All posts by admin

15Jul/15

STRATEGY MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN DALAM E-LEARNING

Hidup adalah skenario besar yang sudah dituliskan dan tinggal dijalani. Bahkan dalam skenario hidup pun ada improvisasi-improvisasi yang diperbolehkan untuk dilakukan. Lalu bagaimana dengan dunia pendidikan dan dunia e-learning? Seberapa pentingkah sebuah skenario pembelajaran dalam dunia tersebut?

Saat menyusun sebuah materi e-learning, seorang Desainer Instruksional akan menelaah materi dan menyusun kerangka awal dari materi tersebut. Dalam hal ini, Dia akan merancang tahapan pemberian materi, materi mana dulu yang akan disampaikan, dan cara apa yang pas untuk menyampaikan materi tersebut. Setelah semuanya tersusun, maka proses selanjutnya bukan langsung membuat materi e-learning tersebut, akan tetapi menjabarkan proses penyampaian materi dan penyusunan materi tersebut dalam sebuah “skenario pembelajaran”.

Proses setelah pembentukan desain instruksional pada bahan e-learning biasanya adalah pembuatan storyline dan dilanjutkan dengan storyboard. Storyline adalah penjabaran desain instruksional yang sudah lebih terperinci dan terrunut dari bagian awal hingga bagian akhir. Storyline memuat semua langkah-langkah penyusunan materi e-learning dari mulai pembukaan hingga penutupan. Setelah semuanya tersusun, maka proses dilanjutkan ke bagian storyboard.

Storyboard adalah bentukan lebih rinci dari storyline. Jika di storyline semua bahan masih berupa tulisan, maka di storyboard semua bahan sudah berupa tulisan dan gambar. Gambar yang ada di storyboard adalah gambaran kasar penggambaran materi yang nanti akan muncul dalam modul e-learning.

Tahapan-tahapan persiapan e-learning di atas sering Penulis sebut “sama dengan” proses penyusunan skenario pembelajaran dan proses perencanaan pembelajaran. Semua tahapan itu juga dilakukan dalam mempersiapkan bahan ajar biasa (bahan ajar yang bukan modul e-learning). Kenapa harus dipersiapkan? Karena proses pembelajaran yang baik berawal dari perencanaan yang baik.

Sebuah film yang bagus dinilai karena semua persiapannya matang, mulai dari pemilihan tema yang bagus, pengumpulan materi yang padat, penyusunan skenario yang matang, penyutradaraan yang baik, dan pelaksanaan produksi yang profesional. Jika film itu kita analogikan sebagai pendidikan, maka sudah sepantasnya tahap perencanaan pembelajaran dipersiapkan seperti layaknya kita ingin mempersiapkan film yang bagus. Karena film yang bagus akan diingat orang terus menerus. Rasanya kita sudah sangat kangen dengan pembelajaran yang bisa diingat orang terus menerus juga kan? (Dian Sukmawan)

 

 

15Jul/15

SUDAH SAATNYA PASARKAN E-LEARNING LEWAT DIGITAL MARKETING

Pemasaran Digital adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan.

Tipe pemasaran digital mencakup banyak teknik dan praktik yang terkandung dalam kategori pemasaran internet. Dengan adanya ketergantungan pemasaran tanpa internet, membuat bidang pemasaran digital menggabungkan elemen utama lainnya seperti ponsel, SMS (pesan teks dikirim melalui ponsel), menampilkan iklan spanduk, dan digital luar.

Pemasaran digital turut menggabungkan faktor psikologis, humanis, antropologi, dan teknologi yang akan menjadi media baru dengan kapasitas besar, interaktif, dan multimedia. Hasil dari era baru berupa interaksi antara produsen, perantara pasar, dan konsumen. Pemasaran melalui digital sedang diperluas untuk mendukung pelayanan perusahaan dan keterlibatan dari konsumen.

Dengan digital marketing, setidaknya 9 langkah untuk memasarkan e-learning di bawah ini bisa dengan mudah diterapkan. 9 langkah ini diambil atau diadaptasi dari meode SHIFT yang dikembangkan oleh para ahli e-learning dari Amerika Utara, dan dikhususkan untuk para Penggiat e-learning yang memang sedianya berperan sebagai penentu kebijakan untuk pengembangan e-learning. Apakah 9 langkah itu? Berikut ini adalah uraiannya.

