Category Archives: Artikel

05Aug/19

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Supply Chain merupakan jaringan perusahaan yang bekerja sama menciptakan dan mengalirkan produk ke pengguna terakhir. Perusahaan yang tergabung didalamnya yakni perusahaan produsen, perusahaan supplier / distributor, Toko / Ritel serta perusahaan pengantar logistis dsb. Dengan kata lain jaringan ini bertujuan untuk mengalirkan produk / jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian ini membentang dari penggunaan bahan baku hingga produk sampai ke konsumen akhir.
Beberapa fungsi SCM yang perlu diketahui yakni SCM berfungsi merubah bahan baku agar dapat dikonfersi menjadi produk jadi yang bermanfaat bagi konsumen atau pemakai akhir. Selain itu SCM disini juga berfungsi untuk memediasi pasar atau memastikan bahwa apa yang sedang ditawarkan ke pasar merupakan produk / jasa yang dibutuhkan oleh pasar.
Dari tujuan tersebut diharapkan SCM mampu mengurangi ketidakpastian dan resiko aliran barang yang mampu memberikan energi positif dalam hal penyimpanan, waktu siklus, bisnis proses dan jasa yang disediakan oleh pengiriman logistik.

Secara operasional suply chain terbagi menjadi 3 bagian, Upstream Supply Chain, Internal Supply Chain dan Downstream Supply Chain.

Upstream Supply Chain. Merupakan aktifitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalur dan hubungan antara mereka terhadap penyalur lainnya. Dalam bagian ini aktifitas utama yakni pengadaan barang.
Internal Supply Chain. Merupakan aktifitas yang dilakukan dengan merubah input agar menjadi output dan dikirim ke konsumen, aktifitas ini mulai dari waktu masuk pada perusahaan sampai pada produk tersebut didistribusikan di luar perusahaan tersebut. Aktifitas proses seperti ini dilakukan oleh produksi, manufaktur dan pengendalian persediaan.
Down stream Supply Chain. Merupakan aktifitas manajemen yang meliputi kegiatan penyaluran barang sampai pada pengguna akhir. Biasanya proses ini dilakukan oleh pergudangan, transportasi dan service after sales.

Beberapa masalah dan tantangan pada suplay chain yakni Struktur suplay chain yang begitu sangat kompleks, misalnya banyak pihak-pihak yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda dan berseberangan sehingga tujuan utama dari pembentukan suplay chai ini terhambat dan tidak dapat berjalan lancar. Bahasa yang digunakan oleh masing-masing sub juga dapat berbeda beda, zona waktu, dan budaya antar perusahaan yang berbeda juga dapat memengaruhi kinerja suplay chain juga berbeda.
Permintaan pasar yang tidak dapat dipastikan dan tidak dapat diukur dan diprediksi juga dapat menjadi masalah bagi perusahaan itu sendiri. Pasokan-pasokan yang dilakukan oleh penyedia barang juga tidak dapat dipastikan kejelasannya sehingga membuat tantangan tersendiri. Misal waktu pengiriman, harga, dan kualitas barang dsb. Kegiatan operasional juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan Suplay chain, misalnya adanya kecenderungan dan potensi mesin untuk rusak, kinerja yang tidak sempurna, dan perusahaan secara tidak sengaja mendapatkan produk-produk yang berkualiltas rendah.

Bagi banyak pembaca sekalian jangan berkecil hati jika pembaca semua merupakan pelaku bisnis distributor sebab kami akan memberikan beberapa tips dan solusi dari ancaman dan tantangan suplay chain tersebut. Adapun manfaat utamnya bagi perusahaan yakni dapat mengurangi beban keterbatasan lahan untuk pengembangan di kawasan industri.
Pertama, yakni dalam hal penyediaan sumber daya manusia tentunya karyawan lakukanlah outshourching dengan menggunakan jasa perekrutan dari pihak luar. Manfaat yang akan didapatkan ketika perusahaan menggunakan jasa pihak ketiga yakni mereka lebih independen, lebih profesional, tidak akan membocorkan rahasia kandidat kepada kantor yang tidak berwenang.
Kedua, beli input secara langsung dari produsen manufaktur lain dibandingkan jika harus memproduksi bahan baku untuk dikonversi menjadi produk siap pakai. Ketika bahan yang digunakan telah diproduksi oleh produsen lain dengan tingkat teknologi yang lebih maju lebih baik perusahaan menggunakan dan membeli produk dari pada harus menciptakan produk tersebut sendiri.
Ketiga, ciptakan strategi partnership dengan supplier.
Keempat, gunakan pendekatan just in time, baik dalam aktifitas pembelian, pengiriman dan pelayanan pelanggan.
Kelima, pergunakan supplier dengan jumlah seminimal mungkin. Semakin sedikit jumlah supplier, semakin loyal supplier tersebut dengan perusahaan.
Keenam, perbaiki hubungan anda dengan supplier sekaligus pembeli. Setiap kendala dan masalah yang terjadi sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik. Supplier dan pelanggan merupakan mitra kerja kita. tanpa kita tidak bisa bekerja tanpa mereka.
Ketujuh, lakukan proses produksi setelah mendapatkan order. Hal ini berarti produksi berdasarkan pada pesanan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai supply chain management. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) marketing dan butuh Software penjualan pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

