TRAINING PENJUALAN BAGI PEMEGANG KARTU PRA KERJA DAN UMUM

“MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN TIM PENJUALAN BAGI MANAJER PENJUALAN”

Perkembangan dunia usaha dan teknologi mengharuskan para pelaku usaha mengembangkan dan mengasah tenaga penjualan (sales force) untuk lebih efektif dan inovatif. Sebagai seorang Manajer Penjualan, Anda perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membangun tim penjualan (sales force) yang efektif. Hal ini berguna untuk meningkatkan produktivitas perusahaan atau organisasi Anda.

Tujuan pembelajaran dari program ini adalah:

1. Peserta dapat memahami pengertian, cara dan teknik dari sales force efektif; penyusunan dan pengembangan sales force; implementasi sales force; pengendalian sales force; serta evaluasi kinerja sales force

2. Peserta dapat mengolah cara penyusunan dan pengembangan sales force; teknik implementasi sales force; cara pengendalian sales force; sistem evaluasi kinerja sales force

3. Peserta dapat menangani tim penjualan dengan proaktif, observatif, tekun, penuh pertimbangan dan berani mengambil resiko atas sebuah keputusan

Aktivitas apa saja yang akan Anda kerjakan dalam program ini?

1. Asesmen Awal (3 Aktivitas – 00:43:00)

2. Fenomena dalam Penjualan (5 Aktivitas – 01:07:00)

3. Sales Force Efektif (6 Aktivitas – 01:22:00)

4. Penyusunan Sales Force (10 Aktivitas – 02:39:00)

5. Teknik Implementasi Sales Force (4 Aktivitas – 00:56:00)

6. Pengendalian Sales Force (4 Aktivitas – 01:00:00)

7. Evaluasi Kinerja Sales Force (9 Aktivitas – 02:53:00)

8. Asesmen Akhir (3 Aktivitas – 01:40:00)

#BONUS KONSULTASI “TIPS MENDAPAT PEKERJAAN DI BIDANG PENJUALAN”

#Setiap JUMAT, 19.00 WIB – SELESAI

Bagaimana? Banyak ilmu yang bisa Anda dapat melalui program ini bukan?

Selain itu, juga sudah banyak peserta yang merasakan manfaatnya.

#Per tanggal 28 Agustus 2021, peserta sudah 350 orang dan terus bertambah.

Yuk! Jangan mau ketinggalan dengan yang lain. Gunakan KARTU PRAKERJA ANDA….

Silahkan segara daftar sekarang juga.

KLIK DI SINI

WEBINAR DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT IN DIGITALIZATION

MEMBANGUN TIM PENJUALAN HYBRID
Beberapa klien mengeluh karena omzet turun ketika berlakunya PPKM dan masa pandemi umumnya. Memang bisa diterima dengan akal keadaan seperti itu bisa memporak porandakan omzet penjualan. Tetapi saya mau berbagi pengalaman pada laman FB ini, yakni adanya kondisi yang terbalik, di bisnis lain justru stabil dan cenderung naik. Apa rahasianya?
Perusahaan diawal pandemi sudah melakukan INOVASI dengan cepat dan tepat. Apa yang dilakukan perusahaan klien ini? Yakni membangun TIM PENJUALAN HYBRID. Kalau semula target salesman adalah sebagai berikut:
1. Target Volume penjualan
2. Target Kunjungan dan transaksi dan tidak menghitung hasil penjualan by telphon dan Wa
3. Target lain: membersikan display, mengecek stok pelanggan dan lain-lain
INOVASI berikut yang dilakukan selain tugas poin 1,2 dan 3. Adalah menambah dengan :
1. Target banyaknya customer yang dihubungi baik via Wa, telphon atau sarana komunikasi lainnya.
2. Order masuk melalui media komunikasi dimasukan sebagai Target penjualan tambahan
3. Frekuensi kunjungan diubah lebih renggang, yang sebelumnya 2 minggu sekali customer dikunjungi 3 minggu sekali. Sisanya by media komunikasi.
Apa yang terjadi dengan cara demikian? Klien ternyata telah melakukan inovasi dengan membangun Tim Hybrid. Sebab seperti yang diketahui dengan MEMBERIKAN KEBEBSAN TIM PENJUALAN menjual via media komunikasi, produktifitas semakin meningkat.
Kebiasaan yang sudah dibangun, kemudian disempurnakan dengan aplikasi yang tepat sebagai pengganti media komunikasi dengan fitur-fitur sangat membantu seperti:
1. Di fitur Aplikasi memuat produk reguler yang biasa dibeli pelanggan
2. Di fitur Apllikasi memuat produk yang sedang dipromosikan.
3. Di fitur Aplikasi memuat produk yang baru di launching oleh produsennya.
4. Di fitur terdapat search yang memudahkan customer memilih produk lebih dari 1000 SKU.
Klien juga enjoy karena bisa customisasi untuk program promosi maupun harga sesuai dengan tipe pelanggan yang dilayani. Tidak seperti menjual online di market place dimana harga open untuk semua customer tidak perduli berapa banyak ketentuan quota yang dibeli.
Dari aplikasi yang diberikan kepada customer agar diinstal dan digunakan memudahkan pelanggan untuk melakukan order secara online, tanpa menunggu kehadiran salesman datang. Jadi pada saat pandemi atau PPKM semuanya tidak terpengaruh. Order tetep jalan meskipun salesmannya tidak datang.
Membangun TIM penjualan Hybrid sudah sangat Urgent di masa sekarang. Serta tunggu apalagi para pebisnis yang saat ini sudah melimpah ruah produknya dan sudah siap dipasarkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ini silahkan hubungi 081-252-982900 atau ikuti seminar di atas ini untuk mendapatkan insight yang berharga untuk bisnis anda.

