Category Archives: Artikel

24May/17

FAKTOR-FAKTOR DALAM MEMBANGUN SISTEM MANAJEMEN DISTRIBUSI PENJUALAN

Manajemen distribusi dalam organisasi internal perusahaan merupakan upaya sebagai pengaturan pengaturan yang telah menyangkut adanya perencaan aspek tentang ketersediaan dan penyaluran barang terhadap para konsumen. Manajemen bentuk distribusi juga merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dapat membantu proses pemasaran yang telah dijalankan oleh sebuah perusahaan.

sistem-informasi-manajemen-4-638

Tanpa adanya manajemen distribusi yang terkelola dengan baik, maka tentunya proses marketing dan penjualan juga akan semakin terhambat. Di dalam menjalankan proses distribusi, manajemen distribusi memang lebih memperhatikan berbagai faktor-faktor penting dan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Faktor Fasilitas.

Faktor fasilitas sudah menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan dalam sebuah proses distribusi. Kelengkapan dari fasilitas yang memang dibutuhkan untuk sebuah proses distribusi tentunya akan semakin mendukung upaya dari distribusi secara lebih maksimal.

2. Faktor Transportasi.

Transportasi juga menjadi hal yang tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan dalam kegiatan dari manajemen distribusi. Pertimbangan tentang ketersediaan sarana transportasi akan sangat berpengaruh besar terhadap berbagai kebijakan distribusi yang nanti akan diambil, semakin bagus ketersediaan transportasinya, maka akan semakin mempermudah proses pendistribusian.

3. Faktor Ketersediaan Produk Distribusi.

Ketersediaan yang menyangkut barang jadi, bahan baku, serta bahan setengah jadi dan lain sebagainya. proses distribusi juga sangat mempertimbangkan tentang ketersediaan dari produk dan bahan dasar dari produknya.

4. Faktor Modal yang ditanamkan pada perusahaan.

Jumlah modal yang masih ada pada perusahaan akan sangat mempengaruhi luas tidaknya proses distribusi yang nanti akan dijalankan. Semakin besar modal tentunya juga akan semakin memberikan peluang tentang perluasan upaya distrbusi untuk menjangkau kepada area pasar yang lebih luas lagi. Keterbatasan modal akan sangat menghambat proses distribusi terutama yang nantinya pada saat pemasaran sudah benar-benar dilakukan.

5. Tingkat kehilangan penjualan produk.

Di dalam menjalankan proses distribusi untuk strategi manajemen distribusi adalah sangat penting untuk memperhatikan frekuensi atau tingkat kehilangan dari proses penjualan. Semakin tinggi tingkat kehilangan penjualan, maka akan semakin menjadikan semakin sulit proses distribusi, angka distribusi harus bisa diturunkan untuk dapat mengurangi kerugian yang lebih besar lagi.

6. Faktor Komunikasi.

Di dalam sebuah proses distribusi, untuk dapat menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan sangat dibutuhkan karena akan semakin dapat memperlancar proses distribusi itu sendiri, memperjelas dan membantu Anda untuk mendapatkan angka yang pasti apakah angka distribusi tersebut sangat perlu untuk ditambah atau tidak.

Secara umum manajemen distribusi meliputi beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan, penting, yaitu:

1. Adanya perancangan tentang perencanaan kebutuhan distribusi.

Perancangan dari pencanaan kebutuhan distribusi di dalam sebuah manajemen distribusi meliputi segenap rangkaian-rangkaian kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan serta kegiatan menerima dan menyimpan barang dengan jumlah biaya yang diusahakan serendah mungkin.

Jumlah biaya yang dikeluarkan pada proses distribusi terhitung sebagai biaya yang harus ditutupi pada harga jual yang telah diberikan kepada para pelanggan. Proses pengiriman, peletakan dan sebagainya dari barang-barang produksi merupakan hal yang menjadi pertimbangan utama dalam manajemen distribusi yang baik.

2. Perencanaan sumber daya distribusi.

Perencanaan sumber daya distribusi merupakan kelanjutan dari adanya upaya untuk perencanaan terhadap kebutuhan distribusi. Di dalam manajemen distribusi sangat penting untuk diperhatikan bahwa sumber daya manusia yang mengerjakannya, ruang gudang, jumlah biaya angkutan dan sebagainya. Perencanaan yang dilakukan memang harus matang agar tidak berefek kepada kerugian modal milik perusahaan.

