TRAINING SOP SECARA ONLINE “DEPT. MARKETING”

Pada saat ini tentunya proses bisnis di perusahaan banyak mengalami perubahan. Sejak WFH bulan Maret yang lalu, membuat proses bisnis di perusahaan mesti di update, termasuk tata kelola dalam perusahaan. Namun pertanyaannya “ sudahkan anda meng-update SOP Marketing perusahaan anda?” jika belum silahkan ikuti Kursus On line pembuatan SOP di bawah ini :

Materi yang diberikan :

  1. Teknik mengggali sumber data dari setiap fungsi jabatan dalam Organisasi perusahaan
  2. Re-desain struktur organisasi departemen marketing sesuai dengan kondisi terkini
  3. Membuat Job decription sesuai dengan kondisi terkini
  4. Membuat flow chat terkait dokumen penting di perusahaan
  5. Membuat Intruksi kerja

Metode kursus

  1. Pemberian Tugas pembuatan SOP dengan dipandu oleh trainer setelah teori
  2. Pemberian masukan atau konsultasi mengenai desain Struktur organisasi terkini
  3. Memberikan masukan mengenai SOP yang sudah dibuat oleh peserta
  4. Membimbing peserta sampai selesai pembuatan SOP-nya

Garansi Kursus

  1. Setelah kursus peserta sudah bisa membuat SOP-nya sendiri

Fasilitas peserta :

  • Hand outlet : PDF (email)
  • E- Sertificate
  • Video Training (setelah seselai kursus)

Target peserta :

Manager HRD dan staff HRD, Bisnis Owner, Manager Marketing, Sales Manager, pembelajar yang ingin tingkatkan karir dengan kuasai “pembuatan SOP”

Jadwal Pelatihan

Agustus, Hari Senin & kamis ( 6 x pertemuan @ 2 jam)

Pukul : 9.00 -11.00 WIB

Via : zoom

Trainer : Frans M. Royan, SE,MM ( Berpengalaman mendampingi lebih dari 200 perusahaan dalam pembuatan SOP)

Investasi : Rp 5.000.000,- / Peserta

Promosi : Rp 2.500.000,-/Peserta ( Maksimal 10 peserta saja)

Kontak : https://wa.me/6281252982900

Daftar :

https://bit.ly/FormdaftarSOP

https://bit.ly/FormdaftarSOP

https://bit.ly/FormdaftarSOP

https://bit.ly/FormdaftarSOP

VIDEO TRAINING ” HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM”

Perubahan sedang terjadi pada kebiasaan kita baik dalam berbelanja, bekerja dan belajar. Kali ini Groedu International Consultant akan menyeseuaikan dengan kondisi New Normal, yaitu dengan mempersembahkan “VIDEO TRAINING” belajar secara flexible menggunakan Video. 

Pada kesembapatan kali ini akan kami persembahkan ” VIDEO TRAINING ” dengan TOPIK ” HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM” (Menyusun kembali Tim penjualan yang porakporanda menjadi kekuatan baru dalam penjualan)

Kendala utama dalam menyusun Tim penjualan pada saat ini adalah
1. Tim penjualan sudah tidak solid karena sebagian di-PHK atau keluar-keluar masuk
2. Dan mencari tim penjualan yang handal tidak mudah untuk saat ini
3. Adanya tantangan dan hambatan dalam era 4.0 dan pandemi Covid 19 yang berkepanjangan sehingga mempengarui dalam penyusunan dan menggerakan Tim penjualan.
Namun demikian perusahaan tidak bisa berdiam diri untuk semakin terpuruk, manajemen perusahaan perlu MEMBANGUN ULANG TIM penjualan agar menjadi solid dan efektif. Serta Tim penjualan menjadi garda depan perusahaan yang berkontribusi maksimal terhadap profit perusahaan.
Materi Training :
1. Kondisi persaingan dan fenomena baru dalam penjualan.
2. Merancang Sales force efektif.
3. Mengorganisasi, menyusun, menggerakan Sales Force
4. Teknik Implementasi sales force
5. Pengendalian Sales Force
6. Evaluasi kinerja sales force
7. Membangun Tim penjualan Digital (Bonus : podcast)
Training On line dalam bentuk VIDEO ini BISA DIPELAJARI dengan waktu flexi-time, sangat membantu para Manager, pemilik bisnis, HRD maupun yang terkait dengan Tim penjualan perusahaan. Serta sebagai PEMANTAPAN/TANYA JAWAB materi DILANJUT dengan SEMINAR ZOOM on line secara periodik dan terjadwal selama 2 Jam GRATIS BAGI PESERTA  “VIDEO TRAINING INI”.
Durasi video : 3 Jam
Harga : Rp 1.750.000,-
200 Pendaftar pertama : Rp 500.000,-
Daftar ke link ini : https://bit.ly/2Z6E3Ef