01Dec/22

6 TANTANGAN DAN RISIKO PENGADAAN STOK PENGAMAN

Stok pengaman, terkadang disebut stok penyangga, merupakan aspek penting dari manajemen inventaris dan harus dipertimbangkan di semua tahapan rantai pasokan.

Stok pengaman adalah tingkat tambahan stok (bahan mentah atau barang jadi) yang dimiliki bisnis untuk mengurangi risiko kehabisan, karena ketidakpastian penawaran atau permintaan.

Misalnya, pabrikan dapat menggunakan stok pengaman komponen penting untuk memastikan mereka dapat mengatasi peningkatan permintaan yang tiba-tiba dan mencegah penghentian produksi.

Sementara distributor dapat menggunakan Stok pengaman untuk memitigasi risiko waktu tunggu pemasok yang lebih lama yang dapat menyebabkan kehabisan stok.

Dalam kedua kasus tersebut, stok penyangga ditambahkan ke perhitungan titik pemesanan kembali untuk mencegah tingkat layanan (ketersediaan stok) yang dipengaruhi secara negatif oleh variabel penawaran dan permintaan.

Sementara stok pengaman adalah alat yang berharga untuk memerangi kehabisan stok, ia juga memiliki kerugian dan risikonya sendiri.

Misalnya, mungkin untuk mengoptimalkan level stok secara berlebihan, yang tidak selalu merupakan pendekatan terbaik.

Demi membantu Anda, dalam artikel ini akan kami paparkan beberapa faktor yang perlu Anda dan manajer inventaris Anda pertimbangkan saat mengembangkan strategi persediaan pengaman adalah:

