All posts by admin

22Apr/17

APAKAH ANDA SEORANG MARKETING ATAU HANYA SALES? APABILA MASIH BINGUNG MAKA INILAH PERBEDAAANNYA

Apabila Anda ditanya “apakah perbedaan antara sales dan marketing?” sebagian besar masyarakat pasti akan menjawab bahwa dua hal tersebut adalah sama atau bias juga sama persis (beda kata). Padahal sebenarnya kedua istilah tersebut memang sangatlah berbeda baik dari sisi pengertian maupun juga perkataan. Namun masyarakat seringkali menyalah artikan bahwa sales adalah marketing dan marketing adalah sama dengan sales, yaitu berjualan produk.

Padahal sebenarnya yang dimaksud dengan marketing adalah keseluruhan dari sistem kegiatan bisnis yang memang ditujukan untuk merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan termasuk mendistribusikan produk  yang bertujuan untuk memuaskan para konsumen.

Sedangkan pengertian dari sales sebuah bentuk kegiatan yang hanya berfokus kepada penjualan produk, dan bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk dan berharap untuk memperoleh komisi dari penjualan tersebut. Semakin besar penjualan seorang sales maka akan semakin besar pula komisi yang nanti akan didapatkannya, dari dua pengertian diatas, sudah  sangat jelas bukan bahwa proses marketing termasuk yang lebih panjang dan lebih kompleks apabila dibandingkan dengan proses aktivitas kerja dari sales.

Secara umum dalam strategi marketing, terdapat 4P bahkan ada juga yang menambahkan sampai dengan 7P, yang terdiri dari :

1. Product (Produk).
2. Price  (Harga).
3. Place (Tempat).
4. Promotion (Promosi).
5. Process (Proses).
6. People (Orang).
7. Physical evidence (Bukti fisik).

Sedangkan sales hanya menjadi salah satu bagian dari promotion (promosi), sehingga sama sekali tidak memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang pemasarannya.

Perbedaan selanjutnya dalam strategi marketing, para marketer atau pemasar selalu menjaga brand image product. Sehingga para konsumen yang memang memutuskan untuk membeli suatu produk karena sudah mengetahui kualitas dari produk dan image brand produk tersebut.

Sedangkan strategi yang akan dijalankan oleh seorang sales, mereka sama sekali tidak mementingkan untuk menjaga brand produk, namun yang terpenting adalah mereka menawarkan terhadap pasar dengan cara menginformasikan kelebihan produk, agar para konsumen semakin tertarik dan ingin membelinya. Dan yang lebih menarik lagi adalah seorang salesman tidak pernah memikirkan apakah konsumen merasa terpuaskan atau tidak, yang terpenting adalah produknya laku terjual dan target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan dapat terpenuhi.

Meskipun begitu, masih ada saja beberapa perusahaan yang menjadikan sales sebagai bagian dari marketing, namun tetap harus membedakan tugas kerja mereka masing-masing. Apabila marketing berfokus kepada perencanaan strategi pemasaran produk yang sesuai dengan 4P atau 7P yang merupakan bagian dari marketing mix, maka sales akan mulai bekerja setelah produk yang memang sudah siap untuk  dipasarkan. Jadi bisa dibilang bahwa marketing merupakan tim yang telah menyusun strategi pemasaran, sedangkan sales adalah tim pelaksananya.

Perbedaan antara sales dan marketing lainnya adalah, bahwa hubungan sales dengan para konsumen hanya sampai kepada proses transaksi jual beli, setelah itu sales tidak akan bertanggungjawab lagi untuk menjaga hubungan baik dengan para konsumen. Sedangkan hubungan marketing dan konsumen harus tetap terjaga dari mulai sebelum transaksi, sampai setelah transaksi untuk menjaga loyalitas dari para pelanggan.

Sebuah perusahaan tidak akan bisa berhasil dalam memenangkan persaingan pasar apabila hanya mengandalkan sales. Dan sales tidak akan bisa bekerja dengan baik jika apabila tanpa didukung dengan adanya strategi marketing yang baik.

Setiap perusahaan akan bisa melakukan penjualan, namun belum tentu setiap perusahaan mampu untuk merencanakan strategi pemasaran yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan dari para konsumennya.

Nah, sudah tahu bedanya kan? Lalu sekarang, apakah Anda adalah termasuk pelaku bisnis yang lebih berjiwa marketing atau hanya sekedar berjiwa sales? Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com

18Apr/17

JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG DAN FUNGSINYA MASING-MASING

Merintis bisnis (tanpa terlepas dari bisnis apapun itu) seringkali dijadikan sebagai jalan keluar terbaik dalam memperoleh penghasilan, baik itu untuk penghasilan utama maupun hanya sekedar sebagai penghasilan tambahan. Bisnis pun tidak hanya terbatas pada kegiatan memproduksi barang saja, akan tetapi Anda juga bisa melakukan yang namanya bisnis dagang.

laporan keuangan

Jika Anda memang memilih bisnis dagang, maka setidaknya Anda tidak perlu repot-repot untuk membuat barang lalu menjualnya, akan tetapi hanya cukup membelinya dari para supplier. Dan inilah yang disebut dengan perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan kegiatan dalam hal membeli barang dari supplier, kemudian menjualnya kembali kepada para konsumen tanpa mengubah apapun bentuk dan karakteristik dari barang tersebut.

