Category Archives: Artikel

17Aug/19

PENGERTIAN DAN TUJUAN DILAKUKANNYA AUDIT MANAJEMEN TERHADAP FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) ORGANISASI PERUSAHAAN

Pelaksanaan audit manajemen pada fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan adalah untuk dilakukannya penilaian dan proses analisis yang lebih komprehensif terhadap berbagai program-program SDM yang sudah berjalan atau yang akan dijalankan. Meskipun memang secara khusus audit manajemen pada fungsi ini juga biasanya sudah dilakukan pada departemen SDM, namun tidak terbatas hanya sekedar pada berbagai aktivitas yang sudah terjadi pada departemen ini.

Audit manajemen termasuk dilakukannya studi terhadap fungsi manajemen SDM pada internal organisasi perusahaan secara keseluruhan juga sudah termasuk yang dilaksanakan oleh seorang manajer dan para supervisor. Audit manajemen terhadap fungsi SDM lebih menekankan terhadap penilaian (evaluasi) dari berbagai aktivitas SDM yang sudah terjadi pada perusahaan dalam rangka untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memang sudah benar-benar berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif atau tidak dalam mencapai tujuannya dan mampu memberikan rekomendasi terhadap bebagai macam perbaikan-perbaikan atas kekurangan yang masih ada pada aktivitas SDM yang sudah diaudit  tersebut agar mampu meningkatkan kinerja dari program-program/aktivitas tersebut.

Audit manajemen sebenarnya bisa dilakukan terhadap hanya satu divisi atau departemen, bahkan mungkin juga bisa dilakukan terhadap keseluruhan dari organisasi internal perusahaan.  Dari hasil audit manajemen tersebut maka akan diketahui apakah kebutuhan potensial dari SDM perusahaan memang sudah terpenuhi atau tidak dan berbagai macam hal dari aktivitas SDM apakah masih ada yang bisa lebih ditingkatkan kembali kinerjanya.

Pendekatan yan dilakukan untuk Pelaksanaan Audit Manajemen SDM

Terdapat tiga (3) macam jenis pendekatan utama dalam proses audit SDM, yang biasanya paling banyak digunakan, yaitu:

1. Agar dapat menentukan ketaatan pada hukum dan juga terhadap berbagai peraturan yang masih berlaku diperusahaan.

2. Untuk mengukur kesesuaian antara program dengan tujuan dari organisasi perusahaan.

3. Untuk menilai bagaimana kinerja dari semua program-program SDM yang selama ini sudah dilakukan.

Audit manajemen SDM akan sangat membantu perusahaan dalam upaya untuk lebih meningkatkan kinerja atas berbagai pengelolaan SDM dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Menyediakan sebuah umpan balik terhadap nilai kontribusi dari fungsi manajemen SDM terhadap strategi bisnis dan tujuan perusahaan.

2. Menilai bagaimana kualitas praktek, kebijakan dan pengelolaan SDM yan selama ini sudah berjalan.

3. Melaporkan keberadaan manajemen SDM saat ini dan apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk tujuan perbaikan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

4. Menilai biaya dan manfaat dari praktek-praktek manajemen SDM yang sudah dilakukan.

5. Menilai bagaimana hubungan manajemen SDM dengan menajemen tingkat atas dan bagaimana cara-cara agar bisa semakin meningkatkannya.

6. Merancang sebuah panduan untuk menentukan standar kinerja dari SDM perusahaan.

7. Mengidentifikasikan area-area mana saja yang harus diubah dan lebih ditingkatkan lagi dengan adanya rekomendasi khusus.

Tujuan dari dilakukannya Audit Manajemen SDM

Sebenarnya terdapat beberapa hal yang ingin dicapai dengan dilakukannya audit manajemen SDM, yaitu sebagai berikut:

• Untuk menilai tentang bagaimana efektivitas dari sebuah fungsi SDM tersebut.

• Menilai apakah program atau berbagai aktivitas dari SDM tersebut apakah sudah berjalan dengan lebih ekonomis, efektif, dan efisien.

• Memastikan tentang ketaatan dari berbagai jenis program-program/aktivitas SDM terhadap setiap ketentuan hukum, peraturan dan juga dari berbagai kebijakan yang masih berlaku di perusahaan.

• Untuk mengidentifikasikan berbagai macam hal yang masih bisa ditingkatkan terhadap berbagai aktivitas manajemen SDM dalam hal menunjang kontribusinya terhadap perusahaan.

• Untuk merumuskan beberapa langkah-langkah perbaikan yang lebih tepat untuk semakin meningkatkan ekonomisasi, efisien dan juga efektivitas dari berbagai jenis program/aktivitas manajemen SDM.

Manfaat dilakukannya Audit Manajemen SDM Perusahaan

Salah satu pakar SDM, yaitu Wiliam B Wertther, Jr. dan Keith Davis telah menyebutkan beberapa manfaat penting dari dilakukannya proses audit manajemen SDM antara lain adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengidentifikasikan kontribusi terbesar dari Departemen SDM terhadap organisasi perusahaan.

