All posts by admin

15May/17

BERBISNIS ECERAN/RITEL DAN BEBERAPA KELEBIHAN SERTA KEKURANGANNYA

Kata Ritel sebenarnya berasal dari bahasa Perancis, yaitu : “retailler”, yang arti dasarnya adalah memotong atau memecah sesuatu. Menurut KBBI, Eceran berarti secara satu persatu, sedikit demi sedikit (tentang penjualan/pembelian barang). Jadi yang dimaksud dengan usaha eceran/ritel adalah segala kegiatan yangterlibat dalam penjualan dan pembelian barang, jasa ataupun keduanya secara sedikit demi sedikit atau satu per satu langsung kepada para konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, ataupun rumah tangga dan bukan hanya untuk keperluan bisnis (dijual kembali).

Secara garis besar, usaha atau bisnis ritel yang lebih berfokus kepada penjualan barang (kebutuhan) sehari-hari terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Bisnis Ritel Tradisional.
2. Bisnis Ritel Modern.

Ciri-ciri dari bisnis ritel tradisional sederhana adalah sebagai berikut :

1. Tempatnya tidak terlalu luas.
2. Barang yang dijual tidak terlalu banyak macam dan jenisnya.
3. Sistem pengelolaan/manajemennya masih terbilang sangat sederhana sekali.
4. Tidak menawarkan kenyamanan berbelanja muluk-muluk dan berlebihan seperti ritel modern.
5. Masih terdapat proses tawar-menawar harga dengan para pedagang.
6. Produk yang dijual juga tidak dipajang terlalu terbuka sehingga para pelanggan tidak mengetahui apakah pengusaha ritel tersebut memiliki barang yang memang dicari atau tidak.

Sedangkan ciri-ciri khusus dari bisnis ritel modern adalah kebalian dari bisnis ritel tradisional sederhana, yaitu :

1. Menawarkan tempat yang lebih luas.
2. Barang yang dijual juga sangat banyak jenis dan macamnya.
3. Memiliki sistem manajemen yang terkelola dengan sangat baik dan hati-hati.
4. Menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dalam berbelanja.
5. Harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga sama sekali tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan/pelayanan secara mandiri.
6. Pemajangan dari produk pada rak-rak terbuka sehingga para pelanggan bisa dengan bebas melihat dan memilih barang-barang apa saja yang dibutuhkan, bahkan beberapa swalayan ada yang memberikan produk tester agar bisa dicoba oleh para pelanggan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan membelinya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BERBISNIS RITEL (TRADISIONAL)

Berbisnis ritel memang cukup menjanjikan keuntungan yang lumayan, dari jenis ritel tradisional. Namun Anda juga jangan pernah lupa bahwa bisnis ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga beberapa kekurangan dalam segala bentuk kegiatannya.

Kelebihan dan kekurangan dari berbisnis ritel, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Kelebihan berbisnis ritel.

Berikut ini merupakan beberapa Kelebihan-kelebihan dari berbisnis ritel, diantaranya adalah :

• Modal yang digunakan relatif cukup kecil (bisnis ritel tradisional), namun keuntungan yang diperoleh lumayan besar.
• Biasanya lokasi dari bisnis ritel ini terbilang strategis. Mereka akan mendekatkan tempat bisnisnya dengan tempat berkumpulnya para konsumen, seperti di dekat pemukiman penduduk, terminal bus, atau pusat perkantoran.
• Hubungan diantara para pengusaha ritel dengan para pelanggan biasanya terbilang cukup dekat, karena adanya keseringan untuk berkomunikasi dua arah antara para pelanggan dengan para pebisnis ritel.

2. Kekurangan dalam berbisnis ritel.

Berikut ini adalah beberapa kekurangan-kekurangan dalam berbisnis ritel yang harus Anda perhatikan dengan seksama, diantaranya adalah :

• Keahlian dalam mengelola bisnis/toko ritel bersekala kecil sangat kurang diperhitungkan oleh para pebisnis ritel (ritel tradisional).
• Berbisnis ritel berskala kecil terkadang dianggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan saja atau hanya sebagai pengisi waktu luang, sehingga para pebisnis ritel masih kurang memperhatikan dari sisi pengelolan untuk pengembangan usahanya.
• Secara administrasi (pembukuan) masih sangat kurang atau bahkan tidak memperperhatikan atau atau diperhatikan oleh para pebisnis ritel, sehingga terkadang uang/modalnya seringkali habis tidak terlacak sama sekali.
• Usaha dalam berpromosi bisnis tidak dapat dilakukan secara maksimal, sehingga masih saja ada dari bisnis ritel yang tidak diketahui olah para calon pembei/pelanggannya.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

10May/17

TAHUKAH ANDA TENTANG APA ITU MULTICHANNEL MARKETING DAN BAGAIMANA HARUS MELAKUKANNYA?