Walaupun kegiatannya memang lebih terbatas apabila dibandingkan dengan bisnis yang memerlukan proses produksi, Anda masih tetap perlu untuk memperhatikan tentang pengelolaan keuangan agar perusahaan dagang Anda dapat berjalan dengan lancar. Salah satu caranya adalah dengan rajin dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dagang secara berkala.

Berikut ini adalah beberapa jenis laporan keuangan pada perusahaan dagang.

1. Laporan Keuangan (Neraca).

Laporan keuangan para perusahaan dagang yang pertama adalah neraca. Setelah Anda selesai membuat laporan pada buku besar, sekarang saatnya memindahkan akun-akun yang ada pada buku besar tersebut kepada neraca perusahaan dagang. Akun-akun tersebut akan digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok debit dan kredit. Oleh karena itu, neraca terdiri dari dua kolom tersebut yang mana jumlah nominal dari keduanya harus seimbang (balance).

Jika neraca yang Anda buat tidak sama jumlahnya diantara salah satu kolom debit atau kreditnya, itu artinya adalah sudah terjadi kesalahan dalam mencatat nominal atau peletakan akun dari buku besar. Dengan cara membuat neraca dagang perusahaan, maka Anda menjadi semakin tahu tentangg bagaimana kondisi asset, hutang, piutang, serta modal pada saat ini.

2. Laporan Keuangan (Laba-Rugi).

Inti dari serangkaian proses pembukuan yang telah Anda lakukan terdapat pada laporan laba rugi. Laporan keuangan dari perusahaan dagang yang satu ini dibuat pada periode tertentu saja dengan menghitung semua pendapatan dan akan dikurangi dengan biaya seperti :

1. Biaya Operasional.
2. Biaya Penyusutan.
3. Biaya Administrasi.
4. Biaya lain yang harus dikeluarkan dalam rangka mendapatkan pendapatan tersebut.

Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang misalnya “Laporan Laba Rugi per 31 Desember” atau “Laporan Laba Rugi bulan Februari”. Bagi perusahaan dagang, karena kegiatan utamanya adalah untuk menjual barang, maka akun pendapatannya terdiri dari semua jenis penjualan. Apabila jumlah pendapatannya lebih banyak dari total biaya, maka perusahaan dagang Anda bias dikatakan memperoleh laba, sedangkan apabila jumlah pendapatannya menjadi lebih kecil dari biaya yang harus dikeluarkan, maka itu artinya adalah perusahaan dagang tersebut telah mengalami kerugian.

3. Laporan Keuangan (Arus Kas).

Agar dapat memantau bagaimana tentang kondisi perusahaan dagang yang sedang Anda jalankan, maka sangat perlu untuk membuat yang namanya laporan arus kas. Dari laporan arus kas tersebut, maka Anda bisa melihat seberapa banyak jumlah dari kas yang telah masuk dan kas yang telah keluar. Laporan arus kas memang sangat berpengaruh besar dalam hal yang berkaitan dengan investasi atau penambahan modal usaha. Karena biasanya perusahaan yang akan melakukan peminjaman modal, maka setidaknya ia harus memiliki arus kas yang benar-benar mampu dalam meyakinkan para investor untuk membantunya. Sedangkan fungsi dari laporan arus kas untuk pihak internal perusahaan sendiri adalah untuk mengetahui seberapa besar jumlah penerimaan dan pengeluaran dari kas secara lebih mendetail.

4. Laporan Keuangan (Perubahan Modal).

Dalam memulai bisnis, Anda pasti akan memerlukan yang namanya modal. Selanjutnya, modal ini juga harus tetap diperhatikan tentang perhitungannya pada saat bisnis Anda sudah berjalan. Salah satunya adalah dengan menyusun laporan perubahan modal. Laporan keuangan perusahaan dagang ini fungsinya memang untuk mengetahui seberapa besarnya modal yang dimiliki oleh perusahaan dagang pada suatu periode tertentu saja. Seperti contoh ekuitas atau modal yang dimasukkan ke dalam perhitungan ini adalah :

• Modal awal.
• Jumlah rugi.
• Jumlah laba.
• Investasi tambahan.

Untuk menghitung laporan perubahan modal adalah dengan cara menjumlahkan modal awal dan laba, kemudian dikurangi dengan jumlah rugi yang ditambah investasi tambahan. Dengan cara membuat jenis-jenis dari laporan keuangan perusahaan dagang di atas, maka Anda sudah dapat memantau bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan dagang Anda dan untuk menyusun rencana bisnis ke depannya. Agar lebih mudah dan semakin praktis, maka Anda sudah bisa menggunakan software accounting online yang banyak tersedia pada saat ini.

 

 

Groedu Academy E-Learning

City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.

Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 081-59417699
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com