3. Persediaan distribusi.

Persediaan distribusi dalam hal ini merupakan persediaan yang menyangkut segala kebutuhan di dalam proses distribusi. Baik dari sisi barang-barang produksi, SDM, fasilitas, transportasi, modal dan lain sebagainya. Ketersediaan tersebut sangat penting untuk menjamin kelancaran proses distribusi yang akan terjadi.

Demikianlah proses manajemen distribusi tersebut dijalankan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan, perencanaan dan hal-hal yang penting untuk disediakan dalam proses distribusi.
Tanpa adanya manajemen distribusi yang baik, maka penyebaran produk di pasar tidak akan merata dan malah akan terhambat. Hal tersebut juga akan berdampak kepada kerugian perusahaan yang sedang Anda kelola saat ini.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

22May/17

PENGERTIAN DAN TUJUAN DARI PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN PADA ORGANISASI INTERNAL PERUSAHAAN

Secara umum pengertian dari Akuntansi Manajemen adalah segala bentuk kegiatan yang menyajikan laporan keuangan terhadap seluruh direksi dan manajer di perusahaan sebagai dasar untuk membuat keputusan bisnis dalam kesiapan pengelolaan dan fungsi kontrol. Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), bahwa Akuntansi Manajemen adalah sebuah proses untuk mengidentifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi bentuk informasi yang ingin digunakan oleh pihak manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dalam memastikan terhadap akuntabilitas penyusunan sumber daya tersebut.

index
 
Sedangkan The American Institue of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa akuntansi manajemen adalah sebagai bentuk pratek secara meluas dalam tiga bidang utama, yaitu :
 
• Manajemen Strategi.

Akuntansi manajemen yang memiliki peran untuk bertugas sebagai mitra strategis di dalam organisasi.

• Manajemen Kinerja.

Akuntansi manajemen ini memiliki pengembangan praktek dalam pengambilan keputusan bisnis dan untuk mengelola kinerja dalam internal organisasi.
 
• Manajemen Resiko.

Akuntansi manajemen ini memiliki kontribusi dalam hal membuat kerangka kerja dan praktek dalam mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan berbagai resiko untuk mencapai tujuan organisasi.
 
Menurut Hariadi (2002:3) bahwa akuntansi manajemen merupakan identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, pencatatan, interpretasi, dan pelaporan tentang kejadian-kejadian ekonomi suatu badan usaha yang dimaksudkan agar manajemen dapat menjalankan berbagai fungsi perencanaan pengendalian dan pengambilan keputusan.

Menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo (2001:3), Akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan (proses) yang menghasilkan informasi keuangan bagi pihak manajemen untuk pengambilan keputusan eknomi dalam melaksanakan fungsi manajemennya masing-masing.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari akuntansi manajemen adalah untuk pemanfaatan data-data dan informasi akuntansi yang akan digunakan sebagai alat bantu pihak manajemen dalam menjalankan fungsinya, yaitu fungsi perencanaan, pengarahan, pelaksanaan, pengawasan, dan sebagai pengambilan keputusan.

Akuntansi manajemen akan memberikan informasi-informasi terhadap setiap manajerial dimana dalam hal ini akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi yang dapat dipandang untuk mengolah informasi keuangan dalam memenuhi keperluan pihak manajer dalam perencanaan dan pengendalian segala bentuk aktivitas organisasi.

Dan manfaatnya untuk internal organisasi adalah sebagai berikut :

• Mengurangi kepastian.
• Membantu pihak manajemen untuk bertindak secara lebih baik dalam mengambil keputusan.
• Membantu pihak manajemen untuk mengenali lingkungan internal maupun eksternalnya.
• Membantu manajemen dalam penilaian kinerja.
• Membantu dalam hal perencanaan manajemen.
• Memotivasi pihak manajemen.

Tujuan utama dari Akuntansi Manajemen adalah sebagai tipe informasi karena sistem informasi akuntansi manajemen sama sekali tidak terikat oleh adanya criteria-kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya menjadi lebih fleksibel dan berdasarkan pada tujuan utama dari pihak manajemen.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com