Atau wa ke : https://wa.me/6281252982900

STRATEGI PENYUSUNAN STUDY KELAYAKAN BISNIS (BUSINESS FEASIBILITY STUDY) MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS TELOS

Study kelayakan bisnis (business feasibility study)yang merupakan suatu tahapan dalam hal pembuatan sebuah analisis kelayakan yang dilakukan sebelum akan mendirikan sebuah perusahaan. Dalam bidang bisnis, study kelayakan bisnis sudah menyangkut tentang seberapa tepat dan realistis sebuah bisnis akan dapat dijalankan.

Dan karena alasan itulah, maka menyusun suatu study kelayakan bisnis (business feasibility study) harus benar-benar sesuai dengan beberapa standar pendirian perusahaan yang tepat sasaran dan harus benar. Beberapa perusahaan besar Indonesia yang sebelumnya telah berhasil dalam mengembangkan perusahaannya dengan menggunakan strategi kelayakan bisnis yang tepat dan akurat.

Mengenalkan dengan salah satu strategi dalam penyusunan study kelayakan bisnis yang paling tepat sasaran, yaitu dengan pendekatan analisis TELOS. Lalu apakah yang dimaksud dengan analisis Telos ini? Dan bagaimana agar bisa menyusun sebuah analisis Telos?

Berikut ini merupakan beberapa penjelasan tentang apa itu yang dimaksud dengan penggunaan pendekatan startegi TELOS dalam penyusunan study kelayakan bisnis yang lebih tepat sasaran dan akurat.

  1. Pengertian Strategi Analisis TELOS.

Strategi analisis TELOS yang merupakan suatu tahapan strategi yang akan digunakan dalam menyusun study kelayakan bisnis. Analisis TELOS merupakan sebuah singkatan dari 5 macam tahapan yang menjadi ciri khas dalam strategi ini. Lalu apa sajakah tahapan-tahapan dalam strategi analisis TELOS? Kelima tahapan dari komponen tersebut adalah:

  1. Kelayakan Teknologi dan Sistem (Technology and System Feasibility).
  2. Kelayakan Ekonomi (Economic Feasibility).
  3. Kelayakan Hukum (Legal Feasibility).
  4. Kelayakan Operasional (Operational Feasibility).
  5. Jadwalkan Kelayakan (Schedule Feasibility).

• Tahapan yang pertama adalah merupakan suatu kajian yang didasarkan kepada proses sistem persyaratan (requirements system) pada bidang bisnis yang nantinya akan dijalankan. Pada tahapan ini merupakan tahapan analisis organisasi dalam melaksanakan bisnis, yaitu pada bagian teknis, operasional dan bagian adminitrasi.

• Tahapan kedua adalah economic feasibility atau kelayakan ekonomi yang merupakan suatu analisis terhadap keuntungan yang nantinya akan bisa didapatkan dan kebermanfaatanya bagi seluruh sistem bisnis dan lingkungan bisnis.

• Tahap yang ketiga adalah berupa analisis yang didasarkan pada kesesuaian peraturan hukum yang masih berlaku saat ini. Misalnya sebuah perusahaan tambang apakah secara peraturan perundang-undangan sudah benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Pihak perusahaan harus melakukan analisis secara berimbang, sehingga tidak sampai merugikan pada salah satu atau dari kedua belah pihak.