31Jul/19

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA DISTRIBUSI PRODUK

Distributor harus berani berurusan dengan bisnis yang menurun yang mungkin tidak pernah sepenuhnya pulih dan tekanan pengurangan biaya yang terus meningkat. Jelajahi masalah paling mendesak dalam distribusi.
Distributor dapat berharap agar tahun depan menjadi lebih makmur, namun tetap perlu berwaspada. Bisnis tidak dapat pulih kembali dengan ketahanan yang sama dengan yang terjadi setelah penurunan ekonomi masa lalu. Hal Ini disebabkan karena banyak pelanggan distributor telah memindahkan fasilitas produksi mereka ke negara lain dan hanya sedikit yang akan meningkatkan gaji mereka karena meroketnya biaya asuransi kesehatan. Akibatnya, distributor harus terus meneliti operasi internal mereka dan menemukan cara untuk memotong biaya.

Melakukan Lebih Banyak dengan Lebih Sedikit. Perusahaan harus berpikir lebih strategis dan harus memiliki struktur biaya. Baik perusahaan yang optimis maupun yang lebih pesimistis berfokus pada biaya memotong, tetapi karena berbagai alasan. Sementara perusahaan yang lebih positif “mengambil langkah sekarang untuk menurunkan biaya operasi mereka dalam persiapan untuk era baru pertumbuhan ekonomi.
Perusahaan dapat lebih waspada dengan mengendalikan biaya untuk menghindari masalah ekonomi dalam jangka panjang. perusahaan sama sekali tidak strategis dengan berfokus pada pengurangan biaya. Dengan gagal berinvestasi dalam distribusi, perusahaan tidak mendapatkan keunggulan kompetitif darinya.
Manajemen eksekutif di sebagian besar perusahaan belum benar-benar merangkul distribusi dan pergudangan rantai pasokan sebagai keunggulan strategis dan kompetitif. Logistik tidak muncul sebagai aset. Persepsi adalah bahwa itu adalah pengeluaran — sesuatu yang harus dikurangi atau diperas. Manajemen tidak memahaminya dan dampaknya terhadap laba.
Oleh sebab itu perlu diperhatikan agar manajer logistik dan distribusi menunjukkan manajemen eksekutif bagaimana mengubah distribusi menjadi keunggulan kompetitif. Bagaimanapun ekonomi ini, manajemen lebih mementingkan solvabilitas daripada strategi.
Investasi dan strategi jangka panjang merupakan kelangsungan hidup perusahaan. sebagai contoh misalnya, Ketika Anda mencoba untuk menghitung setiap nikel, Anda tidak fokus pada investasi — Anda berfokus pada arus kas.

Salah satu cara manajer gudang menekan biaya adalah melalui penggunaan ruang gudang yang lebih baik. Banyak fasilitas memiliki rekaman persegi yang cukup, tetapi tidak menggunakannya secara efektif.
Operator gudang mulai mengakui biaya kelebihan dan persediaan usang dan mulai melakukan sesuatu tentang hal itu. Hal tersebut nampak adanya keinginan yang lebih besar untuk menghapus persediaan itu dan mengeluarkannya dari gudang, kata Kimball.

Persediaan menuntut banyak perhatian hari ini. Manajer dan direktur gudang sekarang lebih bertanggung jawab untuk meningkatkan manajemen inventaris dan mencatat biaya perbaikan inventaris yang tidak mencukupi.
Hal tersebut nampak adanya dari — seorang manajer gudang agar dapat menerbitkan metrik tentang inventaris dan mendokumentasikan apa yang harus dibayar perusahaan Tidak ada yang diposisikan lebih baik daripada manajer gudang untuk melacak biaya seperti itu, dan manajemen eksekutif lebih terbiasa dengan pengamatan mereka daripada sebelumnya, kata Kimball. Memang, lebih banyak manajer rantai pasokan menangani inventaris, yang secara historis merupakan tugas operasi atau penjualan dan pemasaran, bukan distribusi dan logistik.
Dewasa ini terlalu banyak perusahaan bersikeras pada strategi just-in-time (JIT) yang menghindari stok buffer. JIT hanya berfungsi jika rantai pasokan Anda relatif pendek dan dapat diandalkan, tetapi sekarang. Orang harus memikirkan kembali inventaris dan seluruh konsep JIT dengan gagasan bahwa, karena semakin banyak impor, rantai pasokan menjadi lebih lama dan kurang dapat diandalkan .

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pada distribusi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) distributor, ritel, Bisnis Franchise, Manufacturing dan butuh Accounting Software, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.