All posts by admin

19Nov/16

MEMAKSIMALKAN PENJUALAN MELALUI TRAINING SERVICE EXCELLENCE PRAMUNIAGA

Bagaimana mendatangkan traffic (kunjungan) pelanggan ke toko ritel kita? Ada yang menggunakan metode sebar brosur di lokasi yang tidak jauh dari lokasi ritel kita. Membuat event bazaar di depan toko, serta kegiatan lainnya yang bisa mendatangkan masa pengunjung. Namun demikian traffic bisa naik dengan tajam ke atas, tetapi berikutnya sudah banyak yang tidak berkunjung ke toko kita. Padahal toko kita barang-barangnya lengkap, suasana belanja juga nyaman: ada music, ruangan ber-ac dan lorong antar rak juga enak dilewatinya, serta harga produk lumayan bersaing. Jadi tidak ada kurang satu apapun mengenai toko kita. Lalu kenapa yang sudah kita lakukan itu sia-sia, padahal sudah mendatangkan banyak pengunjung ke toko kita tetapi tetap juga pada akhirnya tidak ada RE- ORDER. Meskipun yang kita harapkan mereka datang kembali dan membeli barang ke toko kita.

img_9584

Apa masalahnya? Ternyata banyak pengunjung tidak kembali ke toko kita karena layanan para pramuniaganya kurang baik, sehingga membuat pengunjung tidak nyaman dan merasa kurang dilayani dengan baik. Oleh sebab itu bagi pemilik toko ritel modern jangan merasa bangga dahulu atau senang dulu dengan kedatangan konsumen yang begitu banyak. Tetapi rata-rata pengunjung keluar dari toko kita dengan tangan hampa. Pasti ada yang tidak benar di toko kita atas layanan pelanggan. Apa yang harus dilakukan?

Training service excellence sangat penting dan dibutuhkan oleh toko modern kita, apalagi yang baru dibuka. Sebab jika hal ini tidak diperhatikan maka lama-kelamaan toko kita akan kehabisan konsumen. Pada pelatihan service excellence peserta training akan diajari banyak hal mengenai layanan pelanggan, sampai dengan handling complain pelanggan. Para pramuniaga akan diajari bagaimana melakukan salam, sapa dan layanan.  Serta bagaimana membaca bahasa tubuh customer. Serta mengatasi complain pelanggan dengan sukses dan benar. Pelatihan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan penjualan toko kita. Dari mana profit toko akan tercipta apabila penjualan tidak meningkat? Tentunya dari re-oder yang datang bertubi-tubi dari konsumen yang datang ke toko kita.

Training itu sangat penting bagi pramuniaga, dan hal ini wajib di-refresh setiap waktu agar layanan kepada pelanggan bisa terus menerus dilakukan. Sama halnya dengan suatu pengkat lunak yang bisa bermanfaat dan memberikan banyak keuntungan pemiliknya, salah satunya adalah dengan cara di-Charge, nah sama seperti dengan pramuniaga, perlu di-charge agar tetap energik dan bersahaja. Pelatihan tidak mesti berhenti di pelatihan pertama tetapi harus secara berkala pelatihan ini dilakukan. Oleh sebab itu bukan rahasia lagi bagi ritel modern yang sukses, selalu mengadakan pelatihan ini agar toko selalu ramai dikunjungi oleh konsumen.

Ingin membuktikan? Silahkan dicoba untuk lakukan training terus menerus pada pramuniaga kita . agar terjadi peningkatan penjualan. Apabila dilakukan sendiri tidak membawa hasil, maka silahkan hubungi kami ke nomer 0818521172 atau 081252982900, atau email ke groedu@gmail.com untuk meminta bimbingan atau pendampingan, bahkan sebagai pemateri dalam kegiatan training-training perusahaan. ( Frans M. Royan, SE,MM)

09Apr/16

CARA EFEKTIF MELATIH TIM SALES FORCE AGAR PRODUKTIF

Setiap tahun untuk perusahaan yang sangat perduli dengan tim penjualannya selalu memberikan pelatihan, baik pelatihan internal maupun eksternal minimal setahun 2 kali. Namun ada pula yang memberikan pelatihan setiap bulan agar tim penjualan semakin produktif dalam membantu memasarkan produk perusahaan. Untuk yang bagian kedua ini memang jarang sekali, selain itu yang PALING BANYAK adalah perusahaan tidak pernah perduli untuk melatih anak buahnya. Mereka dianggap tidak perlu dilatih sebab produk yang dipasarkan sudah laku. Umumnya para distributor produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) jarang melakukan pelatihan, sebab mereka merasa tidak perlu karena pihak produsen sudah sangat membantu dalam mempromosikan produk sehingga salesman  distributor tugasnya adalah mendistribusikan barang saja. Oleh sebab itu para distributor rata-rata kurang memperhatikan tim penjualan ini dari sisi pendidikan dan pelatihan penjualan. Berbeda dengan produk asuransi, dimana tim penjualan selalu dilatih sedemikian rupa agar bisa mentransasksikan produk yang tidak bisa dilihat wujudnya itu. Memang ada perbedaannya antara produk asuransi dengan produk consumer good.

Namun tanpa menganaktirikan keduanya, dan mengacu pada pentingnya ilmu penjualan, maka idealnya tim penjualan memang perlu mendapatkan pelatihan yang intensif. Banyak cara dalam melakukan pelatihan penjualan pada tim penjualan itu. Bisa dilakukan dengan cara ini :

  1. Membuat renungan selama 30 hari, khususnya mengenai renungan penjualan, baik kesuksesan dan kegagalan dalam penjualan. Dari sini setiap tim penjualan digilir untuk membaca renungan dan didiskusikan bersama-sama, durasi cukup 30 menit dan dilakukan selama 30 hari, begitu pula dengan bulan berikutnya 30 hari. Atau 25 hari kerja dimana semua orang akan merenungkan keberhasilan dan kegagalannya. Dengan bermodalkan kata mutiara/folosofi dari tokoh penjualan dan bacaan ringan yang diintisarikan, tim penjualan bisa mengasah terus menerus mental sebagai seorang penjual yang tangguh.
  2. Kalau tidak menyukai cara diatas, bisa dilakukan mentorship kepada setiap bagian penjualan yang mengalami kegagalan, atau kurang dalam penjualan. Pihak atasan boleh mendampingi, memberikan contoh dan melakukan on the job training, yaitu learning by doing di lapangan ketika melakukan kunjungan bersama ke pelanggan. Cara ini cukup powerful dan dibutuhkan seorang mentor yang memiliki kesabaran. Sebagai catatan, memarahi seorang sales force yang rendah penjualannya atau mengejeknya bukanlah pembelajaran yang efektif, justru hal ini akan mematikan sales force bersangkutan untuk bersemangat. Leader penjualan yang galak kayak anjing harder sudah bukan jamannya lagi.

Apabila training tidak bisa dilakukan sendiri, maka undanglah seorang trainer profesional dalam penjualan, yang memiliki banyak materi penjualan yang bisa diberikan kepada para tim penjualan. Memang biaya tidak murah, tetapi dengan tim pelatih yang didatangkan setahun sekali atau dua kali. Perusahaan akan mendapatkan banyak masukan serta pencerahan dan pembagian pengalaman sang trainer pada industri yang sangat beragam. Pemanggilan trainer profesional adalah bentuk pengayaan dalam melakukan pelatihan yang efektif terhadap tim penjualan kita.