All posts by admin

07May/18

KESEIMBANGAN ANTARA CUSTOMER SEGMENT (SEGMEN PELANGGAN) DAN VALUE PROPOSITION (PROPORSI NILAI) DALAM STRATEGI MARKETING

Apakah Anda pernah mendengar tentang model bisnis kanvas? Sejauh mana Anda mengetahui model bisnis kanvas? Kanvas ini pernah dibuat oleh Alexander Osterwalder yang dimanfaatkan agar dapat semakin mengurangi waktu yang digunakan dalam membuat proposal bisnis serta jenis model bisnis tersebut. Jika dengan menggunakan metode yang lama, maka Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan berlembar-lembar kertas, maka dengan menggunakan metode model bisnis kanvas ini, Anda hanya perlu menggambar pada satu halaman kertas saja yang sudah memiliki sembilan macam blok.

index-vertAgar dapat menentukan model bisnis dengan model kanvas ini, maka terdapat dua blok terpenting diawal yang harus diperhatikan, yaitu value proposition dan juga customer segment. Lebih mendahulukan value proposition yang kemudian baru selanjutnya customer segment, atau bisa juga sebaliknya? Mana yang akan menjadi salah satu pilihan Anda? Secara lebih sederhana, apakah memilih konsumen terlebih dahulu baru membuat produk yang benar-benar seuai dengan keinginan atau bisa juga sebaliknya?. Membuat produk dengan nilai tertentu baru kemudian selanjutnya dengan menentukan konsumen mana yang ingin atau bersedia untuk membeli produk tersebut.

Customer Segment (Segmen Pelanggan) dan Value Proposition (Proposisi Nilai)

Apa yang dimaksud dengan value proposition dan customer segment? Value proposition merupakan serangkaian produk atau berupa jasa yang akan digunakan sebagai sebuah nilai yang ditawarkan kepada segmen konsumen tertentu, sehingga produk tersebutlah yang membedakannya dengan produk-produk yang lainnya.

Beberapa contoh dari value proposition adalah sebagai berikut:

• Produk Paling Baru (Newness Produck).

Produk dengan value ini akan mampu bersaing dengan berbagai inovasi produk terbaru pada masing-masing kelasnya. Biasanya bisnis yang memiliki value seperti ini mampu menghasilkan produk untuk jenis segmen kelas menengah ke atas.

• Produk Paling Murah/Hagar Terjangkau (Price).

Produk seperti ini melakukan kebalikan dari sebelumnya. Bisnis akan berinovasi, namun dalam hal menekan biaya produksi, sehingga biaya dapat menjadi semakin terjangkau dan menjadi semakin lebih murah. Target pasar yang ingin segera dituju adalah dari kalangan menengah kebawah yang lebih sensitif terhadap harga pasar.

• Produk Paling Unik (Uniqueness Product).

Merupakan produk yang mampu out of the box. Keunikan yang dimiliki yang mampu untuk menjadikan konsumen bersedia untuk megeluarkan uangnya dalam menikmati keunikan dari produk tersebut.

• Kinerja (Performance).

Produk seperti ini akan bisa menjadi lebih fokus terhadap kinerja yang lebih baik .Kinerja yang lebih responsif atau semakin cepat tanggap merupakan salah satu parameter yang telah diterapkan dalam produk ini.

• Faktor Kemudahan (Accessibility).

Sebisa mungkin produk atau jasa yang telah dihasilkan terdapat disekitar konsumen, sehingga semakin memudahkan akses dari para konsumen untuk mendapatkan atau menggunakan produknya.

Selanjutnya adalah Customer Segment, adalah sekelompok orang atau organisasi yang telah dipilih akan dijadikan sebagai target konsumen yang sudah siap untuk dijangkau atau dilayani. Sebuah bisnis hendaknya mengetahui bagaimana customer segment mana yang nantinya ingin dituju.

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari customer segment, yaitu:

• B2B (Business to Business).

Bisnis seperti inilah yang menjadikan bisnis lain sebagai target pasarnya. Bisnis seperti ini biasanya telah diterapkan oleh para supplier barang setengah jadi atau berupa barang-barang jadi yang tetap membutuhkan adanya bisnis lain untuk memasarkan produknya.

• B2C (Business to Customer).

Bisnis yang bertujuan untuk menyasar kepada end user dan akan langsung berhadapan dengan para konsumen.

• Pasar Luas (Mass Market).

Bisnis yang tidak membeda-bedakan antara segmen pelanggan.

• Pasar Ceruk (Niche Market).

Target utama dari bisnis ini adalah untuk melayani para pelanggan yang lebih spesifik.

Lalu, diantar keduanya mana yang terlebih dahulu harus didahulukan? Apakah value proposition atau customer segmen?. Tidak ada patokan pasti yang dapat menjawabnya, tergantung dari bagaimana jenis dan model bisnis yang Anda inginkan dan disesuaikan dengan keadaan pasar.

Yang harus selalu diingat adalah dalam hal value proposition dan customer segment yang memiliki hubungan sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat Anda ingin menentukan bisnis yang lebih berfokus kepada segmen yang lebih spesifik, maka Anda akan menentukan bagaimana value proposition setelah menetapkan customer segmentnya. Anda sendirilah yang harus menyelaraskan antara value yang telah ditawarkan dengan customer segment yang ingin dituju. Dalam perjalanan dari sebuah usaha, value proposition dan customer segmen merupakan dua hal yang terlebih dahulu mengalami perubahan.

