All posts by admin

19Oct/19

Faktor-faktor Penting Dalam Usaha Bisnis Ritel

Seperti yang kita ketahui bisnis ritel saat ini sangat penting dari bagian supplay chain management. Bisnis ritel ini akan semakin berkembang dengan baik apabila memiliki landasan dasar yang terpenuhi, meskipun ke depan ada unsur yang ditambahkan seperti cara layanan ke customer yang sebelumnya menggunakan Multi Channel dan menjadi Omni channel. Secara dasar Groedu Academy Surabaya akan mengulas hal tersebut di bawah ini.

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam bisnis retail adalah place, price, product, dan promotion yang dikenal sebagai 4P.

a.       Place (Lokasi)

Lokasi yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatan sehari-hari. Salah pemilihan lokasi perusahaan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Dengan semakin tajamnya persaingan dan banyaknya perusahaan sudah tidak mungkin lagi untuk perusahaan melakukan coba-coba.

          Bagi seorang retailer untuk menentukan lokasi yang tepat bagi tokonya perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut (Basu Swastha dan Irawan, 1997 ):

•         Luas daerah perdagangan;

•         Dapat dicapai dengan mudah;

•         Potensi pertumbuhannya;

•         Lokasi toko-toko saingan.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi potensi penjualan dari lokasi toko baru adalah:

•         Dapat dicapai dengan mudah;

•         Populasi;

•         Pesaing;

•         Batas-batas daerah perdagangan.

b.      Price (Harga)

Basu Swastha (1996 : Hal 149 ) mendefinisikan harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang bersedia melepaskan barang dan jasa yang dimiliki pihak lain. Dari pengertian diatas jelas bahwa harga merupakan salah satu variabel yang penting dalam pemasaran, karena akan mempengaruhi secara langsung terhadap hasil penjualan dan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

•         Tujuan penetapan harga

Penetapan harga ini biasanya mempunyai beberapa tujuan bagi produk yang dihasilkan. Tujuan tersebut antara lain:

a)            Menetapkan laba maksimum

Dalam kenyataannya, terjadi harga ditentukan oleh penjual dan pembeli. Sebab makin besar pula kemungkinan bagi penjual mempunyai harapan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

b)            Mencegah atau mengurangi persaingan

Dapat dilakukan melalui kebijakan harga. Harga ini dapat diketahui bagaimana penjual menawarkan barang dengan harga yang sama. Oleh karena itu persaingannya hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijakan harga, tetapi melalui servis lain.

c)            Memperbaiki atau mempertahankan pangsa pasar

Memperbaiki pangsa pasar dilakukan bila kemampuan dibidang lain seperti di bidang pemasaran, keuangan, dan sebagainya. Dalam hal ini harga merupakan faktor yang penting bagi perusahaan kecil dengan kemampuan terbatas. Kemampuan harga ditujukan hanya skedar untuk mempertahankan market share.

•             Prosedur Penetapan Harga.

Menurut Basu Swastha (1993:150) dalam prosedur penentuan harga ada lima tahap yaitu:

1.            Mengantisipasi permintaan untuk produk tersebut.

2.            Mengetahui lebih dahulu reaksi dalam persaingan.

3.            Menentukan market share yang ditentukan.

4.            Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.

5.            Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan.

c.       Product

Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal. Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa sumber. Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung produk sejenis seperti yang ingin dijual, dan melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi wirausaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk macam mana yang diharapkan oleh target pasar.

Melihat banyaknya produk yang beredar di pasar maka keberhasilan bisnis ritel tergantung dari variasi produk yang dihadirkan atau penyediaan produk yang mungkin hanya tersedia di bisnis yang dipilih.

Mengembangkan merek-merek berlabel ( juga disebut merek-merek toko ) yang merupakan produk – produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh pelaku bisnis ritel dan hanya tersedia dari tempat bisnis ritel tersebut.

d.      Promotion (Promosi)

Aspek penting lainnya adalah mengenai promosi dari produk. Bagaimana suatu produk akan dikenalkan ke pasar agar pelanggan tergerak untuk membelinya. Salah satu cara berpromosi efektif adalah dengan beriklan. Bagi wirausaha yang baru memulai bisnis, iklan dilakukan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi-nya. Untuk mendapatkan efektifitas beriklan sebaiknya dilakukan pemilihan media iklan yang benar-benar cocok dengan karakter target pasar dari produk. Mungkin tidak diperlukan untuk memasang iklan di segala media/tempat karena belum tentu berpengaruh kepada peningkatan penjualan. Selain itu pemasangan iklan juga berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada tahap-tahap awal memulai bisnis, sebaiknya masalah biaya mendapat perhatian khusus agar tidak menjadi ganjalan dalam operasional usaha. Tentukan juga tujuan dari promosi, apakah untuk menciptakan kesadaran merek atau dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan. Jangan lupa untuk mengukur hasil dari setiap kegiatan promosi yang dilakukan, apakah sesuai dengan harapan atau masih perlu perbaikan untuk kegiatan promosi berikutnya.

