Category Archives: Artikel

05Nov/18

BEBERAPA KESALAHAN DALAM STRATEGI MARKETING PERUSAHAAN BARU YANG HARUS DIHINDARI PEBISNI PEMULA

Perusahaan rintisan yang baru saja beralih untuk menggunakan basis digital atau bisnis startup yang saat ini sudah mulai banyak yang berbasis online memang sedang mulai banyak untuk dijalankan sebagai sebuah bisnis. Dari kemunculan teknologi digital di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, menjadikan munculnya bisnis baru dan fenomena seperti ini tidak mungkin akan bisa terhindarkan.

1037Meskipun bisa dibilang begitu ramai, namun ternyata tidak semua bisnis startup juga mampu sukses. Selain karena semakin tingginya tingkat persaingan, kegagalan dari sebuah bisnis startup seperti ini seringkali terjadi karena adanya faktor kesalahan dari sisi marketing yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Efek dari strategi marketing yang salah memang bisa saja menyebabkan hal-hal yang lebih krusial bagi perusahaan. Hal ini terjadi karena kesalahan tersebut dapat semakin menjadikan roda bisnis tidak dapat berjalan dengan lancar menyebabkan terjadinya kegagalan.

Karena hal itulah, maka berikut ini konsultan marketing akan menjelaskan tentang beberapa kesalahan-kesalahan dalam menjalankan strategi marketing yang setidaknya sangat perlu untuk dihindari oleh para marketer karena bisa menjadikan sebuah bisnis startup harus mengalami kegagalan.

1. Terlalu mengandalkan strategi marketing online dan mengabaikan marketing offline.

Memang sah-sah saja jika Anda ingin menjalankan strategi marketing online karena untuk saat ini pangsa pasar online yang masih terbuka sangat lebar. Namun jika hanya terlalu mengandalkan strategi marketing online, maka perusahaan startup bisa saja akan semakin lebih terjebak pada pemasaran yang stagnan (tetap). Jadi karena tidak semua konsumen memahami konten marketing online, maka Anda juga harus menjalankan marketing offline. Dengan menjalankan perpaduan antara marketing online dan offline, maka strategi pemasaran Anda akan menjadi semakin lebih kuat dan mampu berjalan dengan lebih optimal.

3. Tidak mampu mengevaluasi strateginya sendiri.

Untuk menilai baik atau tidaknya sebuah strategi pemasaran yang selama ini sudah dilakukan, maka mau tak mau memang dibutuhkan adanya sebuah evaluasi. Karena itulah, maka proses evaluasi pemasaran seperti ini akan menjadi sangat penting untuk dilakukan oleh jenis perusahaan startup. Karena melihat dari statusnya sendiri sebagai perusahaan rintisan, maka tentu saja biaya pengeluaran yang ada, termasuk biaya marketing, juga akan sangat berpengaruh besar jika tidak membuahkan hasil. Maka dari itu untuk menilai apakah berhasil atau tidaknya sebuah strategi marketing yang sudah dijalankan, maka diperlukan adanya sebuah evaluasi yang berkelanjutan. Jadi setelah melakukan marketing antara Anda dengan tim harus melakukan evaluasi bersama-sama untuk mengetahui tingkat efektivitas dari startegi pemasaran yang selam ini sudah dilakukan. Bila memang strategi marketing yang selama ini sudah dilakukan tidak efektif atau dirasa sudah gagal, maka Anda perlu untuk mengganti strategi marketing yang lain.

4. Terlalu berfokus kepada pesaing dan melupakan kemampuan sendiri.

Strategi marketing yang hanya terlalu berfokus pada para kompetitor juga bisa menjadi kesalahan paling fatal yang biasanya paling sering dialami oleh jenis perusahaan startup. Hanya terlalu berfokus kepada para pesaing memang bisa menjadikan Anda gagal dalam mendapatkan kesempatan yang jauh lebih besar untuk bisa mendapatkan pelanggan. Hal ini karena produk Anda dan para pesaing tentunya sudah memiliki karakteristiknya masing-masing. Maka dari sinilah Anda harus bisa membuat strategi yang secara khusus mampu menjadi tandingan, bahkan jika bisa harus lebih baik daripada yang dilakukan oleh para kompetitor. Memang Anda bisa mencari ide dan inspirasi marketing dari mana saja, namun yang harus selalu Anda ingiat adalah tidak semua teknik dan strategi akan bisa Anda tiru secara terus menerus. Karena hal ini akan menjadikan Anda dan perusahaan Anda seperti tidak kreatif dan menjadikan bisnis Anda hanya bisa berjalan ditengah saja tanpa bisa maju kedepan.