  1. Menetapkan Stok pengaman ke Nol
    Ini adalah kecenderungan umum manajer rantai pasokan untuk mencoba memerangi biaya memiliki terlalu banyak stok dengan menetapkan stok pengaman ke nol. Praktik ini sangat umum ketika lonjakan permintaan yang tidak terduga telah mereda atau ketika permintaan telah kembali ke tingkat normal.
    Meskipun pendekatan ini memang memecahkan masalah memiliki terlalu banyak persediaan, pendekatan ini menghidupkan kembali risiko tidak adanya penyangga untuk menangani fluktuasi permintaan atau keterlambatan pemasok di masa mendatang. Situasi ini terbukti lebih mahal daripada menangani stok ekstra.
  2. Stok pengaman bersifat Statis
    Yang perlu diingat adalah persediaan pengaman tidak tumbuh bersama bisnis Anda. Ini berarti bahwa jumlah unit yang Anda alokasikan saat ini sebagai stok pengaman mungkin tidak cukup seiring dengan berkembangnya bisnis Anda.
    Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko ini, penting bagi Anda dan manajer inventaris Anda untuk meninjau kemacetan dan nomor stok pengaman secara teratur dan, berdasarkan pembaruan baru, sesuaikan nomor unit stok pengaman.
  3. Stok Pengaman Terlalu Banyak
    Untuk menghindari kehilangan penjualan karena kehabisan stok, perlu membawa persediaan pengaman, ini juga menyebabkan pengurangan kas perusahaan Anda yang tersedia. Dengan demikian ini berarti memiliki persediaan pengaman yang berlebihan akan menyebabkan lebih sedikit ruang untuk produk baru atau persediaan siklus saat ini.
    Selain itu, ini juga mengarah pada peningkatan biaya bisnis Anda, seperti yang sering terjadi, biaya penyimpanan mewakili 20% atau lebih dari total biaya persediaan. Pengeluaran ini disebabkan oleh jumlah tambahan yang harus dibeli dan peningkatan biaya penyimpanan dan jam kerja staf.
    Ini merugikan pertumbuhan dan profitabilitas bisnis Anda karena ini hanyalah pengeluaran tambahan tanpa pengembalian apa pun.
  4. Formula Stok pengaman Standar
    Tantangan lain dari Stok pengaman adalah bahwa formula Stok pengaman standar mungkin tidak bekerja untuk semua industri atau strategi operasional. Ini terutama benar ketika ada banyak variabel yang tidak diketahui.
    Untuk mengurangi tantangan ini, penting untuk menyesuaikan formula ini agar sesuai dengan situasi bisnis dan individu Anda, sehingga Anda mendapatkan perhitungan yang andal dan Anda dapat memanfaatkan semua manfaatnya.
  5. Membiarkan Stok pengaman Menurun
    Ketika lead time rata-rata turun, manajer rantai pasokan cenderung tergoda untuk mengurangi jumlah Stok pengaman. Namun, mengingat ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan masalah inventaris, menjaga stok pengaman yang memadai harus menjadi prioritas semua.
  6. Penggunaan Stok pengaman yang berlebihan
    Sementara Stok pengaman adalah perisai yang baik terhadap kehabisan stok, ini bukanlah obat untuk semua masalah persediaan. Inilah mengapa sangat penting bagi manajer rantai pasokan Anda untuk menentukan jumlah persediaan pengaman yang optimal untuk setiap item dan menemukan keseimbangan yang hati-hati antara risiko dan biaya kehabisan stok dibandingkan dengan risiko dan biaya memiliki terlalu banyak stok.

Penutup
Tujuan dari Stok pengaman adalah untuk memastikan bahwa setelah Anda menggunakan cycle stock Anda (persediaan yang Anda perkirakan akan dijual selama periode waktu tertentu), Anda masih memiliki beberapa kemungkinan untuk perubahan permintaan atau pasokan yang tidak terduga.

Stok pengaman yang dihitung secara akurat penting untuk mendukung pengalaman pelanggan yang luar biasa. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Kami membuka layanan konsultasi mengenai bisnis, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

29Nov/22

MENAKLUKKAN PEMASARAN DIGITAL DENGAN MARKETING 4.0

Dunia pemasaran selalu berkembang. Bila dulu mengenal era marketing 1.0 yang hanya berfokus pada produk, kini dunia pemasaran berkembang hingga era marketing 4.0. Marketing 4.0 merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital.

Sebelum menjelaskan cara menaklukkan pemasaran digital dengan pendekatan marketing 4.0, akan dijelaskan dahulu perbedaan antara marketing 1.0, marketing 2.0, marketing 3.0, dan marketing 4.0.

Perbedaan Marketing 1.0, 2.0, 3.0, dan 4.0
Di dalam buku Marketing 4.0 oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan bisa dijadikan sebagai acuan untuk memahami pendekatan pemasaran terbaru ini.

Buku ini menjelaskan bahwa era pemasaran diawali dengan marketing 1.0 yang berfokus kepada produk.
Pada era tersebut, yang difokuskan oleh penjual adalah dengan menjual produk sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan apa yang dibutuhkan konsumen.