• Tahapan yang keempat adalah berupa tahapan kelayakan operasional yang akan menganalisis tentang prospek pengembangan perusahaan dan keberlanjutannya. Hal ini juga sudah mencakup system manajemen dan operasional yang harus dimiliki agar perusahaan masih tetap bisa berkembang. Tahapan yang terakhir ini adalah berupa kelayakan dalam hal pencapaian target atau penyelesaian suatu proyek bisnis

2.Keunggulan Menggunakan Strategi TELOS.

Menyusun suatu study kelayakan bisnis dengan menggunakan strategi analisis TELOS yang mencakup suatu analisis dan dilakukan secara menyeluruh, sehingga dapat menjangkau berbagai macam jenis komponen dalam dunia bisnis. Dengan cara melakukan analisis secara menyeluruh melalui tahapan-tahapan dalam analisis TELOS secara utuh, maka perusahaan akan bisa semakin bertumbuh untuk menjadi sebuah perusahaan yang lebih kuat, berkembang dan memiliki visi pertumbuhan perusahaan yang jauh lebih jelas.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana strategi dalam menyusun study kelayakan bisnis (business feasibility study) menggunakan pendekatan analisis TELOS. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, apabila membutuhkan Feasible Study business, silahkan hubungi wa : https://wa.me/6281252982900. Langsung klik saja. Terima kasih.

23Sep/21

FAKTOR PENTING DALAM IMPLEMENTASI SOP PERUSAHAAN YANG SUKSES

SOP merupakan kunci yang dimiliki oleh suatu perusahaan agar tetap mampu bergerak dengan baik. Mengingat akan peran penting SOP dalam perusahaan, sehingga dalam artikel kali ini akan kami sampaikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat hendak mengimplementsikan SOP.

  1. Pastikan Tujuan SOP bisa dipahami
    Tanyakan pada diri sendiri mengapa SOP diperlukan, masalah apa yang akan dipecahkan dan apa yang perlu dicapai. Berikut beberapa contohnya:
    • Untuk melindungi lingkungan.
    • Untuk menurunkan biaya.
    • Untuk meningkatkan kualitas.
    • Untuk memastikan keamanan dan/atau mengurangi risiko.
    • Memberikan referensi pelatihan.
  2. Pertimbangkan audiens Anda
    Pastikan bahwa ukuran dan bentuk audiens, keterampilan bahasa, dan pengetahuan sebelumnya tentang subjek diperhitungkan saat menulis SOP. Mungkin satu area SOP harus melayani jenis audiens yang berbeda dari yang lain dan karena itu dapat mengambil manfaat dari tata letak yang berbeda.
  3. Pastikan format dan tata letak yang efektif
    Beberapa poin sederhana yang perlu dipertimbangkan adalah
    • Apakah ada format yang sudah ada sebelumnya yang berfungsi? – Jika tidak rusak jangan diperbaiki.
    • Apakah prosesnya sangat lama? – Maka mungkin lebih baik untuk memiliki langkah-langkah hierarkis, memberikan daftar langkah-langkah utama dengan sub-langkah di bawahnya untuk membantu memberikan kejelasan.
    • Apakah ini rutinitas sederhana dengan beberapa langkah? – Maka daftar sederhana mungkin merupakan cara yang paling efektif.
  4. Penulis yang tepat harus dilibatkan
    Mungkin tidak perlu dikatakan, namun untuk menulis SOP, Anda harus memiliki pengetahuan yang diperlukan. Meskipun Anda mungkin ditugaskan untuk membuat, dan bahkan memiliki SOP ini, ingatlah selalu bahwa Anda mungkin bukan orang yang tepat untuk menulisnya. Pastikan bahwa para ahli di bidang yang relevan dibawa ke dalam proses otorisasi.
  5. Berikan struktur dan konten yang relevan
    Mungkin ada kebutuhan yang berbeda untuk skenario yang berbeda, namun berikut ini adalah contoh detail dasar yang perlu dimasukkan dalam SOP:
    • Ruang Lingkup SOP.
    • Prosedur itu sendiri.
    • Pertimbangan Kesehatan dan Keselamatan.
    • Kebutuhan peralatan apa saja.
  6. Pengujian SOP
    Pastikan SOP diuji oleh orang yang akan menggunakannya, dan pastikan komentar diterima dan diperbarui dalam SOP jika memungkinkan
  7. Pastikan SOP tersedia di lokasi yang diketahui
    Sebagian besar organisasi memiliki lokasi penyimpanan standar untuk SOP. Paling umum digunakan adalah situs SharePoint baik di tingkat departemen atau organisasi.
  8. Pastikan SOP didistribusikan dan dibaca
    Sementara repositori diperlukan, hanya menempatkan SOP Anda di SharePoint tidak akan cukup. Setelah SOP diperbarui atau diterapkan, semua kelompok pengguna yang relevan harus membaca dokumen tersebut. Dalam banyak situasi kepatuhan, undang-undang wajib memastikan bahwa SOP telah dibaca dan dipahami. Oleh karena itu, pastikan bahwa SOP yang sudah Anda buat, bisa terdistribusi dengan baik.