5. Merekrut tenaga pemasar/marketing.

Hal semacam ini seringkali dilakukan oleh jenis perusahaan startup, seperti dengan merekrut tenaga marketing yang selalu standby ditempat. Kebutuhan akan pengeluaran yang terlalu banyak pada awal mula bisnis startup sedang berjalan memang akan menjadikan seorang owner harus berpikir lebih keras dalam mengalokasikan dana perusahaannya dengan sebijak mungkin. Bahkan dalam hal pengadaan sumber daya manusia (karyawan) yang nantinya akan bertugas dalam bidang marketing juga harus tetap dipertimbangkan dengan sangat matang.

Karena sebenarnya mempekerjakan seorang karyawan tentu saja akan menjadikan Anda harus mempersiapkan anggaran tersendiri yang bisa dibilang tidak sedikit. Meskipun salah satu sektor terpenting, namun untuk strategi marketing tanpa mempekerjakan staff marketing ini akan bisa Anda akali dengan cara memanfaatkan jasa untuk agen marketing eksternal yang lebih berpengalaman.

Dan itulah beberapa kesalahan-kesalahan dalam menjalankan strategi marketing yang paling sering dilakukan oleh beberapa jenis perusahaan startup. Dari sinilah Anda harus belajaruntuk membangun bisnis startup atau memang sedang menjalankan bisnis startup, setidaknya Anda bisa lebih berhati-hati lagi dengan strategi marketing yang selanjutnya akan Anda ambil. Hal ini karena setiap kesalahan-kesalahan yang dilakukan akan bisa menjadikan bisnis startup Anda secara perlahan namun pasti akan segera hancur jika tidak dengan segera diantisipasi untuk menemukan solusinya yang lebih tepat.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

IMG-20181101-WA0013-768x541

Training spektakuler HRM “Manajemen Kinerja berbasis Kinerja Utama (Key Performance Indicator)”

Dalam lingkup organisasi bisnis, penilaian kinerja terhadap bawahan dan organisasi bisa dikatakan menjadi bagian integral dari kehidupan organisasi itu sendiri. Penilaian kinerja mengacu pada filosofi “you cannot manage what you do not measure”. Hal ini menegaskan bahwa manajer atau pimpinan puncak sebuah perusahaan tidak mungkin bisa mengelola dengan baik kinerja karyawan, departemen, divisi dan bahkan kinerja perusahaan secara keseluruhan jika mereka tidak melakukan pengukuran atau penilaian kinerja dengan benar.

Hamel & Prahalad (1994) mengatakan “if you do not measure it, you cannot improve it”. Artinya bahwa pengukuran kinerja merupakan variabel penting dalam manajemen sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kinerja itu sendiri. Ukuran kinerja akan membantu organisasi anda menyelaraskan aktivitas sehari-hari dengan tujuan-tujuan strategis.

Secara khusus, setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu:

    Memahami tujuan dan manfaat kinerja bagi sebuah organisasi
    Memahami secara komprehensif konsep dasar yang dipakai sebagai acuan mengukuran kinerja
    Memahami pengertian, model, dan dapat menentukan indikator kinerja
    Memahami cara membuat alat untuk mengukur kinerja utama
    Memahami cara mengukur kinerja utama dengan obyektif
    Memahami cara membuat laporan ukuran kinerja

Materi yang diajarkan

Sessi 1:            10.00 – 11.30

    Kinerja berbasis kompetensi vs Kinerja berbasis KPI
    Cara membuat penilaian kinerja berbasis kompetensi
    Cara mengukur kinerja berbasis kompetensi

Sessi 2:            12.30 – 14.00

    Kinerja berbasis KPI
    Cara menentukan KPI Perusahaan, Departemen, Jabatan
    Cara membuat format penilaian, formula, sumber data, kertas kerja

Sessi 3:            14.30 – 16.00

    Cara mengolah data mentah menjadi nilai kinerja
    Cara membuat pelaporan ukuran kinerja untuk manajemen

Jangan tunda lagi mengikuti training ini! Jadilah Orang yang pertama mengikuti training ini dengan Diskon khusus, silahkan hubungi Frans M. Royan, Wa 081 252 982900.