Sedangkan marketing 2.0 mulai memfokuskan kepada konsumen. Di sini penjual sudah mulai berupaya memfokuskan kondisi konsumen, namun mereka (konsumen) hanya dianggap sebagai objek yang pasif.

Kemudian berkembanglah marketing 3.0 yang berfokus pada manusia. Pada era pemasaran ini, penjual tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, tapi juga mempunyai visi, misi, dan nilai yang sejajar dengan konsumen.

Meskipun begitu, para penjual merasa model pemasaran tersebut perlu dikembangkan lagi.
Dikarenakan perkembangan teknologi yang pesat, dianggap dapat mendorong pemasaran berjalan lebih efektif.

Hal tersebutlah yang membuat cikal bakal terjadinya marketing 4.0. Pendekatan marketing 4.0, menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi melalui kecanggihan teknologi.

Pengertian Marketing 4.0
Marketing 4.0 merupakan pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antara penjual dan konsumen.
Kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk melakukan manajemen pemasaran secara online sehingga lebih mudah dan dapat menargetkan pelanggan lebih luas. Namun interaksi secara online saja tidaklah cukup.

Kenyataannya, interaksi secara offline masih benar-benar dibutuhkan. Hal ini diperlukan agar bisa menggapai konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari produk atau jasa yang ditawarkan.
Itulah mengapa dalam marketing 4.0, pasar online tidak menjatuhkan pasar offline atau tradisional. Namun justru saling mengisi peran satu sama lain.

Perubahan Customer Path
Perkembangan teknologi menyebabkan customer path berubah. Jika dulu pada customer path dikenal dengan 4A, yakni Aware, Attitude, Act, dan Act Again.

Maka pada customer path era marketing 4.0 telah berubah menjadi 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.

Sebagai contoh, calon konsumen mengetahui (aware) sebuah merek karena melihat iklannya di televisi.

Kemudian ia merasa tertarik (appeal) pada merek tersebut, dan mencari informasi (ask) terkait merek tersebut karena penasaran.

Jika produk yang dirasa cocok, konsumen akan mulai memberi tindakan (act) dengan membeli produk dari merek tersebut.

Konsumen merasa puas dan akan melanjutkan proses ini dengan merekomendasikan (advocate) produk tersebut.

Tips Mengaplikasikan Marketing 4.0 yang Efektif
Dari buku tersebut, bisa didapatkan beberapa tips agar marketing 4.0 yang dijalankan mampu berjalan efektif sehingga dapat bersaing di dunia pemasaran digital yang sengit ini.

  1. Gunakan Berbagai Saluran Pemasaran
    Banyaknya saluran yang digunakan sebagai fungsi marketing yang ditujukan agar terciptanya pengalaman konsumen yang mulus dan konstan.
    Dengan menggunakan berbagai saluran, konsumen dengan mudah mengenal dan mengakses informasi produk atau jasa Anda.
    Gunakanlah saluran online dan offline. Sebab marketing 4.0 mengintegrasikan style dan substance.
    Artinya, tidak hanya mengedepankan branding yang menawan, tetapi juga menawarkan konten yang relevan dengan konsumen dengan memberikan konten yang bagus dan up-to-date.
  2. Memberi Solusi
    Konsumen sudah jenuh dengan strategi pemasaran iklan yang bisa ditemukan di mana-mana. Tetapi, Marketing 4.0 hadir sebagai contoh solusi pemasaran yang bisa menengahi antara kebutuhan bisnis dan konsumen.
    Oleh karenanya, pesan yang Anda sampaikan tidak hanya berfokus pada penjualan, tapi juga memberikan solusi yang dibutuhkan oleh konsumen.
    Dalam buku Marketing 4.0 juga dijelaskan bahwa penjual perlu mengidentifikasi titik frustasi (pain point) pelanggan, terutama saat menggunakan produk atau jasa dalam sebuah layanan.
    Dari titik frustasi itu, pemasar harus mengkonsepkan bagaimana aplikasi produk yang ditawarkan dapat membantu mengatasi masalah konsumen.

Dengan strategi pemasaran yang selalu berkembang, memberikan peluang baru kepada pemasar baru yang membuat semakin ada pendekatan terhadap para konsumennya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Kami membuka layanan konsultasi mengenai bisnis, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.