada kegiatan memproduksi barang saja, namun juga Anda harus bisa melakukan yang namanya bisnis dagang.

Laporan-Keuangan-Perusahaan-DagangApabila akan memilih bisnis dagang, Anda tidak perlu repot-repot untuk membuat barang lalu menjualnya kepada konsumen, namun hanya cukup dengan membelinya secara langsung dari para supplier. Dan inilah yang disebut sebagai perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan kegiatan untuk membeli barang dari supplier, kemudian menjualnya lagi kepada konsumen tanpa mengubah bentuk dan karakteristik asli dari barang tersebut.

Walaupun kegiatannya lebih terbatas jika dibandingkan dengan wirausaha yang membutuhkan proses produksi, Anda masih tetap perlu untuk memperhatikan pengelolaan keuangan agar perusahaan dagang Anda dapat berjalan dengan lancar. Dan salah satu caranya adalah dengan rajin menyusun laporan keuangan perusahaan dagang secara berkala.

Lalu jenis-jenis laporan keuangan apa saja yang dibutuhkan untuk perusahaan dagang? Berikut ini adalah empat macam jenis laporan keuangan yang dibutuhkan bagi pembukuan perusahaan dagang.

1. Laporan Neraca.

Laporan keuangan perusahaan dagang yang pertama adalah laporan neraca. Setelah Anda selesai dalam membuat laporan pada buku besar, selanjutnya adalah memindahkan nilai-nilai pada akun yang ada pada buku besar tersebut ke dalam neraca perusahaan dagang. Akun-akun tersebut akan digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok debit dan kredit. Oleh karena itu, neraca terdiri dari dua kolom tersebut yang mana jumlah nominal dari keduanya harus seimbang. Jika tidak sama antara kolom debit dan kredit, itu artinya masih ada kesalahan dalam mencatat nominal atau peletakan akun dari buku besar Anda. Dengan cara membuat neraca perusahaan dagang, berarti Anda akan tahu tentang bagaimana kondisi asset, hutang, piutang, serta modal Anda saat ini.

2. Laporan Laba Rugi (L/R).

Inti dari berbagai rangkaian proses pembukuan yang telah Anda lakukan terdapat pada laporan laba rugi. Laporan keuangan perusahaan dagang yang satu ini akan dibuat pada periode-periode tertentu saja dengan cara menghitung semua pendapatan dan dikurangi dengan biaya seperti biaya operasional, biaya penyusutan, biaya administrasi, dan juga biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan dalam rangka agar bisa memperoleh pendapatan. Contoh dari judul laporan laba rugi perusahaan dagang misalnya adalah “Laporan Laba Rugi per 31 Desember” atau “Laporan Laba Rugi bulan Februari”. Bagi perusahaan dagang, karena kegiatan utamanya adalah untuk menjual barang, maka sebagian besar akun pendapatannya terdiri dari semua penjualan. Apabila jumlah pendapatan lebih banyak dari total biaya, maka perusahaan Anda dikatakan memperoleh laba, sedangkan jika sebaliknya, jumlah pendapatannya lebih kecil daripada biaya yang harus dikeluarkan, maka itu artinya adalah perusahaan Anda mengalami kerugian.

3. Laporan Arus Kas.

Agar dapat memantau kondisi perusahaan dagang yang Anda jalankan, Anda perlu membuat yang namanya laporan arus kas. Dari laporan arus kas inilah Anda dapat melihat berapa banyaknya jumlah kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas sangat berpengaruh besar dalam berbagai hal yang berhubungan dengan investasi atau penambahan modal. Karena biasanya perusahaan yang nanti akan melakukan peminjaman modal, maka ia harus memiliki arus kas yang mampu meyakinkan pihak investor untuk serius membantunya. Sedangkan fungsi utama dari laporan arus kas bagi internal perusahaan sendiri adalah untuk mengetahui jumlah penerimaan dan pengeluaran kas secara lebih mendetail.

4. Laporan Perubahan Modal.

Dalam hal memulai bisnis, Anda pastinya membutuhkan yang namanya modal. Selanjutnya, modal ini juga harus tetap selalu diperhatikan perhitungannya pada saat bisnis Anda sudah berjalan. Salah satunya dengan cara menyusun laporan perubahan modal. Laporan keuangan perusahaan dagang yang satu ini berfungsi untuk mengetahui seberapa besarnya modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang pada suatu periode tertentu. Contoh dari ekuitas atau modal yang telah dimasukkan ke dalam perhitungan ini adalah modal awal, jumlah rugi, jumlah laba, dan investasi tambahan. Cara untuk menghitung laporan perubahan modal adalah dengan menjumlahkan modal awal dan laba, kemudian akan dikurangi dengan jumlah rugi yang ditambahkan investasi tambahan.

Dengan cara membuat empat jenis laporan keuangan perusahaan dagang seperti di atas, maka Anda dapat memantau bagaimana kondisi perusahaan dagang Anda dan dengan cepat dapat menyusun perencanaan untuk ke depannya. Agar lebih mudah dan praktis, Anda bisa juga menggunakan software accounting yang sudah berbasis sistem cloud. Selain agar dapat mengetahui apakah bisnis Anda mengalami kerugian atau laba, laporan keuangan juga sangat berguna untuk menentukan investasi jangka panjang bagi bisnis Anda.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com