2. Untuk semakin meningkatkan citra profesional dari Departemen SDM.

3. Untuk mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih tinggi dari para karyawan Departemen SDM perusahaan.

4. Memperjelas berbagai tugas-tugas dan tanggungjawab dari Departemen SDM.

5. Untuk mendorong terjadinya keragaman kebijakan dan berbagai praktek-praktek SDM yang sudah berjalan.

6. Menemukan permasalahan-permasalahan yang lebih kritis dalam bidang SDM.

7. Memastikan adanya ketaatan terhadap hukum dan peraturan, dalam praktek SDM yang sebenarnya.

8. Menurunkan biaya SDM melalui beberapa prosedur SDM yang lebih efektif.

9. Untuk meningkatkan keinginan agar bisa berubah dalam Departemen SDM.

10. Memberikan evaluasi yang lebih cermat terhadap setiap sistem informasi SDM.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar pengertian dan beberapa tujuan dari dilakukannya proses audit manajemen terhadap fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) pada internal organisasi perusahaan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila pembaca membutuhkan pembimbingan dalam assesment SDM untuk pemetaan karyawan, dan training mengenai SDM silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252982900. Kami siap membantu.

13Aug/19

KETIKA PEMASARAN PRODUK PERUSAHAAN MEROSOT…APA YANG KITA LAKUKAN?

Pada saat ini terbetik beberapa berita yang mengerikan, khususnya keluarga karyawan yang bekerja. Apa isi berita itu? Pada saat ini ternyata dengan daya beli yang melemah dan adanya perang dagang antara Amerika dan China memunculkan masalah-masalah perusahaan yang selama ini tidak rapi dan siap dalam perjalanan bisnis. Tidak siap karena tidak rapi secara manajemen, kedua tidak siap dengan pasar yang mulai berubah dan tidak siap dengan pengelolaan cash flow termasuk piutang penjualan (AR) apabila memberikan kredit kepada customer.

Marilah kita tinjau satu persatu keadaan ini dari urutan paling awal adalah sistem manajemen, sebaik apapun penjualan  perusahaan jika sistem manajemen dan pengelolaan AR tidak baik maka perusahaan tetap menuai resiko kerugian. Sebaik apapun pengelolaan manajemen dan AR tetapi bagian pemasaran tidak maksimal, maka perusahaan juga mengalami guncangan. Topik mengenai sistem manajemen yang rapi bisa anda teruskan di artikel ini yaitu sistem  manajemen outopilot dan pengelolaan piutang anda bisa membacanya di artikel pengelolaan piutang penjualan (AR).

Mari kita bahas bagian yang penting dan merupakan ujung pangkal keberhasilan perusahaan. Jika saat ini sudah ditengarai beberapa perusahaan akan jatuh, maka akan bertahan dengan pemasaran yang cukup baik. Bagaimana pemasaran yang cukup baik dan handal? Ikuti dengan rahasia sukses dalam memasarkan produk dengan kunci Sales dan distribusi dan promosi. Pada konsep dasar 4 P disebutkan sebuah produk akan memiliki peluang berhasil jika P (produk) didesain dan bermutu baik, dan P (Price) harga disetting dengan baik, P (Place) jika produk didistribusikan dengan baik dan merata. P ( Promotion) adalah jika produk yang sudah diedarkan dengan merata dan dipromosikan tentunya peluang produk dikenali dan dikonsumsi pelanggan akan cukup besar. Oleh sebab itu akan kita bahas lebih detail mengenai Place dan promotion.

Pemasaran off line atau darat dikenal dengan sales & distribution. Jadi produk diusahakan terpasarkan ke channel yang tepat. Siapa channel itu? Toko modern & tradisional yang antara lain supermarket, minimarket & Hypermarket. Horeka (hotel, restoran, cafe , koperasi dan kantin) dan institusi yaitu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta. Pemasaran off line selalu membutuh channel pemasaran ini. Sedangkan jika produk sudah tersebar di semua channel, agar produk dikenali dan dibeli konsumen maka produk akan terjamin dengan program promosinya. Bagaimana dengan keadaan sekarang? Masih efektifkah?

Sebelum ke sana, kita mulai chek penjualan yang dilakukan secara online. Penjualan on line memiliki channel market place, web site sendiri/e-commerce dan social media sebagai anjang untuk promosi. Ada perbedaan dan persamaan. Persamaan masing-masing memiliki channel. Serta membutuhkan transportasi dan logistik. Perbedaannya, penjualan dengan off line mengajak customer datang sehingga dibutuhkan cara menciptakan dan mendatangkan traffic, sedangnya on line menciptakan traffic dari media yang digunakan. Nah, sekarang ini supaya tidak ribet keduanya dapat disatukan dan diintegrasikan menjadi pemasaran berstrategy omni channel. Penggabungan seperti ini akan memunculkan kekuatan untuk mengatasi masalah disrupsi yang pada akhirnya jika tidak diikuti oleh perusahaan, maka perusahaan mengalami banyak kesulitan. Khususnya cash flow-nya.

Semoga artikel di atas menjadi inspirasi pembaca, apabila pembaca membutuhkan bantuan dalam bimbingan membentuk tim marketing dan sistem prosedur dalam marketing, penilaian kinerja marketing, pencarian distributor dan penyediaan data Distributor silahkan hubungi 081-252982900. Kami siap membantu anda.