Semoga artikel di atas sangat membantu para pembaca dan apabila membutuhkan pendampingan dalam start up binis Ritel modern dalam bentuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, FMCG dan sebagainya, silahkan hubungi kami di 081-252982900 (Wa) atau ke email groedu@gmail.com, kami siap membantu.

17Oct/19

MEMAHAMI PENTINGNYA PERAN MANAJEMEN DISTRIBUSI DALAM BISNIS

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu Academy (Lembaga pendidikan bisnis yang sudah dipercaya oleh berbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Memahami Pentingnya Peran Manajemen Distribusi Dalam Bisnis”.
Manajemen distribusi mengacu pada proses mengawasi pergerakan barang dari pemasok atau pabrik ke tempat penjualan. Ini adalah istilah menyeluruh yang mengacu pada berbagai kegiatan dan proses seperti pengemasan, inventaris, pergudangan, rantai pasokan, dan logistik. Manajemen distribusi adalah bagian penting dari siklus bisnis untuk distributor dan grosir. Margin laba bisnis bergantung pada seberapa cepat mereka dapat menyerahkan barang-barang mereka. Semakin banyak yang mereka jual, semakin banyak yang mereka hasilkan, yang berarti masa depan bisnis yang lebih baik. Memiliki sistem manajemen distribusi yang sukses juga penting bagi bisnis untuk tetap kompetitif dan untuk menjaga pelanggan puas.
Manajemen distribusi sangat penting untuk kesuksesan finansial dan umur panjang perusahaan. Melaksanakannya dengan sukses membutuhkan manajemen yang efektif dari seluruh proses distribusi. Semakin besar suatu perusahaan, atau semakin besar jumlah titik pasokan yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula kebutuhannya akan otomatisasi untuk mengelola proses distribusi secara efektif.
Manajemen distribusi modern mencakup lebih dari sekedar memindahkan produk dari titik A ke titik B. Juga melibatkan pengumpulan dan berbagi informasi yang relevan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang utama untuk pertumbuhan dan daya saing di pasar. Sebagian besar perusahaan progresif sekarang menggunakan kekuatan distribusi mereka untuk memperoleh intelijen pasar yang sangat penting dalam menilai posisi kompetitif mereka.
Pada dasarnya ada dua jenis distribusi: distribusi komersial (umumnya dikenal sebagai distribusi penjualan) dan distribusi fisik (lebih dikenal sebagai logistik). Distribusi melibatkan beragam fungsi seperti layanan pelanggan, pengiriman, pergudangan, kontrol inventaris, operasi armada truk pribadi, pengemasan, penerimaan, penanganan bahan, bersama dengan pabrik, gudang, perencanaan lokasi toko, dan integrasi informasi. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi tertinggi dalam mengirimkan bahan baku dan suku cadang, baik produk setengah jadi maupun lengkap ke tempat dan waktu yang tepat dalam kondisi yang tepat. Perencanaan distribusi fisik harus selaras dengan strategi saluran secara keseluruhan.
Keuntungan dari Strategi Manajemen Distribusi selain menjaga keuntungan, ada banyak alasan perusahaan mungkin ingin menggunakan strategi manajemen distribusi. Pertama, itu membuat semuanya teratur. Jika tidak ada sistem manajemen yang tepat di tempat, pengecer akan dipaksa untuk menyimpan stok di lokasi mereka sendiri ide yang buruk, terutama jika penjual tidak memiliki ruang penyimpanan yang tepat. Sistem manajemen distribusi juga membuat segalanya lebih mudah bagi konsumen. Ini memungkinkan mereka untuk mengunjungi satu lokasi untuk berbagai produk yang berbeda. Jika sistem itu tidak ada, konsumen harus mengunjungi beberapa lokasi hanya untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Manajemen distribusi yang efektif melibatkan penjualan produk Anda sambil memastikan stok yang cukup di saluran sambil mengelola promosi di saluran tersebut dan berbagai persyaratannya. Ini juga melibatkan memastikan rantai pasokan cukup efisien sehingga biaya distribusi cukup rendah untuk memungkinkan suatu produk dijual dengan harga yang tepat, sehingga mendukung strategi pemasaran Anda dan memaksimalkan keuntungan.
Terimakasih atas kunjungan anda ke website kami. Semoga bermanfaat. Jika membutuhkan kejelasan lebih detil tentang strategi distribusi produk yang efektif dan tepat sasaran, atau melakukan set up Distributor termasuk kebutuhan sistem manajemen dan softwarenya silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Wa) / 081-8521172. Kami siap membantu anda.