Baca juga artikel tentang :  Kesalahan Kesalahan Dalam Membuat SOP Perusahaan

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, kami membuka layanan konsultasi mengenai bisnis, silahkan hubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu.

21Sep/21

7 METRIK PERSEDIAAN YANG PERLU DIKETAHUI SETIAP PENGECER

Untuk membuat keputusan terbaik yang memengaruhi laba bisnis ritel Anda, Anda memerlukan kemampuan untuk memperoleh wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data bisnis Anda. Langkah pertama untuk memanfaatkan data ini adalah memahami metrik utama yang menginformasikannya. Berikut adalah beberapa indikator kinerja utama (KPI) persediaan/inventaris yang paling umum untuk perusahaan ritel:

  1. Persediaan di Tangan. Jumlah stok yang ada secara fisik di gudang/lokasi penyimpanan Anda. Penting untuk diingat dengan metrik ini bahwa meskipun suatu produk dijual, produk tersebut tidak dikurangi dari inventaris yang ada sampai produk tersebut secara fisik meninggalkan gudang, jadi jumlah ini biasanya akan lebih tinggi dari inventaris Anda yang tersedia.
  2. Perputaran Persediaan. Melacak seberapa cepat pengecer mengganti inventaris (total penjualan / nilai rata-rata inventaris yang ada). Semakin tinggi omset, semakin sedikit waktu yang dihabiskan inventaris Anda untuk mengumpulkan debu di rak Anda (dan semakin sedikit biaya yang Anda keluarkan untuk melakukannya).
  3. Kecepatan Penjualan. Seberapa baik produk Anda terjual saat tersedia untuk konsumen di rak (penjualan/distribusi). Metrik ini penting untuk perencanaan permintaan dan mencegah situasi kehabisan stok.
  4. Hari Pasokan. Jumlah hari yang diperlukan untuk kehabisan persediaan jika tidak diisi ulang (persediaan di tangan / penggunaan harian rata-rata). Pengukuran ini memungkinkan pengecer untuk melihat berapa banyak persediaan yang tersedia yang mereka butuhkan untuk mempertahankan operasi normal selama beberapa waktu setelah gangguan rantai pasokan terjadi.
  5. Waktu Siklus. Total waktu yang dibutuhkan dari saat pesanan pertama kali dikeluarkan sampai selesai. Waktu siklus adalah metrik penting untuk menetapkan harapan yang realistis dengan pelanggan.
  6. Laba Kotor. Pendapatan total perusahaan dikurangi harga pokok penjualan. Banyak bisnis ritel kecil dan menengah beroperasi dengan margin kotor di kisaran 25 hingga 35 persen.
  7. Margin Kotor. Persentase dari total pendapatan penjualan yang dipertahankan perusahaan setelah membayar biaya langsung yang terkait dengan produksi produk ((total pendapatan penjualan – harga pokok penjualan)/total pendapatan penjualan).

Baca juga artikel tentang : Tips untuk Mengoptimalkan Operasi Inventory Management

Metrik ini akan berfungsi sebagai blok bangunan yang Anda perlukan untuk mengumpulkan data guna memberdayakan Anda dalam membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Silahkan hubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.