Apakah Anda tahu tentang apa ituMultichannel marketing? Multichannel marketing lebih mengacu kepada praktek di mana perusahaan sedang berinteraksi dengan para pelanggan melalui berbagai saluran, baik itu adalah saluran secara langsung maupun secara tidak langsung, untuk menjual barangnya.

Secara proaktif perusahaan akan menggunakan saluran secara langsung seperti toko, katalog dan email atau bisa juga secara tidak langsung seperti membuat konten melalui website dan media-media sosial untuk dapat menjangkau para pelanggannya. Hal ini juga lebih dikenal sebagai inbound marketing.

MGR_MultchannelMarketing_Infographic2-791x1024

Cara lain untuk dapat menjangkau para pelanggan dengan menggunakan metode multichannel marketing yang termasuk melalui perangkat mobile, pesan teks (SMS), email, website, media sosial, SEO, atau bahkan dengan GPS untuk melacak kedekatan para pelanggan dengan barang atau produk yang akan ditawarkan.

Multichannel marketing telah menggabungkan antara praktek dengan menggunakan inbound dan outbond marketing dengan tujuan untuk dapat menjangkau para pelanggan pada saluran pilihan mereka sendiri. Dengan cara seperti ini, maka proses pembelian akan menjadi lebih terkontrol oleh para pelanggan daripada si pemasar sendiri.

Meningkatnya tren multichannel marketing sendiri lebih didasarkan kepada adanya fakta bahwa pelanggan saat ini memiliki lebih banyak pilihan apabila dibandingkan sebelumnya dalam mendapatkan berbagai informasi.

Penyebaran saluran yang telah tersedia, termasukan juga adalah pertumbuhan email, media sosial dan mobile, telah menyebabkan siapapun yang berada di dunia marketing untuk menjadi semakin meningkatkan kehadiran mereka untuk berada disana.

Cara-cara lama seperti menggunakan media cetak, telemarketing atau siaran-siaran di radio dan televisi  bukan lagi satu-satunya fokus utama dari para pemasar. Metode lama tersebut sampai saat ini memang masih ada dan tetap mampu untuk bertahan, namun hanya sebagai salah satu bagian dari strategi yang lebih besar lagi.

Para pemasar akan terus berusaha untuk mengembangkan analisisnya dalam menentukan pelanggan untuk mendapatkan pesan berdasarkan segala informasi demografis dan berlaku lainnya. Di luar mengetahui siapa pelanggan dan apa yang sangat diinginkan oleh pelanggan, para pemasar akan mencoba untuk memahami saluran tertentu yang telah digunakan oleh para pelanggan untuk memaksimalkan visibilitas dari pesan mereka.
 
Hal tersebut akan lebih memungkinkan bagi perusahaan untuk menargetkan audience yang lebih tepat dengan konten yang tepat untuk mendorong terjadinya penjualan.
Margaret Rouse dalam tulisannya di techtargetcom menyarankan, agar sukses dalam multichannel marketing atau digital marketing, perusahaan harus berusaha untuk merancang kampanye pada beberapa saluran.

Berharap para pelanggan akan beradaptasi dengan saluran yang dipilih oleh perusahaan adalah harapan yang sama sekali kurang realistis. Perusahaan juga harus membuat kampanye dan harus mampu untuk menyesuaikannya terhadap banyak saluran.
 
Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui dari saluran mana yang terbilang paling efektif dan menyebabkan penjualan paling banyak. Saat ini sudah mulai banyak dari perusahaan yang berusaha untuk berjuang dalam memfokuskan tujuan mereka dan mencari tahu tentang banyak hal seperti mengukur jangkauan atau frekuensi dari pesan pada saat merancang multichannel marketing.

Kesulitan sebenarnya berasal dari ketidakmampuan perusahaan dalam mengoordinasikan pesan-pesan penting untuk semua departemen pemasaran dan memastikan apa saja yang telah dilakukan secara konsisten pada setiap saluran.

Secara umum multichannel marekting akan menantang perusahaan untuk selalu berjuang secara lebih dalam mengembangkan CRM secara keseluruhan, seperti mendapatkan 1 repository untuk setiap data pelanggan.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com