Perubahan antara salah satu dari value proposition dan customer segment akan sangat mempengaruhi terhadap keseluruhan dari model bisnis milik Anda. Misalnya sebuah bisnis kuliner yang pada awalnya lebih menyasar untuk kalangan kelas menengah kebawah, maka ketika akan melayani segmen menengah keatas, akan terjadi perubahan layanan, tempat, menu makanan, dan harga. Karena itu perhatikan dengan lebih seksama hubungan diantara keduanya, yaitu value proposition dengan customer segment agar bisnis Anda dapat berjalan dengan lebih baik.

 

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

03May/18

MEMANFAATKAN MASA KEEMASAN SEBAGAI MARKETING PASIF KETIKA ANDA MASIH BERSTATUS SEBAGAI MAHASISWA

Masa ketika menjadi mahasiswa merupakan masa yang paling keemasan dalam mengeksplor diri sendiri. Karena pada fase inilah banyak sekali dukungan untuk proses pengembangan diri, seperti halnya dari berbagai macam organisasi kampus maupun ekstra kampus, berbagai kompetisi-kompetisi kemampuan, bantuan pendanaan untuk kewirausahaan, berbagai jenis pelatihan-pelatihan gratis, beasiswa-beasiswa dengan fasilitas pembinaannya, riset-riset teknologi dan lain sebagainya.

indexsNamun sangat disayangkan jika Anda sebagai mahasiswa sama sekali tidak memanfaatkan beberapa peluang emas tersebut dengan sebaik mungkin. Tentu saja untuk mempersiapkan diri Anda dalam menghadapi berbagai gempuran pasca sarjana. Masa pasca sarjana yang bisa diibaratkan seperti “jungle/rimba kehidupan”. Tidak ada lagi berbagai dukungan-dukungan seperti halnya pada saat Anda masih berstatus sebagai mahasiswa dan Anda harus tetap mampu untuk survive dengan kemampuan Anda sendiri.

Bagi Anda yang begitu menyukai dunia bisnis, maka dengan jalan memulai bisnis sendiri semenjak masa kuliah akan sangat membantu Anda dalam mendapatkan banyak sekali hal, terutamanya adalah berupa pengalaman yang sangat berharga. Seperti halnya bantuan pendanaan modal melalui berbagai ajang kompetisi, pelatihan-pelatihan gratis, mentorship yang lebih dekat seperti dengan para dosen, tim yang cukup kuat karena adanya ikatan idealisme dan persahabatan yang baik, berbagai potensi jaringan-jaringan, serta target pasar yang lebih dekat dan cukup banyak (para mahasiswa).

Jika Anda gagal, maka Anda akan menjadi lebih mudah untuk bangkit kembali dengan berbagai dukungan-dukungan tersebut. Anggaplah bahwa Anda memang sedang ingin sedikit demi sedikit merintis untuk membangun usaha Anda sendiri dengan jalan belajar dari berbagai pengalaman-pengalaman gagal tersebut. Anggaplah bahwa Anda memang sedang berusaha untuk menanamkan modal kesuksesan Anda untuk kedepannya, yaitu dengan membangun jaringan, mengasah kemampuan, dan membangun tim yang lebih solid sejak menjadi mahasiswa.

Keuntungan lainnya adalah Anda akan menjalankan bisnis ketika sudah menjadi mahasiswa, yaitu Anda akan dapat menjalankan marketing pasif yang lebih strategis. Mengapa bisa demikian? Cobalah Anda bayangkan berapa banyak diantara teman-teman Anda satu kelas/jurusan? Satu departemen? Satu fakultas? Satu kampus? Kampus tetangga? Sangat banyak bukan? Ketika sudah menjadi mahasiswa, Anda benar-benar berada dalam lingkaran yang cukup potensial dan sangat strategis sekali untuk menjalankan marketing pasif.

Marketing pasif secara sederhana adalah Anda akan memasarkan produk/jasa dari bisnis Anda tersebut tanpa harus bersusah payah agar orang-orang dapat mengetahuinya. Terdapat adanya peran yang sangat besar dari konsumen maupun para calon konsumen. Bahwa produk/jasa Anda akan dengan begitu cepatnya menyebar dikalangan para mahasiswa.

Sangat menarik bukan dengan memulai berbisnis semenjak masa kuliah? Merasakan marketing pasif yang lebih strategis ketika sudah menjadi mahasiswa. Meskipun demikian, aka nada banyak diantara mahasiswa yang merasa enggan untuk memulai bisnis sejak berada dibangku sekolah, karena mereka merasa khawatir bahwa nilainya akan menjadi jatuh. Padahal ini merupakan kesempatan yang langka dari pembuktian bahwa Anda memang layak disebut sebagai MAHAsiswa yang dapat membuat sebuah MAHAkarya yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Banyak memang kisah-kisah sukses dari para wirausahawan yang lebih memilih untuk drop-out agar bisa lebih fokus untuk menjalankan bisnisnya sendiri.

Namun yang harus benar-benar diingat adalah bahwa banyak juga diantara para wirausahawan sukses tersebut yang dapat membuktikan bahwa mampu sukses pada kedua hal tersebut adalah bukan suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Orang-orang yang cerdas adalah mereka yang tahu betul apa saja kekuatan dirinya, lebih serius dalam mengasah kemampuannya, dan mampu memanfaatkannya dengan sebaik mungkin untuk kebermanfaatan yang jauh lebih luas lagi.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com