  1. Tentukan Tujuan. Hal pertama yang harus selalu dilakukan adalah menentukan tujuan. Kenapa? Karena Kita butuh tujuan untuk menentukan langkah-langkah kerja Kita. Dalam hal pengembangan dan pemasaran e-learning, maka tujuan utama yang harusnya menjadi dasar pengembangan e-learning Kita haruslah jelas, terukur, dapat dicapai, realistis, dan memiliki timeline yang jelas.
  2. Pelajari“Pembeli”Ingat dengan istilah “Pembeli adalah Raja”? Istilah ini tentulah bukan tanpa alasan. Dengan adanya istilah ini, cukup menjadi acuan bagi kita untuk mengenal dan mempelajari pembeli. Dengan mempelajari siapa “pembeli” Kita, setidaknya Kita akan tahu tentang kemauan mereka seperti apa, kemampuannya bagaimana, dan adakah kesempatan untuk menerapkan e-elarning kepada mereka.
  3. Branding(Merk). Setelah 2 langkah diatas dilakukan, maka saatnya melakukan pembuatan merk. Yang perlu diperhatikan saat membuat brand adalah perencanaan ikonnya seperti apa, trik menarik perhatiannya mau bagaimana, apa yang menjadi ketertarikan pengguna, apa keinginan pengguna. Baru setelah semua teramu, susunlah brand yang sesuai.
  4. Sangat penting untuk memberikan perhatian lebih dalam hal mengidentifikasi apa ketakutan pengguna, masalah mereka, hambatan, dan apa kelemahan mereka. Menganalisis data ini dalam konteks proyek Kita dan ini akan membuat lebih mudah bagi pengguna Kita untuk menemukan program yang menarik bagi mereka.
  5. Menentukan pesan yang ingin Kita sampaikan dengan jelas dan singkat. Perhatikan bahwa manusia adalah makhluk selektif, oleh karena itu perlu untuk menarik minat pengguna Kita dengan cepat. Batasi strategi Kita dengan cara yang menyoroti hal-hal pokok, dan kemudian menghubungkannya ke titik lemah yang Kita temukan pada Pengguna. Misalnya, jika Kita menemukan bahwa Pengguna Kita takut dan tidak nyaman menggunakan komputer secara teratur, maka hal ini harus segera kita perbaiki bersama.
  6. Pelajari apa saja keinginan Pengguna. Hal ini dimaksudkan agar e-learning yang Kita susun tepat guna dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Pengguna Kita.
  7. Membuat informasi yang dapat diakses dan mudah untuk ditemukan. Semakin banyak orang tahu tentang proyek dan manfaatnya, semakin mereka akan tertarik. Dalam hal aksi ini, perhatikan kenyamanan dan keterlibatan Pengguna. Tentunya agar Pengguna merasa bahwa e-learning Kita memang sesuai dengan mereka.
  8. Apa media yang paling efektif untuk memulai promosi? Carilah yang memang efisiensinya sudah sesuai. Beberapa media yang bisa anda pertimbangkan antara lain surat kabar, poster interaktif, email, banner, seminar, media sosial, bahkan jika diperlukan Kita bsia mengundang perwakilan dari Departemen Pelatihan untuk pertemuan dengan karyawan.
  9. Pengembangan e-learning haruslah disertai dengan konsistensi yang kuat. Kenapa? Karena pekerjaan e-learning bukan hanya sampai pada titik e-learning itu diterima. Itu baru awalnya saja. Setelah itu, teruslah berkonsisten untuk mengembangkan, mempelajari, bahkan terus berusaha memenuhi keinginan pengguna.

Jika semua hal ini sudah bisa diterapkan, dan pemahaman tentang digital marketing sudah bisa kita jalankan, maka bukan tidak mungkin e-learning akan menjadi booming yang memang bisa menguasai “pasar” pendidikan dalam segala lini. Mari berusaha sampai ke sana. (Dian Sukmawan)